
Sesampainya di restoran, Fira langsung memesan pasta yang dia inginkan. Fira makan dengan lahapnya, padahal belum lama Fira makan soto tadi di kantin kantor
"Tidak akan ada yang minta sayang, kamu makannya pelan-pelan," ucap Jeje yang melihat Fira begitu lahap memakan pasta.
"Zara kamu nanti bisa langsung pulang saja ya, tidak perlu kembali ke kantor," ucap Jeje pada Zara.
"Benar Pak Gajendra, saya bisa langsung pulang." Zara memastikan lagi pada Jeje.
"Iya."
"Dhi, Fira langsung pulang ya." Jeje menatap Adhi, dan meminta izin.
"Kenapa aku pulang?" Tanya Fira yang heran, karena Jeje minta izin pada Adhi.
"Kita mau menganti pekerjaan malam, yang kamu tinggal karena menginap dirumah ibu," bisik Jeje pada Fira. Fira yang mendengarnya hanya menelan ludahnya.
"Karena aku lagi ada keperluan juga, jadi aku izinkan," ucap Adhi sedikit melirik pada Zara
"Kamu mau kemana dhi?" Tanya Fira yang penasaran.
"Kamu mau tahu urusan orang aja sih sayang," potong Jeje pada Fira.
Saat asik makan dan mengobrol, tiba-tiba ada yang datang menghampiri mereka.
"Kalian semua disini?" Tanya Daffa yang datang menghampiri mereka yang sedang makan.
"Iya Bang," jawab Adhi.
"Kebetulan sekali kalian disini," ucap Daffa.
"Ada apa?" Tanya Jeje menatap Daffa.
"Tania sedang nyidam untuk mengadakan barbeque di rumah, jadi aku pikir untuk mengajak kalian," jelas Daffa
"Tidak bisa!" Seru Jeje dan Adhi bersamaan.
__ADS_1
Semua orang yang ada di meja menatap heran kepada Jeje dan Adhi yang menolak secara bersamaan.
"Kenapa tidak bisa?" Tanya Daffa.
"Ya, pokok aku tidak bisa," ucap Jeje yang bingung menjelaskan alasannya.
"Kamu dhi, kenapa tidak bisa?" Tanya Daffa menatap Adhi.
"Aku juga sama, pokoknya tidak bisa," jawab Adhi.
"Kalian berdua kenapa sebenarnya?" Tanya Fira yang melihat Jeje dan Adhi menolak ajakan Daffa.
"Kita akan melakukan perkerjaan yang tertunda, jadi aku tidak mau ikut acara Daffa," bisik Jeje pada Fira.
"Ternyata alasannya itu," batin Fira kesal.
"Ayolah kali ini saja, demi anakku yang sedang dalam perut Tania," pinta Daffa lagi dengan penuh harap.
Fira melihat wajah frustrasi Daffa, yang sedang memohon menjadi tidak tega.
"Kita masih punya lain waktu" bisik Fira.
Jeje sedikit menimbang ucapan Fira.
"Ya sudah aku ikut," jawab Jeje dengan berat hati.
"Makasih, je."
"Kamu dhi, kamu tidak mau membantu Abang?" Tanya Daffa menatap Adhi.
Karena Jeje sudah mengiyakan, Adhi tidak punya pilihan untuk tidak mengiyakan juga permintaan abangnya.
"Iya, aku ikut," jawab Adhi dengan malas.
***
__ADS_1
Setelah di restoran memutuskan untuk ikut Daffa barbeque di rumah, akhirnya mereka semua menuju rumah Daffa.
"Kalian semua datang kesini." Tania mengucapkan dengan terlihat sangat bahagia.
"Ya kak, demi kakak kita semua kesini," jawab Adhi.
"Makasih banyak kalian mau datang"
"Ya sudah kita ke taman belakang saja ya, barbeque nya akan di adakan di taman belakang," ajak Tania.
Daffa, Adhi dan Jeje menyiapkan semua alat untuk barbeque, sedangkan Fira, Zara dan Tania menyiapkan bahan-bahan untuk barbeque.
"Kamu belum hamil fir?" Tanya Tania di sela-sela menyiapkan bahan-bahan.
"Hah, belum Tan, Doain ya supaya cepat nyusul."
"Iya aku doain cepat hamil," ucap Tania mendoakan.
"Jangan lupa usaha terus," goda Tania.
"Kenapa kalian ngomong begitu di depan jomblo sih, kan jadi baper," ucap Zara mencebikan bibirnya.
Fira dan Tania langsung tergelak tertawa
"Kamu belum punya pacar, ra?" Tanya Tania.
"Belum Kak Tania."
"Sama Adhi aja, dia juga jomblo."
Seketika pipi Zara merona merah. "Aku sama adhi hanya berteman, Kak."
"Ya siapa tahu dari teman jadi suka," timpal Fira mengoda Zara
Zara hanya diam tidak bisa menanggapi ucapan Fira.
__ADS_1