Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Majikan baru


__ADS_3

Asisten rumah tangga mempersilahkan Bu Ani dan Fira untuk masuk ke dalam rumah. Pemandangan pertama saat memasuki rumah mewah majikan barunya adalah, rumah dengan desain mewah dengan warna gold mendominasi.


Fira dan Bu Ani menunggu di ruang tamu, menunggu majikan barunya datang menghampiri mereka. Dalam hati Fira, berharap jika majikannya adalah orang baik dan mau menerima Fira dan ibunya.


Setah cukup lama menunggu, terlihat wanita paruh baya turun dari tangga, dan menghampiri Fira dan ibunya yang sedang duduk di ruang tamu.


"Sudah lama menunggu," tanya pemilik rumah dengan ramah.


Fira memperhatikan wanita yang begitu masih cantik di usia yang tidak muda lagi. Kulit putih, dan terlihat masih kencang, dengan rambut tergerai menambah kecantikan. Sejenak Fira menatap lekat wanita paruh baya di hadapanya, Fira menggingat seperti pernah melihat wajah wanita yang ada di hadapanya itu, tapi semua langsung di tepisnya, mengingat wanita ini tinggal di negara yang berbeda dengannya, dan Fira baru pertama kali mengginjakan kaki di negara ini, jadi tidak mungkin Fira pernah bertemu.


"Belum Nyonya," jawab Bu Ani pada wanita paruh baya di hadapanya.


"Kenalkan nama saya Ayu," Nyonya Ayu mengulurkan tangannya pada Fira dan ibunya.


"Saya Ani dan ini anak saya Fira nyonya," Bu Ani menerima uluran tangan dari nyonya ayu.


"Senang bertemu dengan kalian, saya sangat senang waktu Inan memberi tahu, kalau dia akan memberikan asisten rumah tangga yang berasal dari negara saya?" ucap Nyonya Ayu disertai sedikit tawa kecil.


Fira melihat kebahagian yang di rasakan oleh Nyonya Ayu, akan kedatangan Fira dan ibunya. Fira merasa sangat senang dan bersyukur mendapatkan majikan yang baik. Fira dan Ibunya yang di sambut dengan hangat oleh Nyonya Ayu merasa sangat senang.

__ADS_1


"Kalian bisa istirahat dulu di kamar" perintah Nyonya Ayu kepada Fira dan ibunya.


Nyonya Ayu yang menyadari perjalanan yang cukup panjang yang di lalui Fira dan Ibunya, membuatnya tidak tega untuk menyuruh mereka langsung berkerja. Dan mengizinkan mereka untuk istirahat terlebih dahulu.


Nyonya Ayu langsung memanggil asisten rumah tangga yang lain, untuk mengantar Fira dan ibunya, ke kamar yang sudah di sediakannya. Asisten rumah tangga itu pun mengantarkan mereka ke kamar. Fira dan ibunya pun mengikuti asisten rumah tangga, di belakangnya menuju kamar mereka.


Fira melihat asisten rumah tangga ini seperti berasal dari negara yang dia tinggali, karena dari tadi dia memakai bahasa yang asing saat berkomunikasi. Fira yang mengerti akan bahasanya, dapat berkomunikasi dengan mudah, sedangkan ibunya hanya senyum-senyum saja mendengar.


Asisten rumah tangga Nyonya Ayu memperkenalkan dirinya dengan nama Cristina. Saat bercerita Fira meminta izin untuk memanggilnya dengan Bibi Cristina, dan dia tidak keberatan. Bibi Cristina sangat baik, dia memperlakukan Fira dan ibunya dengan sangat ramah. Umur Bibi Cristina hampir sama dengan ibunya, jadi bisa di bilang ibunya dan Bibi Cristina seumuran. Karena Bibi Cristina seumuran dengan ibunya, jadi Fira dengan mudah bisa menganggap bibi Cristina orang tuanya juga.


Fira masuk ke dalam kamar, setelah Bibi Cristina memberi tahu kamar Fira. Fira pun langsung membersihkan dirinya. Perjalanan panjang membuat badannya begitu lengket, dan Fira ingin sekali secepatnya menghilangkannya dari tubuhnya.


Setelah membersihkan diri, Fira merapikan baju-bajunya ke dalam lemari yang sudah tersedia di dalam kamar. Lemari kecil untuk tempat bajunya, yang tidak terlalu banyak dia bawa dari rumah.


Nyonya Ayu menatap Fira dan ibunya, "Bu Ani, Fira," panggil Nyonya Ayu, "Perkenalkan ini suami saya Edward," Nyonya Ayu memperkenalkan pria paru baya itu sebagai suaminya.


"Sayang ini mereka yang aku ceritakan, Bu Ani dan Fira, mereka akan berkerja di sini," Nyonya Ayu mengenalkan Fira dan Ibunya pada suaminya. "Mereka ini berasal dari negara ku" ucap Nyonya Ayu dengan senang pada suaminya, dan begitu antusias menceritakan asal Fira dan ibunya.


Tuan Edward pun mengulurkan tangannya seraya mengenalkan diri, sebaliknya Fira dan Bu Ani pun juga menerima uluran tangan tuan Edward dan mengenalkan diri.

__ADS_1


Setelah perkenalan Nyonya Ani dan Fira kembali ke dapur, untuk menyiapkan makan malam. Sesuai permintaan nyonya Ayu, bu Ani akan memasak masakan khas negaranya. Nyonya Ayu begitu merindukan masakan khas dari negaranya.


Fira membantu ibunya dan Bibi Cristina untuk memasak makan malam, dan menyajikannya di atas meja makan.


Nyonya Ayu begitu nampak bahagia saat mencicipi masakan dari Bu Ani. Lidahnya merasakan enaknya masakan khas dari negaranya, yang begitu dia rindukan.


Setelah Nyonya Ayu dan Tuan Edward menyelesaikan makannya. Fira dan ibunya membersihkan sisa makan malam. Fira kembali ke kamarnya setelah semua selesai.


Nyonya Ayu memberi kamar kecil di belakang, dengan kamar ukuran dua kali tiga. Kamar Fira, bersebelahan dengan kamar bibi Cristina dan ibunya. Kamar kecil yang sederhana membuat penghuninya akan merasa nyaman, itulah yang di rasakan oleh Fira pertama kali menempati kamar ini.


Fira begitu sangat senang saat mendapat sikap ramah dari Nyonya Ayu dan Tuan Edward. Mereka berdua memperlakukan Fira dan ibunya dengan baik. Fira patut bersyukur saat mendapat majikan, yang menerimanya dengan baik.


Walaupun Fira sudah merasa nyaman di rumah Nyonya Ayu, tapi fikiran dan hatinya tidak. Fikirannya masih melayang memikirkan orang yang dia tinggalkan begitu saja. Dan hatinya seolah masih tertinggal disana.


"Aku merindukan mu" lirih Fira di keheningan kamarnya. Rindu yang di rasakan Fira begitu sangat menyesakkan dadanya. Air mata Fira mengalir di pipi manisnya, menandakan betapa sakitnya rasa di dadanya.


"Apa kamu akan membenciku karena aku pergi?" tanya Fira pada dirinya sendiri.


Fira bisa memastikan, jika jauh disana Jeje sedang membencinya, karena memilih untuk pergi, dari pada bertahan bersamanya. Janjinya untuk berjuang bersama di ingkari Fira begitu saja, demi orang tua Jeje yang sudah banyak membantunya.

__ADS_1


Berat yang di rasakan Fira, saat dirinya di kirim sejauh ini oleh orang tua Jeje. Hanya karena hubungannya dengan Jeje, Fira terdampar di negara asing. Ingin rasanya Fira membenci orang tua Jeje, karena menyiksanya sejauh ini, tapi dia selalu mengingat pesan ayahnya untuk tidak membenci orang lain.


Fira hanya berharap ke depan kehidupan Fira, akan lebih di negara ini. Dan kedepannya Fira tidak akan bertemu lagi dengan Jeje.


__ADS_2