Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Permintaan Ibu


__ADS_3

"Apa hari ini ibu tidak kerja?" Fira bertanya pada ibunya yang masih sibuk di dapur menyiapkan sarapan di rumah.


"Tidak, ibu mau mengawasimu di rumah hari ini," jawab ibu datar


Fira hanya bisa menatap ibunya, masih ada guratan kekecewaan yang di lihat oleh Fira pada ibunya. Fira benar-benar merasa bersalah membuat ibunya seperti itu.


Bu Ani memutuskan tidak berkerja hari ini, karena takut Fira akan menemuai Jeje, atau malah sebaliknya Jeje yang menemui Fira. Bu Ani tak akan membiarkan hal itu terjadi.


"Apa surat pengunduran dirimu sudah selesai kamu buat, apa kamu juga sudah menghubungi Zara?" tanya bu Ani yang mencecar Fira dengan beberapa pertanyaan.


"Sudah bu..." jawab Fira lemas. Fira mengingat apa yang di katakan ibunya semalam.


Sesampainya di rumah Fira melihat ibunya menangis menuangkan kesedihan, kekecewaan dan kemarahannya.


Bu Ani benar-benar tidak menyangka Fira dengan lancangnya menjalin hubungan dengan majikannya.


"Bu Fira minta maaf." Itu yang bisa di ucapkan oleh Fira. Fira merasa bersalah membuat ibunya kecewa. Inilah yang di takuti Fira selama ini, membuat ibunya kecewa.


Saat menjalin hubungan dengan Jeje, dia tahu betul hal ini akan terjadi, tapi dia tidak menyangka semua akan datang sekarang.


"Kenapa kamu begini fir, kamu tahu keluarga tuan Rayhan sudah sangat baik apa begini cara kamu membalas." Bu Ani menangis menuangkan isi hatinya.


"Nyonya Inan memberi kepercayaan kepadamu, menjaga tuan Jeje yang tinggal di apartemen, tapi kamu menyalahartikan."


Bu Ani terus saja menyalahkan Fira atas apa yang di lakukan Fira. Dia tidak habispikir, kenapa anaknya melakukan ini semua.


"Fira sudah mencoba menepis rasa cinta Fira bu, tapi Fira nggak bisa membohongi diri Fira sendiri," Fira menatap ibunya, menjelaskan bagaimana dia sudah berusaha. Fira ingat betul bagaimana dia menepis rasa cintanya, sampai dia berkerja kembali di apartemen Jeje, dan membuatnya meyakini bahwa dia tidak bisa menepis rasa cintanya pada Jeje.


"Cukup fir, buang jauh-jauh rasa cinta kamu itu, inget fir kamu tidak sederajat dengan mereka, tolong sadar diri fir."


Mendengar kata sedrajat dari ibunya, seolah menampar Fira akan statusnya selama ini. Dirinya yang hanya anak seroang asisten rumah tangga, memang tidak pantas bersanding dengan Jeje.


"Nyonya Inan sudah punya wanita pilihan untuk Tuan Jeje fir, jangan merusak semua yang sudah orang tua tuan Jeje rencanakan, lupakan tuan Jeje fir."


Bu Ani benar-benar memohon pada anaknya, Fira yang mendengar permohonan ibunya begitu sedih. Semua serasa menyakitkan bagi Fira, merelakan orang yang di cintainya untuk menikah dengan orang lain, apa dia akan bisa melakukanya


"Ibu mau kamu berhenti menemuinya, berhentilah berkerja di perusahaan Tuan Jeje, carilah perkerjaan lain fir, ibu tidak mau akan jadi masalah suatu saat nanti jika kamu masih tetap berkerja disana."

__ADS_1


"Tapi bu..."


"Ini perintah ibu fir, kalau kamu masih mau menganggap ibu, lakukan semua yang ibu perintahkan."


Fira yang mendengar ibunya memintanya, hanya bisa pasrah menuruti semuanya. Dia tidak ada pilihan lain lagi. Ibunya adalah orang satu-satunya yang dia miliki.


Fira masuk ke dalam kamarnya dan menghubungi Zara untuk datang ke rumahnya besok pagi.


Semalaman Fira menangis, air matanya mengalir di pipinya, rasa bahagia yang belum lama dia dapatkan seoalah sirna seketika. Kenyataan pahit yang di hadapanya membuat dia begitu lemah.


Tapi dia berusaha kuat, dia ingat bahwa Jeje sedang berusaha meyakinkan ke dua orang tuanya. Dan Fira berharap Jeje akan datang membawanya kembali.


Tin..tin...


Suara klakson motor terdengar, memecah keheningan antara ibu dan anak.


"Itu pasti Zara, Fira ambil suratnya dulu," ucap Fira pada ibu.


Fira melangkahkan kakinya menuju kamarnya, dan mengambil surat pengunduran dirinya. Fira benar-benar merasa bingung, tapi Fira tak mau menyakiti ibunya dengan tidak mendengarkannya. Untuk saat ini dia akan menuruti perintah ibunya, dan dia hanya berharap Jeje akan berbuat sesuatu untuk hubungan mereka.


Fira keluar dari kamar, dan menemui Zara yang sudah di persilahkan duduk oleh Bu Ani.


Zara yang baru datang melihat ibu Fira terlihat berbeda, wajahnya seperti murung dan tak banyak bicara. Zara yang sudah mengenal Bu Ani, sudah tahu bagiamana Bu Ani padanya.


"Ini.." Fira tidak menjawab pertanyaan Zara, tapi dia malah menyodorkan map pada Zara.


"Apa ini?" Zara mengernyitkan dahinya bingung saat Fira memberikannya map.


"Surat pengunduran diri."


"Hah, kamu serius mau mengundurkan diri, apa sebenarnya yang terjadi?" Zara benar-benar tak habis fikir kenapa Fira sampai harus mengundurkan diri.


"Apa jangan-jangan ibu mu sudah tahu semua?" tanya Zara lagi, dan Fira mengangguk.


Zara sudah bisa menebak, jika masalah utama yang menyebabkan Fira mengundurkan diri adalah, masalah hubungannya yang di ketahui ibunya.


"Aku belum bisa cerita ra, tapi tolong berikan surat pengunduran diri ku kepada HRD," pinta Fira.

__ADS_1


Zara hanya bisa menuruti permintaan Fira, "Baiklah, kamu jaga diri, kalau ada apa-apa kabari aku."


Zara tahu sahabatnya begitu sedih dengan masalah yang sedang di hadapinya, tapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa mendukung, dan menguatkan Fira.


Zara yang sudah mendapatkan surat pengunduran diri Fira pun berpamitan dengan Fira dan ibu nya. Dia melajukan motornya menuju kantor. Sesampai di kantor, hal pertama yang dia tuju adalah ruang HRD. Sesuai permintaan Fira, Zara menyerahkan surat pengunduran Fira.


Sebenarnya banyak hal yang ingin Zara tanyakan pada Fira tadi di rumahnya, tapi melihat situasi di rumah Fira masih belum memungkinkan, dia akan menunggu Fira menceritakannya nanti.


Tapi belum sampai Zara sampai di ruangan HRD, Zara bertemu dengan Reza yang juga ingin ke ruang HRD juga.


"Pak Reza," sapa Zara.


"Kamu ada pelu apa kemari?" tanya Reza yang ingin tahu, kenapa Zara pergi ke ruangan HRD.


"Saya ingin menyerahkan surat pengunduran diri Zhafira, Pak," jelas Zara pada Reza.


Reza mengerutkan keningnya, bingung kenapa kekasih Presdirnya mengundurkan diri, dan pengunduran dirinya melalui temannya.


"Berikan padaku," ucap Reza seraya mengulurkan tangannya meminta berkas yang di bawa oleh Zara.


Zara yang di minta untuk menyerahkan berkas pada Reza, langsung memberikan pada Reza. Zara pikir sama saja memberikan kepada HRD, atau pun Reza. Apa lagi, Reza adalah asisten dari Jeje.


Setelah Zara menyerahkan surat pengunduran Fira, dia kembali ke ruangannya untuk melanjutkan berkerja.


Sedangkan Reza yang mendapat surat pengunduran diri, langsung menemui Jeje unthk memberitahukan perihal pengunduran diri yang di kirim oleh Fira.


.


.


.


.


Jangan lupa berikan like dan vote🄰


Mampir juga ke karya lain ku

__ADS_1


dan mampir juga ke instagram aku Myafa16


__ADS_2