Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Fira sampai


__ADS_3

Fira menarik kopernya saat sudah sampai di bandara, dia mengedarkan pandangan, melihat ke sekeliling mencari Adhi. Karena Adhi sudah mengatakan akan menjemputnya.


Saat sedang mencari Adhi, Fira mendengar namanya di panggil.


"Fira," teriak seorang wanita, yang Fira sudah hafal siapa pemilik suara itu, dia adalah Zara.


Fira berjalan ke arah Zara yang sudah memanggilnya. Disana Fira juga melihat Adhi yang berdiri di samping Zara, dan sudah di pastikan mereka berdua datang untuk menjemput dirinya.


"Zara, aku merindukanmu." Fira menghampiri Zara dan memeluknya. Rasanya dia begitu merindukan sahabat itu.


"Aku juga," ucap Zara mempererat


pelukannya.


"Sudah ayo, pelukannya nanti lagi," ucap Adhi membubarkan acara pelukan antara Fira dan Zara.


Mereka bertiga pun berjalan meninggalkan bandara menuju parkiran.


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil, Zara dan Fira duduk di kursi belakang berdua, Sedangkan Adhi di kursi depan karena dia yang menyetir mobil. Mereka berdua di belakang, saling melepas rindu.


"Kamu apa kabar ra?"


"Baik fir, aku masih sebel sama kamu fir, kamu benar-benar nggak anggap aku temen, main kabur aja, nggak bilang ke aku, kalau apa-apa tu cerita fir" Zara tak berhenti berbicara, meluapkan kekesalannya pada Fira


"Kamu masih bawel aje ya ra." Fira yang melihat Zara tak berhenti bicara, begitu mengingat bahwa temannya tetap tak berubah.


"Zara ma belum berubah fir masih tetap bawel," sahut Adhi yang sibuk menyetir.


"Udah kamu diem aja," Zara menepuk belakang kursi Adhi, kesal dengan Adhi ikut mengatainya bawel.


"Kalian makin akrab ya setelah aku tinggal pergi," ucap fira melihat Zara dan Adhi begitu akrab.


"Gimana nggak akrab fir, tiap libur aku selalu diajakin nyariin kamu terus, kamu tahu fir aku itu di ajak ke kampung kamu buat cari kamu, di ajak ketempat saudara- saudara jauh kamu. Sampai pernah fir aku di ajak ke rumah orang yang dikira saudara kamu ternyata bukan, mana udah jauh kampung banget jalannya rusak kejebak lumpur fir disana," keluh Zara pada Fira panjang lebar.


Adhi yang mendengarkan cerita Zara hanya tersenyum, melihat dari arah pantulan kaca depan.

__ADS_1


Fira yang mendengar cerita Zara, merasa bersalah karena membuat teman-temannya kesusahaan mencarinya. "Maafin aku ya, sudah buat membuat kalian susah mencariku."


"Ya, aku maafin," Zara tersenyum menerima maaf dari Fira. "Makanya kamu jangan kabur-kabur nggak ada kabar, kalau ada apa-apa kamu cerita sama aku atau Adhi, kita bakal bantu kok."


"Ya, aku janji nggak akan maen pergi kayak kemarin," ucap Fira, "Makasih banyak ya ra, dhi, kalian sudah baik banget sama aku," Fira mengucapkan seraya memeluk Zara. Adhi yang mendengar pun hanya mengangguk tanda mengiyakan.


"Ngomong-ngomong kamu masih kerja di perusahaan NG," tanya Fira pada Zara.


"Masih lah fir, malah aku dah jadi karyawan tetap," ucap Zara dengan senang.


"Wah hebat kamu." Fira bisa merasakan bagaimana senangnya Zara.


"Iya kalau saja mama Pak Gajendra tidak mengirimu keluar negeri, pasti kamu juga sudah sama seperi aku, jadi karyawan tetap."


Fira berfikir mungkin benar apa yang di katakan Zara, karena dulu mereka bersama-sama melamar ke kantor Jeje.


"Iya tapi nggak apa-apa, sekarang yang penting kamu sudah kerja di kantor bersama Adhi." Zara yang merasa tidak enak mengingatkan Fira langsung mencoba menenangkan.


"Iya."


"Sebegitu frustasinya kamu saat kehilangan aku je, tapi kamu tetap memilih bertunangan."


"Aku denger-denger pak Reza selalu kena omel karena nyari kamu nggak dapet-dapet, gimana mau dapat kalau yang ngumpetin mamanya sendiri," lanjut Zara bercerita bagaiamana, dia tahu keadaan Jeje.


"Kamu dengar dari mana semua itu?"


"Pak Reza yang bercerita padaku, mungkin dia menceritakan, karena hanya aku yang tahu kekasih Presdir itu kamu."


Fira hanya mengangguk mengerti.


"Udah ngegosipnya, dah sampai," Adhi memotong acara bergosip ria antara Zara dan Fira.


Di dalam mobil Fira dan Zara bercerita begitu serunya, sampai saat sudah sampai Fira tidak sadar. .


"Lho dhi kok kesini?" tanya Fira yang bingung, saat mendapati mobil Adhi berhenti di parkiran apartemen Jeje.

__ADS_1


Karena asiknya Fira mendengarkan Zara bercerita, dia tidak sadar kalau mobil Adhi sudah terparkir di apartemen Jeje.


"Rumah kamu dah lama nggak di tempatin pasti kotor fir, dan nggak mungkin kamu tinggal disana, aku pinjam apartemen Bang Daffa disini untuk sementara kamu tinggal," jelas Adhi yang mendengar Fira mempertanyakan kenapa ke apartemen Jeje.


Sejenak Fira memikirkan Jeje yang juga tinggal disini, kemungkinan bertemu dengan Jeje akan lebih banyak. Dan itu aka membuat Fira berat. Tapi yang di katakan Adhi benar, rumahnya memang sudah lama tidak di tempati.


"Sementara fir." Adhi mempertegas lagi, karena Adhi tahu Fira ragu-ragu karena mengingat ini adalah apartemen Jeje juga.


"Aku baru tahu kak Daffa punya apartemen disini," sindir Fira yang masih tak terima.


"Ya udah sih fir, dimana aja asal bisa buat tinggal dulu, nanti kita bersihin rumah kamu bareng-bareng oke," bujuk Zara.


Fira berfikir sejenak, dia menimbang-nimbang apa yang di katakan oleh Zara, akhirnya Fira mengalah pada dua temannya, dan bersedia untuk tinggal di apartemen Daffa sementara.


Mereka berjalan menuju unit apartemen Daffa. Tapi tidak di duga Fira, unit apartemen Daffa bersebelahan dengan unit apartemen Jeje.


"Kok disini?" tanya Fira bingung saat tahu kalau unit apartemen Daffa bersebelahan dengan milik Jeje.


"Kamu kan tahu Bang Daffa temenan sama bang Jeje, wajarlah sebelahan. Disini juga ada unit punya Bang Atta, mereka bertiga kan berteman fir jadi jangan kaget gitu," jelas Adhi.


"Udah ayo masuk," ajak Adhi.


Dengan berat, akhirnya Fira mengiyakan dan ikut masuk ke dalam apartemen.


"Kamu bersihin diri dulu, aku dah pesan makanan, nanti kita makan bareng"


Fira mengiyakan dan masuk kedalam kamar dan membersihkan diri. Setelah membersihkan diri Fira keluar dari kamarnya dan bergabung dengan Adhi dan Zara.


"Ayo makan," ajak Adhi, yang melihat Fira keluar dari kamar.


Fira duduk dan menikmati makan bersama Adhi dan Zara. Mereka menikmati makan dengan bercerita banyak hal selama Fira pergi. Rasanya Fira benar-benar merindukan kegiatan bercerita antara mereka bertiga.


"Ya, sudah kamu istirhata ya, besok aku akan menjemputmu," ucap Adhi saat di depan pintu apartemen, dan berniat pulang bersama Zara.


Fira pun mengiyakan dan menutup pintu setelahnya.

__ADS_1


__ADS_2