
Setelah sebulan Adhi kembali dari luar negeri untuk mengunjungi mamanya, dan berbonus bisa menemukan Fira disana, sekarang Adhi sudah disibukan dengan urusan restoran.
Daffa yang sudah membuka cabang di luar kota, mengharuskan Adhi untuk bolak balik keluar kota membantu Daffa mengurusinya.
Daffa tidak bisa mengurusi cabang yang di luar kota, di karenakan Tania sedang hamil muda, jadi Adhi lah yang mengantikan Daffa mengurus restoran yang diluar kota. Tapi karena Adhi tidak mau menetap di luar kota, adhi harus rela bolak-balik mengecek restoran di sana.
Tok..tok..
Suara pintu ruangan Adhi di ketuk.
"Masuk!!" seru Adhi.
"Permisi Pak, tamunya sudah datang, " ucap karyawan Adhi yang memberitahu Adhi, bahwa orang yang di tunggu sudah datang.
Adhi yang sudah membuat janji dengan sesorang, untuk bertemu di restoran, mengerti yang di maksud karyawannya, "Suruh dia masuk."
Setelah karyawan Adhi keluar, dia mempersilahkan tamu Adhi untuk masuk ke dalam ruangan Adhi.
"Apa kabar dhi," tanyanya saat masuk ke ruangan Adhi.
"Baik Bang, Bang Jeje sendiri apa kabar, silahkan duduk "
Tadi pagi Jeje menghubungi Adhi, karena Jeje ada yang mau di bicarakan dengan Adhi. Adhi pun menyambut ajakan Jeje untuk bertemu, karena dia juga sama, berencana membicarakan sesuatu dengan Jeje.
Jeje yang di persilahkan duduk, menarik kursi di depan meja kerja Adhi, dan duduk tepat di depan Adhi, "Katanya kamu ada yang di bicarakan, aku mau dengar dulu kamu mau bilang apa," ucap Jeje pada Adhi saat memulai pada inti pembicaraan.
"Aku mau Fira kembali kesini bang," Adhi sudah bertekad untuk membawa kembali Fira ke negaranya. Adhi ingin mengembalikan kehidupan Fira yang lama. Adhi tau Fira begitu ingin kembali, tapi Fira masih ragu, dan semua hanya bisa terselesaikan di awali dari Jeje.
"Lalu hubunganya dengan aku apa?" ucap Jeje cuek.
"Ya ada lah bang, Fira masih takut Tante Inan akan mengganggunya lagi, jadi aku mau Abang bisa memberi pengertian pada tante Inan," Sebenarnya itu lah alasan Fira tidak mau kembali karena mama Jeje, maka dari itu Adhi berusaha berbicara dengan Jeje agar mama Jeje, melepaskan Fira, dan tidak menganggu Fira lagi.
__ADS_1
"Tenanglah, aku sudah sepakat dengan mama soal ini, mama tidak akan menganggu Fira, selama aku sudah menuruti semua maunya," Jeje memang sudah meminta mamanya untuk tidak menganggu Fira lagi, dengan balasan Jeje menuruti kemauan mamanya.
"Oke kalau gitu aku percaya sama Bang Jeje," Adhi yang mendengar Jeje, yang sudah menyelesaikan masalah mamanya, merasa lega. Dirinya tinggal memikirkan bagaimana membujuk Fira untuk kembali ke negara ini.
"Bang Jeje mau ngomong apa sama aku?" tanya Adhi yang mengingat, bukan hanya dia saja, yang ingin berbicara.
"Oh itu, aku dengar kamu akan mengurus perusahaan Om Edward disini?" Jeje memastikan kabar yang di dengarnya dari Tuan Edward, bahwa perusahaan barunya, akan di tangani oleh Adhi.
"Iya bang, aku dah setuju, dan aku sudah minta Fira untuk ikut tergabung di perusahaan ini nanti, jadi aku harap setelah Fira kesini Abang bisa penuhi ucapan Abang tadi." semua memang sudah di rencanakan oleh Adhi, setelah tahu Fira ingin sekali kembali, akhirnya Adhi menerima tawaran dari Tuan Edward untuk membangun perusahaaan di negaranya, dan belajar dari Jeje atau pun dari Tuan Edward sendiri.
Dia juga sudah mendiskusiakan dengan Daffa, dan Daffa tidak keberatan. Daffa kan meminta manager restoran lama, untuk mengurus restoran di luar kota, jadi Daffa tidak akan kesulitan mengurus dua restoran, saat Adhi berkerja di perusahaan baru.
"Baiklah," Jeje menyetujui semua permintaan Adhi.
**
Selama sebulan setelah kepergian Adhi dan Jeje sebelumnya, kehidupan Fira sudah kembali normal. Kedatangan mereka yang tiba-tiba menyisakan cerita masing-masing bagi Fira.
Kini Fira sudah di sibukkan dengan perkerjaan kantor yang menumpuk, apalagi sekarang Elen tidak ada, karena cuti melahiran sebulan yang lalu. Sudah sebulan yang lalu juga Elen melahirkan, dan berhenti berkerja. Fira dan Tuan Edward juga sudah berkunjung saat Elen melahirkan, menengok bayi Elen yang lucu.
Sebulan ini jadwal Tuan Edward begitu padat. Tuan Edward yang sedang mempersiapkan perusahaan baru, membuat Fira sibuk menyiapkan segala hal untuk persiapan perusahaan baru.
Saat sedang asik mengerjakan perkerjaanya, Fira di kagetkan dengan suara menyapanya. "Hai fir."
Fira menengadah, dan mendapati Elen ada di hadapanya."Kak Elen," Fira berdiri menghampiri Elen, dan memeluk Elen.
"Ada apa kesini?" tanyanya seraya melepas pelukan
"Tuan Edward memanggilku."
"Oh ya, dia tidak memberi tahuku," tanya Fira bingung, karena dia tidak tahu kalau Tuan Edward membuat janji dengan Elen.
__ADS_1
"Mungkin tidak penting, jadi untuk apa memberi tahu sekertarisnya," Elen tertawa, mencoba agar Fira tidak terlalu bingung.
Akhirnya Fira mengetuk ruangan Tuan Edward, dan mempersilahkan Elen untuk masuk kedalam ruangan Tuan Edward.
Selang beberapa saat Elen pun keluar dari ruangan Tuan Edward.
"Sudah selesai?" tanya Fira yang melihat Elen keluar dari ruangan Tuan Edward.
"Sudah."
"Ada apa sebenarnya sampai Tuan Edward, memanggil Kak Elen?" Fira yang begitu ingin tahu kenapa Tuan Edward memanggil Elen.
"Tuan Edward menayakan ku, apa aku masih ingin berkerja kembali, karena dia sedang butuh karyawan untuk perusahaan barunya"
"Apa kak Elen akan ke luar negeri?" Fira bergitu kaget saat mendapati cerita bahwa, Elen datang untuk membantu perusahaan baru.
"Bukan," elaknya, "Mungkin aku akan mengantikan orang yang akan di pindahkan."
Fira mengangguk mengerti, "Lalu bagaimana anak kak Elen?" Fira tahu betul anak Elen terlalu kecil untuk di tinggal.
"Nanti akan ada orang yang akan mengasuhnya, jadi aku bisa berkerja dengan tenang." jelasnya, "Ya sudah aku pamit dulu ya," Elen pun berpamitan.
"Ya, hati-hati."
Elen pun pergi berlalu meninggalkan meja kerja Fira. Setelah Elen pergi, Fira melanjutkan perkerjaannya.
Sebenarnya Fira sedikit memikiran siapa yang akan di kirim ke luar negeri, dan selanjutnya Elen akan mengantikannya. "Tidak mungkin aku kan?" batin Fira. Dia berfikir mungkin bukan dia, karena perusahaan baru, pasti perlu orang-orang pengalaman, dan dia tidak termasuk ke dalam orang yang berpengalaman.
**
Setelah kemarin Elen datang untuk membahas perkerjaan dengan Tuan Edward, pagi ini Elen sudah mulai berkerja. Kemarin Fira sudah sedikit mengobrol dengan Elen.
__ADS_1