Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Kisah cinta lama


__ADS_3

Alarm ponsel berbunyi, saat jam menunjukan pukul enam. Jeje yang mendengar ponselnya berbunyi, meraba nakas dengan tangan kirinya dan mematikannya. Dia mengerjap, dan mengembalikan kembali kesadarannya yang terbawa mimpi.


Perlahan dia mengeser tubuh Fira yang berada di dalam pelukannya. Tangan kanannya yang semalaman di gunakan untuk mendekap tubuh Fira, merasakan pegal yang luar biasa.


Di pandangnya wajah Fira yang tidak terusik sama sekali, saat Jeje memindahkan tubuh Fira di atas tempat tidur. Saat melihat wajah Fira, Jeje hanya tersenyum. Jeje mengingat wanita yang sekarang tertidur pulas ini, semalaman tidak tidur sama sekali. Dia berceloteh seperti anak kecil, semalaman, dan itu membuat Jeje pusing mendengarkannya.


Jeje menyingkap selimutnya, dan beranjak ke kamar mandi, membersihkan diri dan bersiap ke kantor.


Saat dia sudah selesai, dengan rutinitas paginya, Jeje melihat Fira tidak bangun sama sekali. Jeje yang tidak tega membangunkannya, memilih untuk ke kantor tanpa berpamitan.


*


Fira membuka matanya perlahan, karena sinar matahari yang menembus tirai tipis di kamarnya menganggunya. Fira melihat ke sisi tempat tidur, tapi tidak menemukan Jeje di sana. Di edarkan nya pandangan, mencari jam dinding yang terpasang menempel di dinding kamarnya.


"Hah jam sembilan," mata Fira yang awalnya masih mengantuk, langsung terbuka lebar, saat mendapati dia bangun begitu siang.


Fira beranjak ke kamar mandi, mencari Jeje, tapi tidak menemukannya di sana. Kemudian Fira beralih ke dapur, tapi dia juga tidak menemukannya. Fira hanya membatin, apakah Jeje sudah berangkat kerja.


Dicarinya ponselnya, untuk menghubungi Jeje. Tapi belum sempat dia menghubungi Jeje, dia melihat pesan di ponselnya yang di kirim Jeje terpajang di layar depan ponselnya.


Fira membukanya, dan melihat isinya pesan yang di kirim Jeje, pesan pertama bertuliskan, jika kamu tanya kenapa aku tidak berada di sampingmu, jawabanya adalah aku sudah berangkat berkerja, di bubuhi emotion love di belakangnya. Fira melihat jam pengiriman pesan, dan tertera jam delapan.


Fira beralih pada pesan kedua, yang bertuliskan, kalau kamu tanya kenapa aku tidak membangunkan mu, jawabannya adalah karena aku tidak tega, melihatmu yang tertidur pulas. Fira melihat jam pengiriman pesan, dan tertera delapan lebih 1 menit, itu berarti pesan ini di kirim beruntun.


Dan beralih pada pesan terakhir, yang bertuliskan, aku sudah memesankan makanan untukmu, dan aku meletakkannya di atas meja makan, jadi makan lah.


"Dia sudah tahu aku akan menanyakan ini" Fira menertawakan Jeje yang sangat ahli menebak dirinya.


Saat sedang asik membuka pesan Jeje, Fira melihat satu pesan yang tertera nomer saja, masuk ke aplikasi pesan miliknya. Tidak ada gambar profil di dalam nya, jadi Fira tida tahu siapa pemilik nomer itu. Fira pun membuka dan membacanya. Dalam pesan itu bertuliskan, aku sangat merindukan mu. Fira langsung mengerutkan keningnya, dia bingung siapa yang mengirimi pesan seperti itu. Tapi seketika dia menepis rasa penasarannya, karena dia pikir, mungkin hanya orang salah kirim atau mungkin orang iseng saja.


Akhirnya Fira menuju meja makan, memakan, memakan makanan yang sudah di siapkan Jeje. Saat sedang asik sarapan, suara nada pesan dalam ponsel Fira berbunyi, itu tandanya ada pesan masuk lagi. Dan bisa di tebak, Jeje lah yang mengirim pesan. Fira membacanya, dan ternyata Jeje memintanya untuk makan siang bersama.


Setelah sarapan yang terlampau siang, Fira melanjutkan membersihkan diri dan bersiap ke kantor Jeje.


*

__ADS_1


Fira melihat jam yang terdapat di pergelangan tangannya. Ternyata jam menunjukan pukul sebelas tiga puluh, dan ini belum masuk di jam istirahat Jeje. "Masih jam segini," gumam Fira seraya berjalan masuk ke dalam gedung perusahaan Jeje.


"Nona Zhafira," sapa Valeria saat melihat Fira, di depan ruangan Jeje.


"Hai Nona Varleria," Fira tersenyum membalas sapaan Valeria.


"Apa anda ingin menemui Pak Gajendra?,"


"Iya."


"Pak Gajendra dan Pak Reza belum kembali dari bertemu client," jelas Valeria, "Bagiamana kalau anda, menunggu di ruangan Pak Gajendra saja," tawarnya, dan langsung mempersilahkan Fira masuk ke dalam ruangan Jeje.


Fira masuk ke dalam ruangan Jeje, dan duduk di sofa yang terdapat di ruangan Jeje.


"Apa anda mau minum?" tanya Valaria sopan.


"Tidak terimakasih," tolak Fira halus, "Bisakah kamu menemaniku," pinta Fira yang malas menunggu sendiri di ruangan Jeje.


Valeria pun mengangguk, dan menemani Fira di ruangan Jeje.


"Iya, saya betah disini,"


"Jangan terlalu formal, aku bukan atasanmu," tegur Fira yang mendengar kata saya yang di gunakan Valeria. Valeria pun mengiyakan permintaan Fira.


"Berapa lama dulu kamu berpacaran dengan Jeje?," tiba-tiba Fira terbesit untuk menanyakan hal itu pada Valeria. Mungkin karena tidak ada obrolan yang bisa di bicarakan lagi pikir Fira.


Valaria tertawa kecil, "Lumayan lama, tapi hanya status saja," jawab Valeria pada Fira.


Kedua alis Fira menaut, bingung dengan kata hanya status yang di lontarkan oleh Valeria. "Maksudnya?."


"Dia memintaku untuk menjadi kekasihnya, karena dia ingin terlihat move on saja?," jelas Valeria.


Fira sedikit mengingat bagiamana dia datang ke pesta Valeria. Jeje juga menjadikannya pacar pura-pura, hanya karena dia ingin terlihat sudah move on. Nampaknya itu memang kebiasaan Jeje, batin Fira.


"Apa kamu mencintainya?, saat menjadi kekasihnya?" Fira yang sadar kalau hubungannya yang berawal dari pura-pura berujung serius, tergerak untuk bertanya juga.

__ADS_1


"Kami hanya terlihat saling mencintai, tapi nyatanya kami lebih menganggap hubungan kami, sebagai persahabatan."


"Kenapa bisa begitu," Fira semakin di buat bingung dengan masa lalu Jeje.


Valeria tertawa kecil, "Karena aku mencintai orang lain dan sebaliknya Jeje,"


Fira semakin di buat bingung dengan kisah cinta lama Jeje. Berpacaran tapi mereka tidak saling mencintai.


"Aku di jodohkan oleh ayahku, dan aku mencintai pria itu, walaupun akhirnya dia menghianatiku," Valeria begitu sedih mengingat akan hal itu, saat melanjutkan ceritanya.


Fira yang melihat Valaeria sedih, merasa tidak enak. "Maaf, aku mengungkit cinta lamamu."


"Tidak apa-apa" jawabnya tersenyum.


Belum sempat Fira bertanya siapa wanita yang di cintai Jeje, pintu ruangan Jeje sudah terbuka.


"Sayang," panggil Jeje saat melihat Fira.


Fira yang melihat Jeje masuk ke dalam ruangannya, di buat kaget dan langsung berdiri.


"Kamu sudah lama?," tanyanya seraya mencium pucuk kepala Fira.


"Belum," jawabnya singkat. Fira merasa tidak enak pada Valeria, karena Jeje menunjukan kemesraannya di depan Valeria.


Valeria yang melihat Jeje dan Fira, hanya tersenyum. Dan berpamitan untuk keluar sesaat setelah Jeje datang.


"Apa kamu bosan menungguku?" tanyanya memainkan rambut Fira saat mereka berdua sudah duduk di sofa.


"Tidak, karena Valeria menemaniku."


"Apa yang kamu lakukan bersamanya?"


Fira yang mendapat pertanyaan itu bingung, mau menjawab apa, karena tidak mungkin dia menjawab membahas kisah cinta lama Jeje.


"Hanya menanyakan, apa dia betah berkerja disini atau tidak saja," Fira terpaksa berbohong.

__ADS_1


__ADS_2