
"Pak Reza tadi dari mana?" tanya Valeria saat Reza baru keluar dari ruangan Jeje.
"Kalau sedang berdua panggil nama saja" ucap Reza pada Valeria. Valeria hanya tersenyum dan mengiyakan.
"Tadi saya bertemu dengan nona Ana"
"Untuk apa bertemu dengan nona Ana?" tanya Valeria yang sedikit kaget saat mendengar Reza menemui Ana. Rasa kesalnya pada Ana masih menyelimuti hati Valeri.
"Pak Gajendra mau mengembalikan saham nona Ana"
"Kenapa di kembalikan, apa pak Gajendra nggak ingat apa yang sudah di lakukan hingga membuat nona Zhafira pergi!" seru Valeria yang tidak suka saat mendengar Jeje ingin mengembalikan saham Ana.
"Justru nona Zhafira sendiri yang meminta"
"Hah..nona Zhafira yang meminta" ucapnya mengulang ucapan Reza.
"Iya, nona Zhafira sudah memaafkan nona Ana, jadi dia meminta untuk mengembalikan saham"
"Kalau aku jadi nona Zhafira, aku tidak mau mengembalikan saham nona Ana. Nona Ana sudah mengoda suaminya, dan dia memaafkan dengan mudah"
Reza melihat kilat rasa tidak suka dari Valeria saat Ana mengoda Jeje. Mungkin karena trauma masa lalu, membuat Valeria membenci orang yang suka mengoda suami orang.
"Jangan terlalu membenci, itu hanya akan membuatmu sakit" Reza menatap lekat bola mata Valeria.
"Aku tahu" Valeria menghela nafasnya, meredakan emosinya yang terbawa karena membahas Ana.
"Aku tahu kamu masih belum bisa melupakan sakit hatimu, tapi aku berjanji, bersamaku kamu akan melupakan semua" ucap Reza pada Valeria.
Valeria hanya tersenyum saat Reza mengucapkan kata-kata yang menurutnya begitu menenangkan.
"Terimakasih sudah membuatku percaya lagi akan cinta" ucap Valeria, dan Reza mengangguk.
Sejak Jeje memintanya menunggu Valaria bercerai, Reza berusaha mendekati Valeria. Walaupun awalnya Valeria menolak, tapi Reza meyakinkan, bahwa dirinya buka seperti mantan suaminya.
Valeria pun mencoba menerima cinta Reza, dan menunggu sidang perceraian yang sedang berlangsung, untuk menentukan nasib cinta mereka.
**
Sesuai janji mama Inan, hari ini mama inan sudah menjemput Fira untuk ke tempat Spa. Setelah sampai di tempat spa, mama inan langsung masuk, karena mama Inan sudah melakukan reservasi terlebih dahulu.
Semua sudah di atur oleh mama Inan, dan Fira hanya mengikuti. Karena ini pertama kalinya Fira melakukan spa, dia hanya mengikuti semua arahan mama inan.
__ADS_1
Saat datang Fira langsung diminta untuk menganti bajunya, dan menuju tempat sauna bersama mama inan.
"Fir setelah pesta nanti kita ke dokter kandungan ya " ucap Mama inan saat di tempat sauna.
"Dokter kandungan?"
"Mama hanya ingin kalian cepet dapat anak, mama udah nggak sabar gendong cucu, jadi kita bisa konsultasi ke dokter" ucapnya begitu sangat antusias membayangkan memiliki cucu.
"Iya ma" Fira hanya bisa mengiyakan. Pernikahannya yang hampir berjalan satu bulan lebih, memang terlalu dini membicarakan soal anak. Tapi mencoba berkonsultasi, mungkin akan lebih baik, mengingat mama Inan begitu mendampakan kehadiran seorang cucu.
Setelah tahapan sauna, Fira melanjutkan scrub, dan massage.
Cukup lama Fira dan mama Inan berada di tempat spa, sampai semua proses di jalani.
Fira melihat jam tangan yang melingkar di tangannya, "Kenapa belum datang"
Fira yang menunggu Jeje merasa tidak enak karena membuat mama Inan juga ikut menunggu. Cukup lama Fira dan mama Inan menunggu, hingga akhrinya Jeje datang.
"Maaf lama, tadi ada perkerjaan yang harus di selesaikan" ucapnya saat baru saja tiba.
"Kamu tu!, kasihan istri kamu nunggu" mama Inan memarahi Jeje karena membuat Fira menunggu.
"Maaf sayang" ucapnya menatap Fira.
Setelah Jeje datang, Fira dan Jeje berpamitan dengan mama Inan. Dan Jeje melajukan mobilnya menuju apartemen.
"Aku lapar" ucap Fira saat sedang dalam perjalanan kembali ke apartemen.
Jeje tersenyum mendapati istrinya lapar, dia pun membelokkan mobilnya ke arah restoran terdekat. Mereka pun memilih untuk makan terlebih dahulu sebelum kembali ke apartemen.
Fira memesan beberapa makanan, dan Jeje di buat heran dengan pesanan makanan yang begitu banyak oleh Fira.
"Kamu yakin akan makan segitu banyak?" tanya Jeje sesaat setelah Fira memesan begitu banyak makanan.
"Iya" jawab Fira.
"Apa kamu akan sangup menghabiskan semua?" tanya Jeje lagi, dan Fira menaikkan bahunya tanda tidak tahu. Jeje hanya bisa pasrah, dan berharap Fira akan menghabiskannya.
Setelah makanan datang, mereka menikmati makananan yang mereka pesan, tapi anehnya Fira hanya mencicip setiap makanan tanpa memakannya.
"Sayang kenapa cuma di cicip aja?" tanya Jeje yang heran.
__ADS_1
"Aku hanya ingin tahu rasanya dulu"
Mendengar alasan Fira, Jeje hanya bisa mengangguk, dan melanjutkan makannya.
"Ya sudah sekarang habiskan makanannya" ucap Jeje seraya memasukan makanan ke dalam mulutnya.
Fira terdiam, dan memandang makanan yang ada di depannya. Jeje yang melihat istrinya diam dan tidak makan, akhirnya Jeje tergerak untuk bertanya.
"Kenapa nggak di makan?"
"Aku hanya ingin makan ini saja" ucap Fira seraya menujuk ke arah sup jagung.
"Lalu siapa yang akan menghabiskan makanan ini semua" ucap Jeje menunjuk makanan lain di depannya.
"Kamu" ucap Fira lirih.
Jeje hanya memijat keningnya, rasanya kenapa istrinya hari ini begtiu menyebalkan, dia bahkan memintanya menghabiskan makanan yang sudah Fira pesan, dan itu terlalu banyak.
"Aku yang harus menghabiskannya?" tanya Jeje memastikan, dan Fira mengangguk.
"Sayang, besok hari pesta pernikahan kita, apa kamu mau membuat jas ku besok tidak akan muat?" tanya Jeje dengan nada frustasi. Jeje benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya menghabiskan beberapa makanan di hadapannya, dan akan membuatnya menimbun lemak di tubuhnya.
"Kalau tidak mau ya sudah" ucap Fira membuang muka.
Jeje yang melihat Fira sudah mulai marah, akhirnya pasrah, dan memakan makananan yang Fira sudah pesan. Jeje tidak mau acara besok gagal, karena Fira marah.
Senyum Fira langsung mengembang di wajahnya, menunjukan lesung pipinya, dan itu selalu membuat Jeje tak bisa menolak permintaan Fira.
"Apa kamu sudah puas" ucap Jeje sesaat setelah menyelesaikan menghabiskan seluruh makan di hadapannya. Dan Fira hanya membalas dengan senyuman.
"Setelah ini kamu harus menemaniku olahraga?"
"Baiklah aku akan menememanimu olahraga, sebagai ucapan terimakasihku karena kamu sudah memakan semua yang aku pesan" ucap Fira dengan semangat, "Dimana kita akan olahraga, apakah di tempat gym di apartemen?" tanya Fira.
"Tidak"
Fira mengerutkan dahinya bingung, mau melakukan olahraga dimana Jeje, kalau bukan di tempat Gym yang sudah terdapat di apartemennya.
"Lalu dimana?" tanya Fira yang penasaran.
Jeje mendekat ke arah wajah Fira, "Olah raga di tempat tidur" ucap Jeje dengan suara pelan.
__ADS_1
Fira membulatkan matanya mendengar ucapan Jeje. Fira tidak akan menyangka tempat olah raga yang di maksud adalah tempat tidur.