Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Kemana aku mencarimu


__ADS_3

Jeje mengejar Fira, tapi sayang saat sampai di loby, dia tidak menemukan Fira disana.


Jeje melangkahkan kakinya menuju parkiran, untuk mengambil mobil dan mengejar Fira.


"Wanita kurang ajar!" Seru Jeje saat di dalam mobil. Bagaimana Jeje melihat Ana di ruangannya.


Jeje yang baru saja selesai makan siang, melangkahkan kakinya ke ruangannya untuk melanjutkan perkerjaan.


Saat dia membuka pintu ruangannya, dia di kejutkan dengan seseorang yang duduk di kursinya.


"Siapa kamu?" Tanya Jeje karena hanya melihat orang itu dari belakang kursinya.


"Ana!" Seru Jeje saat Ana memutar kursinya menghadap pada Jeje.


"Hai sayang, sudah lama aku tidak bertemu dengan mu," ucap Ana.


"Mau apa kamu kesini?" Tanya Jeje dengan tajam dan mulai mendekat kearah kursi yang diduduki Ana.


"Ayolah sayang, aku ingin bersenang-senang denganmu."


"Bersenang-senanglah dengan laki-laki mu, untuk apa kamu kemari," ucap Jeje tajam.


Ana tertawa mendengar ucapan Jeje. "Apa kamu cemburu aku selingkuh?"


"Untuk apa aku cemburu?"

__ADS_1


"Ya kamu benar, kamu tidak akan cemburu karena kamu juga selingkuh di belakangku bukan?" Tanya Ana dengan seragai licik.


"Tutup mulutmu, dan berhentilah omong kosong." Jeje sudah mulai geram.


"Ayo kita lakukan perselingkuhan lagi, pasti akan nikmat," ucap Ana dengan suara mengoda.


Jeje mendekat dan mengungkung Ana di bawahnya. "Jangan bermimpi, atau akau akan menghancurkan mimpimu," ucap Jeje tepat di wajah ana.


Ana yang melihat Jeje mendekat dengannya, mulai mendekatkan wajahnya pada Jeje,dan berniat mencium Jeje.


Tapi belum sempat Ana mencium Jeje, pintu sudah terbuka dan terdengar suara memanggil dari balik pintu.


"Jeje," panggil Fira, dan Jeje langsung menoleh.


"Aku harus kemana dulu mencari mu sayang?" Gumam Jeje setelah mengingat kejadian tadi dengan Ana.


Jeje sampai di apartemenya, mencari Fira di setiap sudut apartemen tapi tidak menemukan Fira sama sekali.


"Kenapa tidak ada disini," ucap Jeje saat mencari di setiap sudut apartemennya.


Akhirnya Jeje memutuskan untuk ke kantor Adhi.


Sampai di kantor Adhi, Jeje menuju ruangan Adhi. Di depan ruangan Adhi, Jeje tidak menemukan Fira.


Jeje mengetuk pintu ruangan Adhi.

__ADS_1


"Masuk!" Seru Adhi dan terdengar oleh Jeje.


"Bang Jeje kenapa kesini?" Tanya Adhi saat pertama kali melihat Jeje masuk kedalam ruangannya.


"Apa Fira ada?" Tanya Jeje.


Adhi mengerutkan keningnya sedikit bingung kenapa Jeje menanyakan Fira padanya.


"Bukanya Fira ke kantormu untuk minta tanda tangan," jelas Adhi.


"Iya tadi dia kesana tapi." Jeje terhenti saat mengatakan kenapa mencari Fira.


"Tapi apa Bang?" tanya Adhi


"Tadi Ana ke kantor dan Fira melihatku dengan Ana," jelas Jeje.


"Jadi maksud Abang, Fira pergi karena melihat Abang dengan Ana?" Tanya Adhi memastikan.


"Iya."


Seketika Adhi langsung memukul wajah Jeje, dan membuat Jeje tersungkur.


"Aku sudah pernah bilang jangan sakiti Fira Bang, dan sekarang abang berduaan dengan Ana!" Bentak Adhi pada Jeje.


Jeje memegangi sudut bibirnya yang sedikit berdarah. "Perlu kamu tahu aku tidak melakukan apapun dengan Ana, Fira hanya salah paham," ucap Jeje seraya bangun.

__ADS_1


Adhi tersenyum licik. "Kamu pikir Fira wanita bodoh yang memilih pergi hanya karena salah paham, Fira pergi karena pasti Abang melakukan sesuatu dengan Ana"


"Apa Abang lupa bagaimana sikapnya saat melihat Valeria, dia tidak pergi karena Abang memang tidak melakukan apa-apa," lanjut Adhi.


__ADS_2