Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Melakukan lembut?


__ADS_3

"Kenapa istri saya tidak mual, seperti ibu hamil lainnya?" Jeje yang begitu banyak menyimpan banyak pertanyaan akhirnya menanyakan pada dokter.


"Kondisi kehamilan ibu hamil itu berbeda-beda. Apalagi ketika usia kandungan masih sangat muda. Seperti yang terjadi pada istri anda. Nanti istri Anda akan mengalami mual saat memasuki masa kehamilan 8-14 minggu." dokter menjelaskan pada Jeje.


"Yang terpenting pastikan istri anda mengkonsumsi makanan yang sehat, dan menghindari juga untuk membuat ibu hamil kelelahan."


"Semalam saya melakukan hubungan suami istri, dan dia tampak sangat lelah, apa itu juga termasuk di hindari?" tanya Jeje yang mengingat pergumulan semalam antara dirinya dan Fira, hingga membuat wanita itu tertidur pulas akibat kelelahan.


Fira yang mendengar pertanyaan itu membulatkan matanya, "Kenapa dia bertanya seperti itu," rasanya Fira benar-benar malu di hadapan dokter.


Dokter yang mendengar cerita Jeje hanya tersenyum, "Sebaiknya hindari hubungan suami istri, yang terlalu lama, karena itu akan mengakibatkan kelelahan pada istri Anda, pastikan juga melakukannya secara lembut."


"Melakukan lembut itu berarti tidak ada hujaman atau hentakan?" tanyanya polos pada dokter.


Fira terperangah dengan kata-kata yang Jeje ucapkan. Pipinya langsung merona mendengar ucapan Jeje, dia benar-benar merasa malu. Ingin rasanya dia cepat keluar dari ruangan dokter, agar Jeje tak banyak bertanya lebih banyak dan lebih vulgar.


Dokter pun mendengar kata-kata Jeje sempat tersentak, mungkin dia terlalu kaget saat mendengar pasiennya mengatakan hal itu, tapi dia cepat menormalkan kekagetannya, "Iya benar, hindari hal itu, dan mengantinya dengan gerakan yang lembut, dan usahakan untuk melakukan foreplay dulu agar ibu hamil lebih nyaman."


Jeje yang mendengar pun mengangguk mengerti. Setelah di rasa cukup yang dia tanyakan, akhirnya Fira dan Jeje keluar dari ruangan dokter. Mereka menuju apotek yang terdapat di rumah sakit, untuk mengambil beberapa vitamin yang di resepkan oleh dokter.


Setelah selesai semua kegiatan di rumah sakit, mereka pun memutuskan untuk pulang. Tapi sebelum sampai di apartemen, Jeje mengarahkan mobilnya ke supermarket terdekat.


"Aku akan membeli susu sebentar saja, jadi tunggulah di mobil," ucapnya pada Fira, dan Fira mengangguk. Jeje langsung membuka pintu, dan berlalu ke dalam supermarket.


Sekitar lima belas menit kemudian dia kembali dengan begitu banyak kantung belanjaan. Fira mengerutkan keningnya saat melihat dari kejauhan Jeje membawa beberapa kantung belanjaan, " Apa dia membeli semua susu di supermarket."


Jeje langsung membuka bagasi dan memasukan kantung belanjaan. Tapi karena di bagasi tidak muat, dia meletakan sisa kantung belanjaan di kursi belakang.


Fira yang berada di kursi depan langsung memutar tubuhnya melihat ke arah belakang, dia benar-benar tercengang melihat begitu banyak sekali susu yang dia beli.


"Apa kamu membeli semua susu di supermarket?" Fira yang melihat Jeje sudah duduk di kursi kemudi pun langsung bertanya.

__ADS_1


Jeje menolah saat mendengar istrinya bertanya, "Tadi aku tidak menemukan petugas untuk menanyakan mana susu ibu hamil yang bagus, jadi aku membeli semua merk susu dengan semua variant rasa."


Fira hanya bisa mengeleng-geleng heran dengan ulah Jeje, "Tapi apa kamu sadar itu semua terlalu banyak."


"Ya tidak apa -apa, kamu bisa meminumnya semua secara bergantian."


"Walaupun aku meminumnya setiap hari dengan bergantian rasa sekalipun, itu tidak akan habis sampai aku melahirkan," Fira menajamkan pandangannya pada Jeje. Rasanya dia benar-benar kesal.


Jeje yang melihat Fira kesal merasa mungkin itu akibat kehamilan, jadi dia tidak mau menanggapi terlalu berlebihan, "Kalau terlalu banyak, nanti aku akan sumbangkan, jangan kesal seperti itu, tidak baik untuk bayi kita." Jeje mencoba menenangkan Fira.


Fira hanya bisa menghela nafasnya dan menetralkan emosinya. Rasanya dia terlalu berlebihan marah dengan Jeje, padahal Jeje sudah menjelaskan, kenapa dia membeli sebegitu banyak susu ibu hamil. Fira juga langsung teringat bahwa dirinya sedang hamil, dan tidak boleh terlalu stres.


Sesampainya di apartemen, Jeje langsung mengantarkan Fira untuk beristirahat. "Istirahatlah dulu, aku akan membuatkan makanan untuk mu." Jeje mengecup kening Fira, dan berlalu keluar menuju dapur.


Fira yang begitu lelah pun memilih tidur sebentar, sambil menunggu Jeje yang sedang memasak.


Jeje yang keluar dari kamar, langsung menuju ke dapur, untuk menyiapkan makanan. Dia membuka lemari pendingin dan mulai memasak.


Saat sedang asik memasak, Jeje teringat bahwa dia belum mengabari Reza kalau dia tidak ke kantor. Jeje melihat jam tangannya di pergelangan tanganya, "Jam sebelas belas," gumamnya saat melihat jam. Akhirnya Jeje pun menghubungi Reza dan memberi tahu bahwa dia beberapa hari depan tidak bisa masuk kerja.


**


"Pak Gejendra, dia mengabari, kalau dia tidak akan bisa datang ke kantor hari ini, dan beberapa hari ke depan."


"Lalu kenapa kamu terlihat kesal?"


"Kamu tahu bukan, hari ini kita akan mencari cincin, aku pikir aku bisa izin lebih awal." Reza menghela nafasnya, sebagai bawahan dia harus mementingkan atasannya terlebih dahulu, dan merelakan kepentingannya.


"Kita bisa mencari sepulang kerja, selama mall belum tutup, aku rasa kita masih bisa kesana." Valeria mencoba menenangkan Reza, yang terlihat kesal.


Reza tersenyum, dia tidak menyangka Valeria bisa seketika mengubah mood nya. "Baiklah."

__ADS_1


"Sekarang ayo kita kerjakan perkerjaan kita, agar bisa cepat pulang," Valeria mendorong lembut tubuh Reza, untuk masuk ke ruangannya.


**


"Emm harum sekali!" seru Fira yang baru saja keluar dari kamarnya. Dia yang mencium aroma masakan, tergerak untuk bangun, dan keluar menuju meja makan.


"Kamu sudah bangun?" Jeje yang baru saja meletakkan makanan di atas meja, melihat Fira yang baru saja bangun.


"Iya, aku terbangun saat mencium aroma masakanmu."


"Ya sudah ayo makan." Jeje menarik kursi dan menyuruh Fira untuk duduk.


"Wah sepertinya enak," ucap Fira melihat sepotong salmon pangang dan brokoli di atas piring saji.


"Aku juga sudah siapkan salad buah untukmu," ucapnya seraya menyodorkan semangkuk salad dengan potongan buah segar.


Fira pun langsung memakannya dengan lahap. Rasanya lidahnya benar-benar di manjakan oleh masakan dari Jeje.


"Pelan-pelan," ucap Jeje seraya mengelap ujung bibir Fira, yang terkena saus jeruk dari salmon pangang. Fira pun hanya tersenyum saat Jeje menegurnya.


Setelah selesai makan salmonnya, Fira pun beralih ke salad buah yang di siapkan Jeje. "Apa kita akan menghubungi mama dan ibu untuk memberi tahu?" tanyanya menoleh pada Jeje.


"Kita akan menghubungi mereka nanti setelah makanan, dan aku yakin mereka akan senang mendengarnya." Jeje berucap seraya membelai lembut rambut Fira.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa berikan like dan vote🄰


Mampir juga ke karya lain ku dan instagram aku Myafa16


__ADS_2