Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
S2 Bulan madu (part 1)


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama delapan jam, Fira dan Jeje sampai di negeri sakura. Perjalanan yang begitu lama membuat mereka lelah.


Pertama kali menginjakkan kaki di negeri ini, membuat Fira begitu senang. Sepanjang perjalanan dari bandara menuju hotel, mata Fira tak lepas memperhatikan setiap perjalanan yang mereka lalui.


Sesampainya di hotel, mereka di antar menuju kamar yang sudah mereka pesan. Saat memasuki kamar hotel, Fira di suguhkan dengan pemandangan kota yang terlihat dari kamarnya.


"Indahnya pemandangan dari sini" gumamnya saat melihat bangunan-bangunan berjajar rapi.


Jeje yang sibuk menarik kopernya melihat sang istri sedang menikmati pemandangan kota dari kaca besar di dalam kamar.


"Kita akan istirahat dulu, baru besok kita akan jalan-jalan" ucap Jeje sesaat setelah meletakkan kopernya di sudut ruangan.


"Kenapa kita tidak jalan-jalan di pusat kota yang lebih dekat terlebih dahulu" ucap Fira membalikkan badannya saat Jeje mengatakan bahwa akan berjalan-jalan besok.


"Kita masih punya banyak waktu, jadi kita akan mulai jalan-jalan besok"


Fira mencebikan bibirnya sedikit kesal dengan jawaban Jeje.


Cup..


Jeje mengecup bibir merah Fira, saat Fira terlihat kesal padanya.


"Jangan marah, besok kita akan jalan-jalan" ucap Jeje merengkuh pingang langsing Fira. Fira yang awalnya kesal, akhirnya meredam emosinya. Dirinya tidak mau merusak suasana liburan kali ini.


"Kamu ingat pesan mama kan?" tanyanya dengan suara yang sudah mulai serak.


Fira yang mendengar Jeje mengatakan tentang pesan mama Inan, mencoba mengingat pesan apa. Dan seketika dia langsung teringat pesan apa yang di berikan mama Inan pada mereka berdua.


Fira pun mengangguk saat mendengar ucapan Jeje. Jeje yang melihat Fira mengangguk pun, lansung membenamkan bibirnya di bibir Fira. Direngkuh pingang Fira lebih erat hingga tak ada jarak antara tubuh mereka berdua. Suara desahan kecil mulai lolos dari bibir Fira saat Jeje menciumnya dengan rakus.


Jeje yang mendengar suara desahan Fira pun, mulai Perlahan menuntun Fira ke tempat tidur, membaringkan wanita yang begitu dia cintai, di atas tempat tidur.


Dia menatap lekat bola mata Fira dengan penuh cinta, wajah Fira yang begitu cantik baginya, membuatnya tak berhenti terpesona.


Fira yang melihat Jeje memandanginya, tersenyum manis pada Jeje. Senyuman yang akan memberikan keindahan lesung pipi Fira, dan akan nampak saat pemiliknya menarik garis senyumnya sempurna. Jeje tak pernah ada habisnya mengagumi senyuman Fira, dengan hiasan lesung pipinya, baginya melihat Fira tersenyum memberikan keteduhan untuknya.


Perlahan Jeje mulai membenamkan lagi bibirnya pada bibir Fira, memberikan ******* yang membuat bibir keduanya basah.


Perlahan Jeje menyusuri ceruk leher Fira seraya membuka baju yang melekat di tubuh Fira. Setelah mendapati sudah tidak sehelai benang pun di tubuh istrinya, dia beralih pada baju yang melekat di tubuhnya, dan mereka melanjutkan pergumulan sesaat setelah tak ada penghalang di antara tubuh mereka.

__ADS_1


***


Penyatuan mereka berlangsung cukup lama. Jeje yang selalu saja tak memberi jeda pada Fira. Setiap sudut tubuh Fira selalu membuat candu baginya.


"Tidurlah" ucap Jeje yang melihat istrinya begitu lelah melayaninya.


Jeje membelai rambut Fira yang tidur tepat di atas dada polosnya, memberikan pelukan hangat, untuk sang istri yang begitu dia cintai.


Jeje pun ikut memejamkan matanya, menikmati lelah tubuhnya yang bercampur, antara lelah perjalanan dan lelah penyatuan.


**


Fira membuka matanya perlahan, hal pertama yang di lihatnya adalah ranjang kosong di sampingnya.


"Kamu sudah bangun" ucap Jeje saat keluar dari kamar mandi, dengan mengusap rambutnya yang basah.


Fira hanya mengangguk, dan memandang Jeje, baginya pesona Jeje begitu mengagumkan, dan tak ada bosannya dia memandangi.


"Bersihkan tubuhmu, karena kita akan makan malam" Jeje mendekat seraya mengecup kening Fira.


Fira pun bangun dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Apa kamu yang memesan" tanya Fira yang melihat kursi yang sudah tersedia dengan pemandangan kota yang begitu indah.



"Iya, aku yang menyiapkan semua" ucap Jeje seraya menarik kursi untuk Fira, dan mempersilahkan Fira untuk duduk.


"Kamu selalu membuat ku terbang terlalu tinggi dengan segala yang kamu berikan" Fira menyadari, semua yang Jeje memberikan begitu membuatnya terbuai.


"Dan aku harap kamu tidak akan melepaskan aku saat aku di ketinggian" lanjut Fira.


"Aku tidak akan pernah melepaskan mu"


Akhirnya mereka berdua menikmati makan malam romatis dengan suguhan pemandangan kota yang begitu indah.


**


Pagi harinya sesuai janji Jeje, dia mengajak Fira untuk melihat musim gugur di kota itu. Mereka pergi kesebuah taman untuk menikmati pemandangan.

__ADS_1


Mata coklat Fira berbinar saat melihat pemandangan di depannya. Fira melihat daun-daun berwarna kemerahan, jingga dan menguning, perpaduan yang cantik untuk memanjakan mata. Ditambah udara musim gugur yang menyejukkan membuat dia sangat menikmati perjalanan menyusuri taman.


Beberapa daun berjatuhan, menutupi seluruh jalan. Hingga membuat Fira terkagum-kagum dengan keindahan yang di ciptakan oleh alam.


"Tolong foto aku" ucap Fira pada Jeje seraya menyerahkan ponselnya pada Jeje. Fira tak mau menghilangkan kesempatan untuk mengabadikan moment ini.


Beberapa kali Fira meminta Jeje memfoto dirinya, dengan berbagai gaya, hingga membuat Jeje kesal karena terlalu banyak foto yang di minta Fira.


"Aku lupa" ucap Fira saat sibuk bergaya di depan kamera ponselnya.


"Apa?" tanya Jeje, yang sudah mulai lelah memfoto Fira.


Fira melihat ke arah kanan dan kiri. Akhirnya dia menemukan sesorang, dan minta tolong nya untuk memfoto dirinya bersama Jeje.


"Ayo" ucap Fira mengajak Jeje berfoto bersama.


Setelah mendapat foto berdua, Fira berterima kasih pada orang yang sudah dengan baik memfoto dirinya .


"Aku pikir kamu akan melupakan aku" ucap Jeje sesaat setelah foto bersama.


"Terkadang aku lupa kalau ada kamu di sisiku" ucap Jeje polos memamerkan deretan giginya.


"Maaf" lanjut Fira mengembangkan senyuman di wajahnya.


Jeje tak pernah bisa marah, di saat Fira memberinya senyuman manisnya.


Akhirnya mereka menikmati berjalan-jalan bersama menyusuri jalan dan menikmati warna jingga yang begitu indah.


Setelah cukup lama mereka berjalan-jalan, mereka memutuskan untuk mencari makanan disana.


Restoran berjajar menyuguhkan makanan khas dari sana, yang begitu mengiurkan. Fira yang melihat pun sudah tidak sabar untuk mencoba semua makanan disana.


Setelah memilih restoran untuk makan, Fira memesan makanan. Jeje hanya membulatkan matanya saat Fira memesan begitu banyak makanan.


"Apa dia akan mengorbankan ku lagi untuk menghabiskan semua makanan ini " batin Jeje yang menelan kasar ludahnya.


Sejenak dia melihat kearah perutnya, rasanya dia tidak akan rela bila perut sixpack nya akan di lapisi lemak.


Tapi ternyata dugaannya salah, setelah memesan makanan, Fira menghabiskan semua yang dia pesan. Jeje benar-benar di buat heran dengan porsi makan Fira yang berlipat-lipat dari biasanya.

__ADS_1


__ADS_2