
Sesuai permintaan ibunya Fira menginap di rumah ibunya hari ini. Setelah Adhi pulang Fira pun masuk ke dalam kamarnya. Dia berlalu ke kamar mandi dan membersihkan diri.
"Aku harus hubungin Jeje dulu," gumam Fira saat teringat kalau dia belum menghubungi orang yang sekarang menjadi suaminya itu.
Fira langsung mengambil ponselnya dan menekan nomer Jeje
"Halo sayang, kamu dimana?" Tanya Jeje yang langsung, saat menerima panggilan telepon dari Fira.
"Aku masih dirumah ibu."
"Oh kamu masih dirumah ibu, aku pikir."
"Pikir apa?, pikir masih sama Adhi," potong Fira sebelum Jeje selesai bicara.
"Kamu tahu aja sih," tawa Jeje terdengar dari sambungan telepon.
"Kamu jangan begitu terus sama Adhi, aku sama Adhi kan nggak ada apa-apa, kalau kamu curiga terus, namanya kamu nggak percaya sama aku," kesal Fira pada Jeje, karena Jeje selalu merasa curiga dengan Adhi.
"Aku percaya sayang, maaf," ucap Jeje merasa menyesal.
"Iya aku maafin."
"Jadi lupa kan mau ngomong sama kamu, kamu buat aku marah-marah jadi lupa," kesal Fira.
"Kamu mau ngomong apa memangnya?"
Jeje teringat kenapa Fira belum ada dirumah, "Kamu kenapa belum pulang, aku sudah di rumah."
"Ibu memintaku menginap," jelas Fira.
"Kamu sudah pulang ya?" Tanya Fira. Fira merasa sedikit tidak enak saat mendengar Jeje mengatakan sudah dirumah.
__ADS_1
"Iya aku sudah pulang dan tidak menemukanmu di rumah."
"Maaf sayang, atau kamu menyusul kesini saja "
"Aku lelah sayang, sepertinya aku tidak bisa menyusul kesana," ucap Jeje dengan suara yang memang menandakan dia sangat lelah.
"Ya sudah kamu istirahat saja ya," Fira tidak tega memaksa Jeje untuk kerumah ibunya.
"Ya sayang."
Fira akhirnya mematikan sambungan telepon.
Fira keluar dari kamarnya menemui ibunya yang sedang sibuk memasak.
"Nak Jeje belum pulang fir?" Bu Ani yang melihat Fira pun bertanya.
"Sudah pulang Bu tapi di apartemen, dia lelah jadi nggak bisa kesini."
"Ibu masak apa?, aku kangen masak ibu," ucap Fira seraya memeluk Bu Ani.
"Sudah menikah masih manja saja," ledek Bu Ani pada Fira
"Ya bu, manja sama kangen bedalah."
"Ibu iya saja lah."
"Kok iya saja, Fira dah lama ni nggak berdebat sama ibu." Fira mengoda ibunya.
"Ibu males kalau debat sama kamu nggak menang," elak Bu Ani.
"Ya sudah aku ngalah deh."
__ADS_1
"Dah sana, siapin makanan di meja makan"
"Ya ibu." Kecewa Fira ibunya tidak mau di ajak berdebat
Akhirnya Fira mengalah dan menuruti perintah ibunya untuk menyiapkan makan malam.
**
Setelah Fira memutuskan menginap, pagi ini Fira berangkat dari rumah ibunya.
Tadi pagi Fira sudah meminta Jeje untuk tidak menjemputnya, karena kasihan Jeje harus bolak balik. Fira bilang nanti siang untuk makan bersama saja, karena hari ini Adhi juga ada pertemuan dengan Jeje.
Jeje pun mengiyakan permintaan Fira.
"Kamu berangkat sendiri, fir?" Tanya Bu Ani saat sarapan pagi.
"Iya bu, kasihan Jeje harus bolak balik."
"Bagaimana apa kamu sudah hamil?" Tanya Bu Ani pada Fira.
"Uhuk...uhuk"
Fira yang makan pun tersedak mendengar pertanyaan ibunya.
"Baru juga kemarin bikinnya, masa sudah di tanya hamil belum."
"Bu, Fira dan Jeje baru menikah, kenapa ibu sudah tanya Fira hamil belum." kesal Fira pada bu Ani.
"Ya bukan begitu fir, ibu sudah tua pengen cepat gendong cucu."
Fira yang melihat ibunya yang sangat ingin memiliki cucu merasa sedih.
__ADS_1
"Fira dan Jeje tidak menunda Bu, ibu berdoa saja semoga cepat di kasih."