Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Apa bedanya denganmu


__ADS_3

Sesuai jadwal Adhi hari ini, hari ini Adhi ke kantor Jeje, untuk membahas beberapa proyek baru yang sudah mulai di tangani oleh Adhi.


"Kamu duluan ya dhi, aku mau ke toilet dulu, " pamit Fira pada Adhi saat memasuki kantor Jeje.


"Ya sudah, kamu langsung ke ruangan Bang Jeje aja ya," ucap Adhi, dan Fira mengiyakan.


Adhi berjalan menuju ruangan Jeje. Saat menuju ruangan Jeje, Adhi melihat seorang wanita yang dia kenal di depan ruangan Jeje.


"Kak Valeria," panggil Adhi saat mengetahui kalau wanita yang didepan ruangan Jeje adalah Valeria.


"Adhi, kamu disini?" Tanya Valeria yang sama kegetnya dengan Adhi.


"Iya aku mau ketemu sama Bang Jeje," jelas Adhi pada Valeria. "Kak Val ngapain disini?" Lanjut Adhi bertanya pada Valeria. Adhi sedikit heran kenapa wanita ini ada di kantor Jeje.


"Aku berkerja disini sebagai sekertaris Jeje dhi," jelas Valeria.


Adhi membulatkan matanya mendengar penjelasan Valeria, Adhi begitu kaget saat Valeria mengatakan dia sekertaris Jeje.


"Pantas Fira bilang pernah lihat kak Val, Fira pernah lihat kak Val di pesta pernikahannya," batin Adhi.


"Oh sekertaris Bang Jeje." Adhi sedikit mencerna baik-baik kata sekertaris


"Kamu mau ketemu Jeje ya, ayo aku antar."

__ADS_1


"Iya."


Valeria pun mengantarkan Adhi keruangan Jeje. Valeria mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk layaknya sekertaris pada umumnya, setelah Jeje mengizinkan masuk Valeria mempersilahkan Adhi untuk masuk.


"Makasih kak," ucap Adhi saat Valeria mempersilahkan Adhi masuk. Valeria mengangguk dan keluar dari ruangan Jeje.


"Fira mana dhi?" Tanya Jeje sesaat setelah Valeria keluar. Jeje dari tadi memperhatikan saat Adhi datang sendiri, dan tidak nampak istrinya di belakang Adhi.


"Fira ke toilet Bang."


"Apa maksud semua ini Bang?" Tanya Adhi dengan tatapan tajam.


Jeje mengerutkan keningnya bingung dengan pertanyaan Adhi. "Maksud?, maksud kamu apa aku tidak mengerti"


"Bicaralah yang jelas, aku benar-benar tidak mengerti."


"Kenapa kak Val yang jadi sekertaris Bang Jeje," ucap Adhi masih menahan emosinya.


"Oh.. itu, dia membutuhkan perkerjaan karena orang tuanya bangkrut," jelas Jeje masih dengan tenang.


"Tapi kenapa harus jadi sekertaris Abang?" suara Adhi sudah sedikit meninggi.


"Karena hanya itu lowongan yang kosong."

__ADS_1


"Abang tahu kan kalau kak Val mantan Abang, kenapa Bang Jeje menjadikan dia sekertaris."


"Memangnya kenapa?"


"Bang Jeje tanya kenapa?, ya karena Bang Jeje dulu pernah mencintai kak Val," ucap Adhi dengan tegas.


"Lalu apa bedanya dengan kamu," Jeje balik menatap tajam Adhi.


Adhi mencerna baik-baik ucapan jeje padanya.


"Bukannya kamu dulu juga mencintai Fira?, dan sekarang kamu menjadikannya sekertarismu," ucap Jeje tak kalah tajam.


"Tapi aku sudah tidak mencintai Fira sekarang," elak Adhi yang mendapat pernyataan dari Jeje bahwa dirinya dulu mencintai Fira.


"Lalu kamu pikir aku masih mencintai Valeria begitu?" ucap Jeje sedikit membentak


"Apa kamu tidak bisa melihat bahwa aku mencintai Fira?" lanjut Jeje.


"Tapi Bang, aku hanya tidak mau Fira terluka dengan kedekatan abang dengan kak Val."


"Kamu pikir aku tidak terluka saat kamu dekat dengan Fira?"


Adhi benar-benar tak bisa menjawab apa-apa. Jeje membalikan semua begitu saja pada Adhi. Semua yang di katakan Jeje seoalah tak bisa Adhi sangkal.

__ADS_1


__ADS_2