
Sore ini, setelah pulang berkerja, Fira harus mampir ke boutique terlebih dahulu. Mama Inan tadi mengabari Jeje, kalau mereka harus mengambil gaunnya sendiri. Memang kemarin ada beberapa yang harus di ubah, dan di sesuaikan dengan keinginan Fira, jadi baru bisa di ambil hari ini.
"Kamu kenapa?" tanya Fira yang melihat wajah kesal dari suaminya, saat masuk ke dalam mobil.
"Apa boutique sebesar itu tidak punya pegawai hanya untuk mengantar gaun mu" grutu Jeje sesaat mendapatkan pertanyaan dari Fira.
Fira baru menyadari kekesalan Jeje yang terlihat dari wajahnya, adalah karena mama inan yang memintanya mengambil gaun pernikahannya di boutique. Walaupun secara tidak langsung, Jeje tidak mengatakan tidak mau, dari kata-kata Jeje, Fira menyimpulkan kalau sebenarnya dia tidak mau.
"Apa mengambil gaunku menjadi beban untukmu?" Ucap Fira yang nampak kecewa.
"Kalau kamu tidak mau mengambil, aku bisa mengambilnya sendiri"
Jeje yang mendengar nada bicara Fira yang nampak kecewa langsung mengelak, "Bukan begitu maksudku sayang" ekor mata Jeje melirik ke Fira, dan masih tetap fokus pada jalanan di depannya.
__ADS_1
"Tapi kenyataanya memang begitu, kamu kelihatan kesal hanya karena akan mengambil gaunku, kalau kamu tidak mau, harusnya kamu bilang saja" Fira berucap seraya menatap keluar kaca mobil, rasanya kesal sekali melihat Jeje yang tidak mau menemani mengambil gaun pesta pernikahanya.
Jeje yang melihat istrinya marah, langsung menepikan mobilnya, di bukanya seatbelt dan mengeser tubuhnya menghadap Fira, "Sayang, bukan aku tidak mau, aku hanya berkata apa boutique sebesar itu tidak punya pegawai"
"Kamu pikir aku tidak bisa menyimpulkan, dari kata-katamu tersirat kalau kamu tidak mau" Fira yang sudah bergeser menatap Jeje, menghujami dengan tatapan tajam
Jeje yang mendengar ucapan istrinya, merasa bersalah karena tidak sengaja mengatakan hal itu, niatnya yang mengungkapkan kekesalan kepada pihak boutique, berujung Fira yang menganggapnya tidak mau.
Fira yang mendapat tatapan dari Jeje, tak bisa mengalihkan pandangannya. Pandangan penuh cinta dari Jeje, selalu bisa membuatnya jatuh dalam pesona Jeje.
Fira menghela nafasnya dalam, menghilangkan perlahan emosi yang melingkupi dadanya, "Iya" satu kata terucap dari Fira untuk permintaan maaf dari Jeje.
Jeje yang mendapatkan maaf pun mengembangkan senyumnya, setelah satu kata terucap dari Fira.
__ADS_1
"Sekarang kita ke boutique, kita lihat gaun seperti apa yang kamu pilih" ajak Jeje, dan Fira mengiyakan.
Setelah perdebatan kecil sepasang suami istri, yang terjadi di mobil, berakhir manis dengan permintaan maaf. Jeje melajukan mobilnya kembali ke boutique.
Sesampainya di boutique, Jeje dan Fira melangkahkan kakinya ke dalam boutique. Mereka sudah di sambut oleh para pelayan toko, dan di antar untuk melihat gaun yang di pesan oleh Fira.
"Cantik" satu kata yang lolos dari mulut Fira yang terpesona saat melihat gaun yang ada didepannya.
Jeje yang melihat gaunnya pun tak terpesona, gaun yang di pilih Fira memang sesuai keinginannya. Gaun berkorset berlapis renda putih dengan berkerah v yang dilihat Jeje begitu cantik. Walau di bagian bahu terbuka, tapi masih tertutup dengan lapisan renda.
"Aku rasa akan cantik saat kamu memakainya nanti" bisik Jeje saat Fira masih fokus memandang gaunnya.
__ADS_1