Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Mantan besan


__ADS_3

Seperti janji Mama Inan tadi pagi. Setelah pulang dari kerja, ?ama Inan menjemput Fira.


"Mama, ibu," panggil Fira saat di lobi kantor. Fira menyalami ibunya dan mertuanya.


"Bu Inan jemput ibu tadi fir, katanya mau cari gaun pernikahan kamu," ucap Bu Ani saat melihat putrinya.


"Ya bu, kita mau cari gaun pernikahan, sekalian mama ajak ibu, karena mama katanya kangen sama ibu." Fira berucap dan melihat mertuanya.


"Iya, tadi kita udah kangen-kangenan, ya kan, Bu." mama Inan menceritakan pertemuannya dengan Bu Ani.


"Iya," jawab bu Ani.


"Ya sudah kita berangkat ya,.nanti keburu malam," ucap Fira mengajak ibu dan mertuanya untuk berangkat ke boutique.


Mama Inan menyuruh supir, untuk melajukan mobilnya menuju boutique.


Saat datang, mereka sudah di sambut oleh para pelayan boutique. Dengan status mama Inan yang berasal dari kalangan atas, sudah hal wajar para pelayan boutique akan memperlakukannya istimewa.


"Saya mau cari gaun paling bagus disini, coba kalian tunjukan koleksi kalian," ucap Mama Inan menyuruh pelayan boutique.


Pelayan membawa beberapa gaun pernikahan padaama Inan, dan Fira pun mencoba beberapa.


Setelah mencoba beberapa gaun, pilihan jatuh pada gaun berkorset berlapis renda putih berkerah v.


"Sepertinya ini tidak terlalu terbuka," ucap Fira saat mencoba gaun pernikahannya.


"Mama rasa begitu, Jeje tak akan marah kalau kamu pilih yang ini," ucap mama Inan.

__ADS_1


Mama Inan ingat betul bahwa putranya berpesan untuk tidak memilih gaun terbuka.


Saat sedang asik menyelesaikan berapa detail yang di inginkan oleh Fira, ada seseorang yang menghampiri Inan.


"Sore Nyonya Inan," sapa mama dari Ana.


"Kenapa dia disini, merusak suasana saja," batin Inan.


"Sore," jawab Inan ketus.


"Apa ini calon menantu anda?" Tanya mama Ana kepada Inan, yang melihat Fira sedang mencoba gaun pernikahan.


"Dia sudah jadi menantu saya bukan calon lagi." Inan menjawab dengan ketegasan dan menekankan kalau Fira bukan calon menantu tapi sudah menantu.


"Apa putra anda sudah menikah?"


"Ya putra saya sudah menikah, dan minggu depan kami akan menyelenggarakan pesta mewah," sombong mama Inan pada mama Ana


"Dari tampilan sepertinya bukan dari kalangan atas," cibir mama Ana.


Mendengar mantan calon besannya mama inan merasa geram.


"Tebakan Anda benar sekali Nyonya, tapi menurut saya lebih baik dari kalangan bawah bermoral, dari pada dari kalangan atas tapi tidak bermoral, seperti putri anda yang mencium laki-laki di bar," balas Inan yang begitu geram melihat menantunya di serang.


Fira dan bu Ani yang melihat mama Inan dan mama dari Ana beradu mulut hanya diam. Mereka merasa yang di katakan mama Ana, kalau mereka dari kalangan bawah tidak bisa disangkal oleh mereka.


"Apa yang Anda bilang?" Tanya mama Ana tidak terima Inan mengatakan anaknya tidak bermoral.

__ADS_1


"Saya rasa sudah saya jelaskan tadi, bahwa menantu saya lebih baik dari putri Anda"


"Apa saya harus jelaskan, seperti apa yang putri anda lakukan di bar," tambah mama Inan.


Mama dari Ana benar-benar malu, niatnya ingin mempermalukan mantan calon besannya malah berbalik padanya.


"Tidak perlu anda jelaskan nyonya, saya permisi," ucap mama Ana dan pergi berlalu meninggalkan Inan.


"Pergi sana, ganggu saja" grutu mama Inan sesaat setelah mam dari Ana pergi.


"Ma.." Fira mencoba menenangkan mertuanya.


Mama inan yang sudah mulai tenang menoleh pada Fira dan bu Ani.


"Bu Ani, Fira saya harap jangan dengarkan mereka. Kalian sekarang bagian dari keluarga Nareswara jadi tidak ada kalangan bawah atau kalangan atas lagi," jelas mama Inan.


Fira yang melihat mertuanya berusaha menjaga hati Fira dan ibunya begitu senang.


"Tidak ma, Fira dan ibu tidak akan mengambil hati apa yang mereka katakan," ucap Fira pada mertuanya. "Iya kan bu", Fira beralih menantap ibunya.


"Benar kata Fira bu, kami tidak apa-apa dengan ucapan mereka," jelas Bu Ani.


"Saya memang tidak salah pilih keluarga untuk dijadikan besan," ucap mama Inan seraya tertawa.


Setelah menyelesaikan gaun yang akan di pakai untuk acara pesta pernikahanya, mama Inan mengantarkan Bu Ani lebih dulu untuk pulang.


Setelah mengantarkan bu Ani pulang, mama Inan mengantarkan menantunya pulang ke apartemen.

__ADS_1


"Mama nggak turun ya fir, sampaikan salam mama untuk Jeje," ucap mama Inan sebelum Fira turun


"Iya ma, mama hati-hati ya."


__ADS_2