Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Tukang bubur


__ADS_3

Sesuai janji Zara kemarin pada Adhi, hari ini Zara izin tidak masuk kerja untuk mencari Fira.


Adhi yang di kabari oleh Zara akan mencari Fira pagi ini, harus merelakan tidak berangkat ke kantor hanya untuk mencari Fira.


"Kita cari kemana dulu ni" tanya Zara pada Adhi sesaat setelah Zara masuk ke dalam mobil Adhi.


"Kita cari di taman dekat kampus saja?" Adhi memberi ide untuk mencari Fira.


"Kenapa disana?" Zara sedikit heran kenapa Adhi mengajaknya di taman dekat kampusnya dulu.


"Ini masih pagi,siapa tahu Fira sarapan disana, jadi kita bisa menemukannya disana" ucap Adhi sedikit dengan senyuman licik.


"Ya sudah ayo kesana,"


Adhi melajukan mobilnya menuju taman dekat kampus, sesampainya disana mereka berdua melihat ke sekeliling mencari sosok Fira.


"Kayaknya nggak ada disini" ucap Zara setelah melihat ke segala arah tapi tidak menemukan Fira.


"Kita tunggu di warung bubur aja,siapa tahu Fira kesana untuk sarapan" Adhi berbicara meyakinkan Zara.


"*Apa iya,Fira akan sarapan disin*i " Zara masih menimbang ide Adhi untuk menunggu Fira di tukang bubur.


"Kita harus coba dulu" ucap Adhi dengan yakin.

__ADS_1


Akhirnya Zara mengikuti Adhi untuk menunggu Fira di warung bubur. Mereka berdua berjalan menuju tukang bubur dan duduk di kursi yang tersedia.


"Pak, bubur dua ya" ucap Adhi pada penjual bubur.


"Siap mas"


Zara yang melihat Adhi memesan bubur di buat keheranan, "Kenapa malah pesan bubur,kita kan mau nunggu Fira", ucap Zara sedikit kesal dengan Adhi.


"Kalau kita disini menunggu Fira,.dan kita nggak pesen,.yang ada nanti kita di usir" bisik Adhi pada Zara.


Zara sedikit menjauhkan kepalanya sesaat Adhi berbisik dan dia menatap tajam Adhi.


"Apa iya Fira akan kesini untuk sarapan" batin Zara.


Zara membenarkan kata Adhi, kemungkinan terkecil pun akan di cari untuk menemukan Fira.


"Maafkan aku ya fir, menjadikanmu alasan," batin Adhi tersenyum.


Zara yang melihat Adhi sedikit tersenyum merasa aneh.


"Kamu kenapa senyum-senyum, sepertinya kamu senang Fira hilang?" tanya Zara penuh curiga.


Adhi yang terpergok Zara senyum-senyum berusaha mengelak, "Siapa yang senyum,aku hanya mengingat dulu kita sering sarapan disini bertiga,"

__ADS_1


"Iya dulu kita sering sekali makan disini" ucap zara mengingat seringnya makan di tukang bubur dekat kampusnya.


Tapi seketika terlintas di fikiran Zara, "Yang suka makan disini itu aku dan Fira, dan kamu yang tiba-tiba datang. Jadi yang sering makan disini bukan kita bertiga" Zara sedikit meralat ucapan Adhi yang mengatakan suka makan bertiga.


"Tapi intinya kan makan juga bertiga" elak Adhi.


Perdebatan mereka terhenti saat penjual bubur memberikan bubur yang sudah siap. Adhi yang menerimanya berterimakasih kepada penjual bubur.


"Sudah makan dulu, cari Fira juga butuh tenaga" ajak Adhi untuk makan pada Zara.


"Jangan sampai mencari Fira akhirnya membuat kamu sakit,.Fira pasti juga tidak akan senang" lanjut Adhi


Dalam hati Zara mengiyakan semua yang di katakan Adhi..Kedekatan Zara dan Fira sudah terjalin lama. Zara tahu betul Fira tak suka melihat orang lain susuh.


"Iya Fira paling tidak suka menyusahkan" Zara berucap dengan raut sedih.


"Harusnya, kalau dia merasa sedih karena pak Gajendra,.dia kan bisa bercerita dengan kita,.tidak memilih pergi dan menghadapi sendiri,"


Adhi yang melihat Zara sedih akan kepergian Fira ikut merasa sedih.


"Setelah ini kita cari Fira sampai dapat, oke,


" Adhi mencoba memberi semangat pada Zara.

__ADS_1


__ADS_2