Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Valeria mengizinkan


__ADS_3

"Sayang," panggil Jeje saat Fira memilih pergi, dan meninggalkan Jeje dengan Ana.


Jeje langsung bergerak hendak mengejar Fira, tapi tiba-tiba Ana menariknya kembali tangan Jeje.


"Biarkan dia pergi, masih ada aku disini," ucap An,a dan menarik tangan Jeje.


Jeje yang merasa tangannya di tarik oleh Ana langsung menghempaskan tangan Ana. "Aku akan membuat perhitungan denganmu nanti," ancam Jeje seraya meninggalkan Ana di ruanganya.


**


Fira melangkahkan kakinya ke arah lift, dan saat itu juga lift terbuka, karena Valeria dan Reza baru saja keluar dari lift.


"Nona Zhafira," panggil Valeria yang melihat Fira sudah menangis, dan hendak masuki ke dalam lift.


Fira berlalu begitu saja saat Valeria memanggilnya. Dan lift menutup kembali membawa Fira didalamnya.


Jeje yang mengejar Fira, tapi tidak mendapati Fira di luar ruangannya. Jeje melangkahkan kakinya ke arah lift. Saat sampai di depan lift dia bertemu Valeria dan Reza.


"Mana Fira?" Tanya Jeje pada Valeria dan Reza.


"Nona Zhafira sudah masuk kedalam lift," ucap Reza.


Jeje langsung menekan lift seraya berkata, "Za, urus perempuan di dalam ruanganku, usir dia!, aku tidak mau melihatnya di kantor ini," perintah Jeje pada Reza.


"Baik Pak."


Jeje masuk kedalam dalam lift dan mengejar Fira.

__ADS_1


Valeria yang melihat kejadian ini sedikit di buat bingung. Valeria yang baru tahu dari Fira, bahwa Ana bukan tunangan Jeje lagi, dibuat merasa bersalah karena membiarkan Ana menunggu di depan ruangan Jeje.


"Apa terjadi pertengkaran tadi?" Gumam Valeria


Reza yang di perintahkan oleh Jeje untuk membawa Ana pergi dari ruangan Jeje, langsung melangkahkan kakinya ke dalam ruangan Jeje. Tapi belum sempat Reza masuk, Ana sudah keluar dari ruangan Jeje.


"Silahkan Nona pergi," ucap Reza tegas.


"Tidak perlu kamu usir aku sudah akan pergi," ucap Ana pada Reza.


Ana beralih pada Valeria. "Terimakasih mengizinkanku menunggu," ucap Ana pada Valeria, dan berlalu meninggalkan ruangan Jeje.


Valeria yang mendapat ucapan terimakasih dari Ana, langsung mendapat tatapan tajam dari Reza.


"Apa kamu yang mengizinkan masuk?" Tanya Reza penuh selidik.


"Tadi.." Valeria menceritakan


"Pagi, apa kamu sekertaris baru?" Sapa Ana pada Valeria.


"Iya Nona, saya sekertaris baru"


"Saya Anastasya tunangan Gajendra," ucap Ana memperkenalkan diri.


"Oh ini teryata tunangan Jeje," batin Valeria.


"Apa Gajendra ada?"

__ADS_1


"Maaf Nona, Pak Gajendra sedang keluar untuk makan siang," jelas Valeria.


"Baiklah aku akan menunggu."


"Baiklah Nona, tapi silahkan anda bisa menunggu di ruang tunggu loby, karena saya juga akan istirahat," ucap Valeria dengan sopan.


"Apa kamu lupa, aku tunangan Gajendra, untuk apa aku menunggu di loby," kesal Ana pada Valeria.


"Tapi Nona di ruangan ini tidak ada orang," ucap Valeria.


Valeria merasa tidak enak meninggalkan ruangan Jeje dengan keadaan ada orang lain di ruangan Jeje, tapi perutnya begitu lapar.


"Apa kamu pikir aku akan mencuri di kantor calon suami ku?" Tanya Ana dengan tajam.


"Maaf Nona bukan maksud saya begitu."


"Baiklah silahkan anda menunggu disini."


Valeria benar-benar pasrah, karena dia merasa tunangan Jeje ada benarnya, kalau dia tidak akan macam-macam di kantor calon suaminya sendiri.


"Aku bisa mengerti tapi lain kali tunggulah dulu bila ada tamu" ucap Reza pada Valeria, setelah Valaria menceritakan semuanya.


"Aku benar-benar tidak tahu kalau dia bukan tunangan Pak Gajendra lagi, dan aku baru tahu tadi," jelas Valeria.


"Apa Pak Gajendra akan memecatku?" Tanya Valeria pada Reza dengan wajah pucat, karena merasa bersalah mempersilahkan Ana untuk menunggu di ruangan Jeje.


Reza yang tak tega pada Valeria mencoba menenangkan. "Aku akan bicara pada Pak Gajendra kalau kamu tidak bersalah"

__ADS_1


"Terimakasih Pak Reza," ucap Valeria dengan senyuman tulusnya.


Reza yang melihat Valeria tersenyum sedikit gugup. "Sama-sama," ucap Reza.


__ADS_2