Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Jeje junior


__ADS_3

Setelah membersihkan diri, mereka kembali ke apartemen sebelah. Karena stok makanan sudah habis akhirnya mereka memilih untuk memesan makanan.


"Jadi kamu kerumah ibu?" tanya Fira sesaat setelah makan.


"Iya"


"Aku sengaja tidak kesana, agar tidak membuat cemas ibu, kenapa kamu kesana?" Fira berubah sedih saat mengingat ibunya akan sedih.


"Aku benar-benar panik mencarimu, jadi aku memutuskan kesana"


Fira tidak bisa menyalahkan Jeje, ini juga sebagian adalah salahnya yang memilih pergi. Tapi membuat cemas orang-orang sekitarnya, Fira merasa tidak enak.


"Sebenarnya kamu mencariku kemana saja?"


"Aku ke rumah mama, ke tempat Adhi dan ke tempat Zara, selebihnya aku keliling kota ini"


"Ya Tuhan, memalukan sekali semua orang tahu aku pergi"


Setelah mendapat penjelasan dari Jeje. Akhirnya Fira memutuskan untuk menghubungi mereka semua. Fira merasa benar-benar tidak enak terutama kepada mertuanya.


Pertama yang dihubungi Fira adalah ibunya. Fira meminta maaf karena membuat cemas. Bu Ani pun tidak marah, tapi dia memberi beberapa nasehat untuk anaknya. Dan Fira mendengarkan dengan baik.


Kemudian Fira menghubungi mertuanya. Tanggapan berbeda di terima oleh Fira. Mama inan malah mengungkapkan kegeramannya pada Ana. Dan meminta maaf pada Fira, karena pernah menjodohkan Jeje dangan Ana. Fira yang mendapat permintaan maaf merasa tidak enak, dan meminta untuk sama-sama melupakan kejadian itu.


"Kenapa lama sekali" keluh Jeje disamping Fira yang menunggu sangat lama.


"Sebentar, aku akan menghubungi Zara dan Adhi terlebih dahulu"

__ADS_1


Jeje pun mengalah, dan membiarkan Fira menghubungi teman-temannya untuk memberi kabar.


Selanjutnya Fira menghubungi Zara. Zara tak kalah heboh saat menerima panggilan telepon dari Fira. Zara meluapkan kekesalannya pada Fira. Dan Fira menanggapi dengan permintaan maaf.


Terakhir yang Fira hubungi adalah Adhi. Kepanikan terdengar dari Adhi saat mendengar suara Fira. Fira menjelaskan semua, dan ada kelegaan di dengar oleh Fira. Adhi juga meminta untuk menyampaikan maaf pada Jeje, dan Fira pun sedikit bingung permitaan maaf apa yang di sampaikan, dan akhirnya Fira mengiyakan saja permintaan Adhi.


"Apa sudah selesai kamu menghubungi mereka semua?" tanya Jeje yang dari tadi menunggu cukup lama, Fira menghubungi beberapa orang untuk menjelaskan kemana dia pergi.


"Sudah"


"Tadi Adhi menitipkan permintaan maaf pada mu, memang apa yang di lakukan" Fira menatap pada Jeje menunggu jawaban kenapa Adhi sampai meminta maaf pada Jeje.


"Oh, dia memukulku"


Fira yang mendengar langsung terkaget, "Apa memukulmu"


"Iya"


"Disini" Jeje menujukan ujung bibirnya.


Fira langsung merabanya ujung bibir Jeje yang dia tujukan, "Apa sakit", tanya Fira.


"Auw..sakit" pekik Jeje saat Fira menyentuh ujung bibirnya. Memar yang ada memang sudah tidak terlalu terlihat jelas, tapi memang masih menyisakan sedikit nyeri.


Fira mengerutkan dahinya mendengar Jeje yang kesakitan saat di sentuh, "Bukannya tadi saat menciumku kamu tidak mengeluh?", tanyanya heran.


"Kalau di sentuh dengan bibir, rasa sakitnya seketika hilang. Ciuman adalah obat paling mujarab" ucap Jeje mengoda Fira.

__ADS_1


Fira hanya bisa mengeleng-gelang mendengar penuturan suaminya.


"Jadi sekarang berikan aku obatnya" Jeje mencoba mendekat pada Fira.


Tapi belum Jeje mendekat, Fira langsung mendoroangnya.


"Apa kamu tidak berkerja?, tanya Fira yang baru sadar kalau Jeje tidak berangkat berkerja.


"Apa kamu lupa aku bosnya, tidak masalah aku tidak berangkat"


Fira terkekeh saat mendengar ucap sombong suaminya, "Iya, bos selalu bebas ya", sindir Fira.


"Iya, yang nggak bebas itu kamu, kalau kamu yang nggak masuk, Adhi akan memecatmu" Jeje berucap seraya tertawa.


Fira yang mendengar ucapan Jeje sedikit kesal, tapi juga membenarkan. Sebagai karyawan biasa, dirinya tidak bisa seenaknya tidak masuk seperti saat ini.


Jeje yang melihat raut wajah Fira yang berubah menyadari.


"Berhentilah berkerja, aku masih bisa memenuhi semua"


"Aku tahu, tapi aku hanya bosan di rumah sendiri saat kamu berkerja" Fira mencebikan bibirnya, Fira memang tidak bisa membayangkan kalau harus di rumah sendiri saat Jeje berkerja.


"Kalau begitu kita buat agar kamu tidak sendiri"


"Caranya?" tanya Fira yang tidak mengerti.


"Kita buat Jeje junior agar rumah tidak akan sepi" ucap Jeje seraya mengendong Fira ala bridal style ke dalam kamar

__ADS_1


Penyatuan mereka kembali terjadi. Membuat Jeje junior yang akan menemani hari-hari mereka nanti.


__ADS_2