
Mendengarkan kata-kata mertuanya, jeje memutuskan untuk pulang. Sudah dua hari Jeje mencari Fira tapi tidak ada tanda keberadaan Fira.
Sesampainya di apartemen Jeje merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Tubuhnya begitu lelah mencari Fira dua hari ini. Jeje benar-benar tak memperdulikan dirinya, fokusnya hanyalah mencari istrinya.
Saat dia ingin memejamkan matanya, tiba-tiba dia merasakan perutnya berbunyi.
"Sepertinya aku lapar" gumam Jeje saat mendapati perutnya berbunyi.
Jeje mengingat-ingat kapan terakhir kali dia makan, seketika dia ingat kalau tenyata terakhir kali dia makan sebelum bertemu Ana di kantor. Sebelum Ana datang dia memang pergi untuk makan siang dengan Reza. Tapi tak ada yang menyangka kedatangan Ana merusak hidup Jeje seketika.
Jeje mencoba bangun dari tempat tidur, melangkahkan kakinya menuju dapur, berfikir apa mungkin ada makanan yang dia bisa makan atau bahan makanan yang dia bisa masak.
Saat membuka lemari pendingin, Jeje di kejutkan dengan isinya yang kosong. Tak ada makanan yang bisa dia makan atau bahan makanan yang bisa dia masak untuk makan malamnya.
"Apa Fira tidak mengisinya" batin Jeje.
__ADS_1
Jeje mencoba mengingat-ingat kapan terakhir Fira belanja.
"Sepertinya sebelum Fira pergi, aku mengantarkannya berbelanja"
Karena tidak menemukan apa-apa di dalam lemari pendingin, akhirnya Jeje memesan makanan lewat ponselnya.
Di ambilnya ponselnya dan memilih beberapa menu yang yang dia inginkan.
Selang beberapa saat dia membuka pintu dan menerima makanan dari kurir. Jeje menuju meja makan dan membuka makanan.
Sejenak Jeje terdiam, memikirkan perubahan hidup yang dia dapati sekarang. Dulu mungkin makan sendiri seperti sekarang, menjadi hal biasa yang Jeje alami.Tapi setelah ada Fira, hidupnya berbeda.
Jeje mengingat di meja makan terkadang selalu ada perdebatan antara Jeje dan Fira, tapi tidak membuat Jeje dan Fira bertengkar hebat seperti sekarang. Fira pergi tanpa ada perdebatan dulu.
"Berdebatlah denganku dulu sebelum memutuskan pergi, maka kamu akan tahu kebenarannya" gumam jeje mengusap kasar wajahnya.
__ADS_1
Jeje mengela nafas dalam,manahan sesak di dadanya. Rasanya Jeje benar-benar tak bisa menelan makanan yang ada.
"Kalau aku sakit aku tidak akan bisa mencari Fira" ucap Jeje menyemangati dirinya sendiri saat dia tak ingin makan.
Berbeda dengan kepergian Fira yang pertama, penyesalan begitu di rasakan oleh Jeje. Dulu saat Fira pergi Jeje benar-benar tidak tahu alasan Fira, sampai dia mendapati mamanya alasan Fira pergi. Tapi kali ini Fira pergi karena kesalahannya.
Setelah makan Jeje membersihkan diri menuju kamar mandi. Saat memperhatikan kamar mandi, mata Jeje mengamati beberapa sampo dan sabun yang tersusun rapi.
Dalam hatinya hanya menerka apa yang nampak beda. Apa dia yang salah memperhatikan selama ini,atau hanya perasaan saja karena beberapa hari di sibukkan mencari Fira fokusnya jadi berkurang.
Sesaat setelah mandi Jeje membuka lemarinya dan mengambil bajunya, sejenak Jeje menatap lemari Fira setelah memakai baju. Jeje mencoba membukanya,menatap setiap susunan yang tertata rapi.
Jeje bergegas ke meja kerjanya, mengecek beberapa hal terlebih dahulu.
"Harus ada yang aku kerjakan." Jeje membuka laptopnya dan mengerjakan apa yang harus dia kerjakan, mencari file yang dia inginkan.
__ADS_1
"Selesai." Satu kata yang terucap saat dia mendapatkan File yang di cari.
Malam semakin larut tapi tak menyurutkan langkah Jeje, di ambilnya kunci dan keluar dari apartemennya.