Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Adhi bertemu mama


__ADS_3

Sudah seminggu Fira berkerja di kantor Tuan Edward. Rasanya Fira seperti menemukan semangat baru dalam hidupnya. Dia sangat berharap ini adalah awal baru dalam hidupnya setelah banyak hal yang sudah di alami.


"Fir, beberapa hari kedepan kamu kosongin jadwal Tuan Edward ya." Elen memberi perintah pada Fira. Fira yang mendengar perintah Elen pun mengangguk.


Fira sudah tahu, untuk apa Elen memintanya mengosongkan jadwal Tuan Edward seminggu ke depan. Yaitu, karena Tuan Edward dan Nyonya Ayu, akan menghadiri acara pernikahan Daffa.


"Baik kak." Fira memanggil Elen dengan sebutan kak, sesuai yang di minta oleh Elen.


Sebulan kedepan Fira masih berkerja bersama dengan Elen, karena masa berakhir kerja Elen, masih dalam sebulan kedepan. Dan dalam sebulan kedepan Fira tidak akan menyianyikan waktu untuk terus belajar dari Elen.


**


"Apa mama akan datang dengan suaminya?" tanya Adhi saat memasuki kamar Daffa.


"Iya, mereka sedang dalam perjalanan kemari." Daffa yang di hubungi oleh mamnya tadi pagi mengenai keberangkatannya, menjelaskan pada Adhi.


"Apa kamu sudah siap bertemu mama?" Daffa tahu adiknya sebenarnya belum terlalu siap menemui mamanya. Dan karena acara pernikahannya, mereka akan di pertemukan.


"Siap atau tidak waktu seperti ini akan datang, aku rasa aku akan mencoba menerima seperti apa yang abang lakukan."


Daffa yang mendengar Adhi sudah berusaha menerima merasa senang. Pikirnya ini permulaan yang bagus, menjalin hubungan antara Adhi dan mamanya. "Kamu benar, sudah tiba waktunya kamu bertemu mama."


Adhi hanya acuh mendengar ucapan Daffa.


"Cobalah lebih dekat lagi dengan mama, mungkin kamu bisa ikut kesana dan menetap disana." Mamanya yang sudah menceritakan, bahwa dia ingin Adhi tinggal bersamanya, membuat Daffa membujuk Adhi untuk tinggal di sana.


Sebenaranya Daffa bisa saja bilang kalau Fira disana, dan sudah pasti Adhi akan langsung kesana. Tapi hal itu urung di lakukan, karena Daffa mau adiknya kesana karena mamanya bukan karena Fira, menurut Daffa bertemu Fira adalah bonus yang akan Adhi dapat.


Selama Daffa masih bisa menyimpan dengan baik keberadaan Fira, Fira tidak akan kemana-man, dan Adhi akan mudah menemukannya saat dia kesana.


"Jangan mulai Bang, aku mau menerima saja sudah bagus, jangan meminta aku melakukan lebih," kesal Adhi pada Daffa.


Daffa tahu, tidak akan mudah membujuk Adhi. "Baiklah tapi aku mau kamu coba kesana setidaknya berkunjung saja."


"Ya, itu akan aku pertimbangkan."


Daffa yang mendengar Adhi mau berkunjung ke rumah mamanya sangat senang, dia berharap, Adhi bisa bertemu dengan Fira.

__ADS_1


"Besok tolong kamu yang menjemput mama di bandara dan mengantar mama ke hotel," pinta Daffa pada Adhi dan hanya mendapat anggukan tanpa jawaban saja.


**


Keesokan harinya Adhi menjemput mamanya di Bandara sesuai dengan permintaan Daffa. Dia melajukan mobilnya menuju Bandara.


Sesampainya di sana, dia berjalan menuju ruang tunggu Bandara. Saat berjalan banyak mata wanita yang memandangnya.


Adhi termasuk pria dengan tubuh tegap atletis, seperti hal nya kakaknya. Kulit putih dan mata hazelnya, mampu meluluhkan setiap wanita yang melihatnya.


Adhi menunggu cukup lama, sampai saat dia melihat dari kejauhan seorang wanita paruh baya yang dia kenali. Adhi melihat wanita itu berjalan bersama seorang pria.


"Ma.." panggil Adhi pada seorang wanita paruh baya.


Adhi melihat mamanya yang belum banyak berubah, mamanya masih secantik seperti terakhir kali dia melihatnya.


"Adhi..." panggil Nyonya Ayu saat melihat anaknya.


"Adhi, ini Adhi," ucap Nyonya Ayu masih tak percaya melihat anaknya di depan matanya.


Nyonya Ayu mengingat, terakhir kali dia meninggalkan Adhi, waktu Adhi masih sekolah menengah. Dan perubahan Adhi yang sekarang begitu drastis. Batin Nyonya Ayu berkata, dia tumbuh tampan seperti papanya.


"Iya ini Adhi ma," ucap Adhi, dan langsung dapat pelukan hangat dari mamanya. Rasanya sudah lama dia tidak di peluk seperti ini. Ada sedikit rasa bahagia di hatinya, tapi belum bisa mengurangi rasa sakit yang mamanya pernah berikan.


Nyonya Ayu yang memeluk putranya, lansung menangis, tak perduli orang melihatnya. Rasa bahagia saat melihat dan memeluk putranya adalah hal utama. Kerinduan yang amat di rasanya, di tumpahkan dengan dekapan hangat pada sang anak.


"Ma, kita lanjutkan nanti saja," ucap Adhi yang mulai berasa tidak nyaman, saat banyak orang melihatnya.


"Adhi benar ma," Tuan Edward pun membenarkan, dan Nyonya Ayu langsung melepas pelukannya.


Mata Adhi langsung menatap Tuan Edward, yaitu suami dari mamanya. Di lihatnnya dengan seksama wajah pria di hadapannya. Pria paruh baya dengan badan tegap, yang masih gagah di usia yang cukup tua, yang di lihat oleh Adhi.


Ini adalah kali kedua Adhi bertemu dengan Tuan Edward. Pertemuan pertamanya, adalah saat mamanya menikah, dan setelah itu Adhi tidak mau bertemu lagi, saat mamanya memintanya ikut tinggal bersama mereka.


"Om." Adhi mengulurkan tanganya menjabat tuan Edward. Walau sebenarnya sedikit cangung tapi mungkin ini awal yang baik untuk pertemuan mereka.


Tuan Edward yang melihat Adhi mengulurkan tangannya, menerima uluran tangan Adhi.

__ADS_1


Adhi pun meminta mereka untuk masuk ke dalam mobil, dan mengantarkan mereka ke hotel untuk beristirahat.


**


Malam harinya Adhi, Daffa, mamanya, dan Tuan Edward makan malam bersama. Mereka mencoba mendekatkan diri, manjalin hubungan lebih baik.


"Abang kamu sudah mau menikah, kamu kapan?" tanya Nyonya Ayu pada Adhi.


Adhi yang mendengar pertanyaan mamanya, hanya tersenyum, "Wanita yang Adhi cintai belum ketemu ma," jelasnya.


"Belum ketemu, memangnya hilang," goda Nyonya Ayu pada putranya.


"Dia memang hilang entah kemana." Adhi mengingat Fira yang sudah hampir enam bulan ini belum dia temukan. Rasanya dia tidak tahu harus mencari kemana lagi.


"Nanti saat Adhi menemukan wanitanya, dia akan segera menyusul ma," bela Daffa pada mamanya.


"Oh ya, di rumah mama ada..."


Belum sempat Nyonya Ayu mengatakan bahwa ada Fira di rumahnya, Daffa langsung mengeleng, memberi tanda untuk tidak mengatakan hal bahwa Fira disana.


Nyonya Ayu yang mengerti tanda dari Daffa pun, langsung menghentikan ucapannya.


"Di rumah mama ada apa?" tanya Adhi yang melihat mamanya berhenti bicara.


Nyonya Ayu bingung menjawab apa pada Adhi. Dia tidak menemukan jawaban di pikirannya.


"Di rumah mama ada hal menarik dhi, dan kamu harus kesana untuk melihatnya." Daffa mencoba menjawab pertanyaan Adhi yang di tujukan untuk mamanya.


Adhi hanya diam, dan tidak terlalu tertarik membahas, permintaan untuk kerumah mamanya.


.


.


.


Jangan lupa like🄰

__ADS_1


__ADS_2