
Setelah tadi pagi Fira dan Jeje melakukan penerbangan pertama. Pagi ini Jeje dan Fira sudah sampai di salah satu pulau kecil di negaranya. Saat tiba di bandara Jeje dan Fira sudah di jemput menuju hotel. Mereka harus menyebrang terlebih dahulu untuk mencapai tempat bulan madu mereka.
Sepanjang perjalanan Fira benar-benar senang. Saat menyebrangi lautan, Fira benar-benar melihat lautan yang biru, terbentang luas. Beberapa burung berterbangan menghiasai langit yang berada di atas lautan. Kapal yang menerjang lautan melewati deburan ombak membuat, tubuhnya ikut bergoyang mengikuti gerakan ombak.
"Lihat lah lautan begitu luas, kapal ini seolah akan sulit menemukan ujungnya," ucap Fira yang melihat pemandangan di depannya.
"Lautan ini memang tidak berujung, tapi kapal ini akan tetap berujung di dermaga. Seperti kapal ini, cintaku berujung di dermaga cintamu," ucapnya seraya menyelipkan rambut Fira di balik telinga. Rambut Fira yang tertiup angin, berterbangan menutupi wajahnya.
Fira langsung tersenyum mendengar ucapan Jeje. Rasanya dia begitu di cintai oleh Jeje.
Fira langsung memeluk Jeje, menyalurkan rasa bahagianya. Mereka berdua pun menikmati lautan yang memberi ketenangan jiwa.
***
Sesampainya kapal di pelabuhan, Fira dan Jeje di antar menuju ke hotel tempat mereka menginap. Sepanjang perjalanan menuju hotel Fira di suguhi pemandangan pantai yang indah dengan hiasan pohon kelapa di sekeliling pantai.
Tiba di hotel Jeje pun menarik kopernya, menuju kamar, setelah tadi petugas hotel menyerahkan kunci kamar.
Fira yang meminta kunci dari Jeje, begitu bersemangat membuka pintu kamar. Fira begitu kaget saat melihat pemandangan dari kamarnya. Pantai begitu terlihat jelas dari jendela kamarnya. Kamar hotel yang menghadap ke pantai, membuat pemandangan pantai lebih indah di lihat dari atas.
"Ayo kita ke pantai," ajak Fira pada Jeje saat baru sampai di hotel.
"Nanti sore saja sekalian sunset " ucap Jeje yang masih menarik koper, dan meletakkan di sudut kamar. Jeje yang melihat Fira begitu bahagia melihat pantai dan langsung mengajak Jeje hanya tersenyum.
"Kenapa?" tanyanya berbalik menghadap Jeje.
__ADS_1
Jeje mulai melangkahkan menutup tirai jendela kamar hotel, dia langsung beralih pada Fira, dan memeluknya.
Fira yang mendapat pelukan dari Jeje, tahu apa maksud dari Jeje, "Apa kita tidak bisa melakukan malam nanti saja, aku rasa ini terlalu pagi," ucap Fira gugup. Sebenarnya bukan Fira menolak, tapi Fira masih merasa sangat takut melakukan hal itu sekarang.
"Aku rasa, waktu tidak akan ada pengaruhnya," bisik Jeje pada Fira.
Fira yang mendengar Jeje berbisik merasakan sesuatu dalam dirinya, hembusan nafas Jeje menyeruak membuat dirinya terlena. Fira yang tadi menolak, seolah tak kuasa menahan perasaan apa yang entah baru pertama kali dia rasakan.
Perlahan Jeje beralih menyusuri wajah Fira, di lihatnya lekat wajah wanita yang sudah jadi istrinya ini. Jeje memperhatikan bibir ranum Fira yang sudah bagai candu baginya, perlahan Jeje mulai membenam kan bibirnya pada bibir Fira dengan lembut, memberi gigitan kecil dan lum*tan. Fira yang mendapat ciuman dari Jeje pun membalasnya.
Jeje perlahan melepas ciuman di bibi Fira, dan beralih mengendong Fira ala bridal style menuju ke tempat tidur. Dia membaringkan Fira dengan perlahan.
Jeje mulai merangkak naik di atas tubuh Fira, membenamkan kembali bibirnya pada bibir Fira. Setelah mencium Fira, dia beralih pada leher jenjang milik Fira. Memberi kecupan-kecupan yang kan meninggalkan bekas nanti.
Fira yang mendapati Jeje, memberikan kecupan pada lehernya, membuatnya meloloskan erangan kecil.
Jeje mulai beralih menanggalkan bajunya, dan membuang ke sembarang tempat. Fira yang mendapati Jeje sudah tidak memakai baju hanya tercengang. Walau sudah biasa melihat perut Jeje yang bak roti sobek, tetap saja menjadi daya tarik tersendiri untuk Fira.
"Hari ini aku akan memberikan haknya"
Jeje mulai mendekat mengakses setiap inci tubuh Fira. Memberi kecupan-kecupan pada tubuh yang sudah tak berpenghalang. Dia memberi kecupan yang akan meninggalkan bekas nanti di seluruh tubuh Fira.
Perlahan Jeje mulai mengarahkan, dan melakukannya dengan lembut, Fira yang mendapati rasa sakit hanya mencengkram erat tubuh Jeje. Jeje pun berhenti sejenak saat melihat Fira yang merasa sakit. Dia mengecup Fira walaupun tidak akan meredakan rasa sakit yang di rasakan Fira.
Saat di rasa Fira sudah menetralkan dirinya, Jeje melanjutkan aksinya. Fira pun mengikuti setiap irama yang Jeje buat, saling membalas dan saling memberi. Suara erangan memecah keheningan kamar hotel, sampai saat dimana mereka mencapai puncak.
__ADS_1
Setelah menyelsaikan semuanya, Jeje mengangsur tubuhnya, merebah di samping tubuh Fira. Menikmati sisa sisa deru nafas lelah, yang masih di terasa.
Jeje memiringkan tubuhnya, memperhatikan wajah Fira yang memejamkan matanya, karena begitu lelah. Jeje tidak menyangka, wanita yang menjadi istrinya ini, sekarang menjadi miliknya seutuhnya. "Terimakasih sayang," ucap Jeje seraya mencium Fira setelah mendapatkan haknya. Penantiannya seminggu ini berakhir dengan kenikmatan yang di dapat.
***
Sesuai permintaan Fira, sore ini Jeje akan menemani Fira untuk ke pantai. Jeje berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai Jeje menghampiri Fira yang masih terlelap tidur.
Jeje duduk di pinggir ranjang, membungkukkan tubuhnya agar bisa menjangkau wajah Fira. "Sayang ayo bangun, kamu bilang ingin ke pantai." Jeje membelai lembut wajah Fira.
Fira yang merasa pipinya di sentuh lembut pun mengerjap. Saat matanya terbuka dia melihat Jeje di depannya.
"Kamu bilang mau ke pantai, ayo." Jeje mengulang ajakannya lagi. Jeje pun bangun dan duduk tempat di pinggir tempat tidur menunggu Fira bangun.
Fira yang mendengar Jeje mengajaknya ke pantai pun bangun dari tidurnya dan duduk.
Dia menarik selimutnya, menutupi tubuh polosnya. " Apa kamu sudah mandi?" tanyanya pada Jeje.
"Iya, aku sudah mandi," jawab Jeje. "Sekarang pergilah mandi, bersihkan dirimu," ucap Jeje membelai wajah Fira, dan berdiri. Jeje beranjak meninggalkan Fira di tempat tidur, menuju koper mengambil bajunya.
Fira menurunkan kakinya, dari tempat tempat tidur, berniat melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
Tapi belum sempat dia melangkah menuju kamar mandi, dia mengaduh merasakan sakit pada bagian bawah tubuhnya.
Jeje yang mendengar Fira mengaduh pun berbalik, dan melangkahkan kakinya menghampiri Fira. "Apa sakit?" tanyanya berjongkok di hadapan Fira.
__ADS_1
Fira yang di tanya oleh Jeje pun mengangguk, mengiyakan pertanyaan dari Jeje.