
Fira membuka matanya melihat ke sekeliling, sejenak dia teringat kalau semalam dia tidur di rumah mertuanya. Tidur di kamar Jeje membuatnya merasa sedikit asing. Perlahan Fira memindahkan lengan Jeje yang melingkar di tubuhnya.
"Ini masih pagi sayang," ucap Jeje mengeratkan pelukannya.
"Aku mau ke kamar mandi, lepaskan aku," ucap Fira dengan lembut.
Jeje pun melepaskan pelukan di tubuh Fira, dan membiarkan istrinya pergi ke kamar mandi. Fira berlalu ke kamar mandi, membersihkan diri dan menyegarkan tubuhnya.
Setelah selesai rutinitas di kamar mandi, Fira melangkahkan kakinya keluar kamar. Fira menuruni anak tangga menuju ke dapur. Di dapur Fira melihat seoarang asisten rumah tangga, penganti ibunya sedang sibuk menyiapkan beberapa bahan untuk di masak.
"Boleh saya bantu bu?" Tanya Fira.
"Silahkan Nona, tapi apa nanti Tuan muda tidak marah Nona membantu di dapur?" Tanyanya dengan sopan.
"Saya rasa dia tidak akan marah."
Fira memulai memasak beberapa menu untuk sarapan. Fira memang terbiasa membuat sarapan saat di apartemen, tapi kali ini yang beda hanya porsinya saja, biasanya dia hanya membuat untuk dirinya dan Jeje, kali ini dia membuatkan untuk seisi rumah mertuanya.
"Pagi," sapa Mama Inan yang baru masuk ke area dapur.
"Pagi ma." Fira membalas sapaan mertuanya.
.
"Kenapa kamu yang masak, kan sudah ada bu idah yang masak?" Tanya Mama Inan yang terkejut melihat menantunya memasak.
__ADS_1
"Nggak apa-apa ma, mumpung Fira disini, ini juga sudah mau selesai," jelas Fira.
"Ya sudah biar mama yang lanjutin, kamu siap-siap untuk kerja saja."
"Iya ma."
Sesuai perintah mama Inan, Fira kembali ke kamar untuk bersiap. Saat membuka pintu kamar, Fira masih melihat Jeje meringkuk di dalam selimut.
Fira berjalan ke arah tempat tidur, berniat membangunkan Jeje yang sedang terlelap.
"Sayang bangun," ucap Fira seraya mengoyang-goyangkan tubuh Jeje.
Jeje yang tidur dengan lelap tak bergeming, sedikitpun saat Fira membangunkannya.
Fira naik ke atas tempat tidur, menundukkan wajahnya berniat ingin membangunkan jeje tepat di telinganya.
Cup
Jeje mengecup bibir Fira
"Morning kiss," ucap Jeje sesaat setelah mengecup bibir Fira
Fira yang mendapati ulah jahil suaminya hanya tersenyum. "Ayo bangun, mama sudah menunggu untuk sarapan."
"Berikan morning kiss sekali lagi maka aku akan bangun," ucap Jeje, dan Fira hanya mengeleng-geleng kan kepalanya heran dengan ulah suaminya.
__ADS_1
Cup
Fira memberikan kecupan untuk Jeje
Tapi belum sempat Fira beralih, Jeje sudah menarik tengkuk Fira, dan menciumnya lebih dalam.
"Cukup," ucap Fira seraya melepas ciuman.
"Cepat mandin" Perintah Fira.
"Iya.".Jeje bangun dari tidurnya, menurunkan kakinya dan melangkah ke kamar mandi.
Setelah Jeje dan Fira selesai bersiap, mereka turun untuk sarapan bersama dengan Mama Inan dan Papa Rayhan.
"Em..sama persis dengan rasa masakan bu Ani ya pa," ucap mama Inan kepada suaminya
"Iya." jawab pak Rayhan.
"Mama jadi kangen Bu Ani," ucap mama Inan dengan raut sedih.
Fira yang melihat raut wajah mertuanya, merasakan kerinduan pada ibunya benar-benar terharu. Dia tak menyangka kalau mertuanya sebegitu menganggap ibunya bagian dari hidupnya.
Bagi Inan, Bu Ani dan suaminya bagian dari perjalanan hidupnya. Sudah cukup lama orang tua Fira mengabdi ada keluarga rayhan. Kedekatan mereka sudah bukan sekedar asisten rumah tangga dan majikan saja.
"Mama bisa temui Bu Ani sekalian ajak untuk memilih gaun Fira, " ucap Jeje yang mengerti kalau mamanya juga rindu dengan bu Ani
__ADS_1
"Kamu benar, nanti sebelum mama jemput Fira, mama akan jemput bu Ani terlebih dahulu," ucap mama Inan semangat.
Fira yang melihat raut wajah mertuanya ikut senang.