
Tuan Edward dan Jeje membahas tentang beberapa hal. Disini Fira baru tahu kalau ternyata Tuan Edward ingin membangun perusahaan di negaranya, yaitu negara Fira dan Jeje. Tuan Edward menjelaskan bahwa istrinya Nyonya Ayu ingin sekali tinggal disana. Maka dari itu tuan Edward berkerja sama dengan Jeje.
Karena belum tahu seluk beluk bisnis di negara tersebut, Tuan Edward berkerjasama dengan Nareswara Grup, yaitu perusahaan Jeje. Sudah tidak di ragukan lagi kalau Nareswara Grup adalah perusahaan besar di negara itu. Jadi tidak salah kalau Tuan Edward memilih perusahaan ini untuk berkerjasama.
Dari pertemuan ini di sepakati kalau Jeje akan mempelajari tentang perusahaan Tuan Edward, untuk beberapa hari ke depan.
"Terimakasih Tuan Gajendra, kalau begitu saya pamit terlebih dahulu." Tuan Edward mengulurkan tangan, dan menjabat tangan Jeje.
"Sama-sama Tuan Edward."
Fira yang masih tetap membisu tidak berkata apa-apa. Dia benar-benar tidak berani menatap Jeje sedikit pun.
Sampai saat Jeje dan Tuan Edward mengakhiri pertemuannya, dan Tuan Edward berpamitan. Fira pun mengekor di belakang Tuan Edward, dan ikut pergi dari restoran.
Fira bersyukur, pertemuan kali ini sudah berakhir, paling tidak dia akan terhindar dari Jeje. Untuk pertemuan selanjutnya, dia akan pikirkan nanti bagaimana menghadapai Jeje.
Saat di depan restoran Tuan Edward, meminta Fira untuk kembali ke kantor dengan taxy, karena Tuan Edward harus pulang lebih awal, karena tadi pagi Tuan Edward, berjanji mengantarkan Nyonya Ayu ke dokter.
Fira yang tidak keberatan, akhirnya memilih menunggu taxi di depan restoran. Tanpa sepengetahuan Fira ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikannya.
Saat taxi sudah datang Fira membuka pintu dan masuk kedalam, belum sempat Fira menutup pintu, sudah ada seseorang yang menerobos masuk kedalam taxi, siapa lagi kalau bukan Jeje.
"Hotel star, Pak," ucap Jeje memerintah sopir taxi itu.
Belum sempat Fira menyebutkan tujuannya, Jeje sudah menyebut tujuannya, dan itu bukanlah tujuan Fira.
"Apa yang kamu lakukan, aku harus kembali ke kantor," bentak Fira saat mendengar Jeje menyuruh sopir taxi itu, ke hotel tempat dia menginap dan bukan ke kantornya.
__ADS_1
"Akhirnya kamu buka mulut juga, setelah sepanjang di restoran kamu hanya diam," sindir Jeje pada Fira.
Jeje yang melihat Fira tidak bicara sedikit pun di sepanjang restoran, sebenarnya Jeje sangat kesal. Dia sudah tidak sabar ingin berbicara dengan Fira, tapi dia mengingat, bahwa dia kesini untuk bertemu dengan Tuan Edward.
Fira yang mendengar Jeje, menyindirnya yang diam saja sepanjang di restoran memilih tidak menanggapi. "Aku mau ke kantor!" seru Fira.
Jeje yang mendengar ucapan Fira, tetap acuh. Dia menahan diri untuk tidak terbawa emosi, dan membuatnya bicara di dalam taxi. Tujuan Jeje adalah membawa Fira ke hotel terlebih dahulu, untuk berbicara berdua, tanpa ada yang mendengar.
"Pak, ke gedung fransia," ucap Fira kepada supir taxi
"Tidak Pak, ke hotel star, " ucap Jeje pada supir taxy.
"Tidak Pak, gedung fransia," ucap Fira kembali.
Supir taxi di buat bingung saat mendengar dua tujuan yang berbeda, yang di ucapkan oleh penumpangnya. "Kita mau kemana Tuan, Nyonya?" tanyannya memastikan.
"Hotel star, Pak," ucap Jeje beralih pada supir taxy.
Fira yang di minta diam, memilih diam sepanjang perjalanan. Ada ketakutan akan apa yang di lakukan oleh Jeje, mengingat dirinya yang meninggalkan Jeje begitu saja. Fira masih bisa memaklumi kemarahan Jeje, wajar saja Jeje marah karena Fira pergi tanpa pamit.
Perjalanan mereka berdua di isi dengan keheningan, tidak ada yang memulai berbicara satu dengan yang lain. Mereka berdua berada di dalam pikiran mereka masing-masing.
Fira memikirkan apa yang akan di lakukan oleh Jeje nanti, sesampainya di hotel. Akan semarah apa Jeje padanya nanti, mengingat tadi dia sempat membentak Fira, karena kesal dengan Fira yang menolak untuk ikut ke hotel.
Sedangkan Jeje masih memikirkan bagaimana Fira bisa sampai di sini. Siapa yang membawanya kesini. Pertanyaan- pertanyaan itulah yang ada di pikiran Jeje.
Sampai di sebuah hotel, Jeje membayar taxi dan turun dari taxi. Fira yang masih duduk diam, menatap Jeje saat Jeje hendak turun. Dirinya masih ragu-ragu, untuk ikut Jeje turun.
__ADS_1
Jeje yang melihat Fira tidak bergerak untuk turun dari taxi, menghela nafasnya menahan emosinya. "Aku hanya ingin bicara saja, aku mohon." Satu kalimat permohonan yang keluar dari mulut Jeje.
Fira yang mendengar Jeje memohon, tidak bisa menolak. Fira berfikir saat inilah waktunya, untuk bertemu dengan Jeje, dan dia tidak akan bisa menghindar lagi.
Akhirnya Fira memutuskan untuk ikut Jeje.
Mereka berjalan menuju kamar di hotel yang Jeje tempati, tapi langkah Fira terhenti saat berdiri tepat di kamar Jeje. Dirinya memikirkan, bagaimana dia bisa masuk ke dalam kamar hotel berdua dengan Jeje.
Jeje yang melihat keragu-raguan Fira, mencoba menjelaskan, "Aku tidak akan macam-macam, kamu ingat bukan saat aku tinggal bersama mu, aku tidak pernah berbuat melebihi batasan," ucap Jeje seraya membuka pintu, dan masuk ke dalam kamarnya.
Dalam hati Fira membenarkan akan ucapan Jeje. Selama dia tinggal di apartemen Jeje, Jeje tak pernah melampaui batasan. Dan Fira percaya saat ini pun, Jeje pasti juga tidak akan melampaui batasan. Akhirnya Fira memutuskan untuk masuk ke dalam kamar hotel Jeje.
Jeje mempersilahkan Fira untuk duduk, dan dia berlalu ke lemari pendingin yang tersedia di kamarnya, untuk mengambilkan minuman. Saat mengambil minuman dia ingat kalau Fira tidak minum minuman bersoda, akhirnya dia menyajikan air mineral.
Fira yang di persilahkan duduk, akhirnya memilih duduk di sofa yang tersedia di kamar hotel itu. Fira mengedarkan pandangan melihat kamar hotel Jeje. Dirinya masih memikirkan apa keputusannya untuk ikut masuk ke dalam kamar ini sudah benar.
Jeje yang sudah membawa minuman, kembali menghampiri Fira yang sudah duduk di sofa yang terdapat di kamar hotel. "Aku hanya punya minuman soda dan air mineral," ucap Jeje seraya meletakan air mineral di meja.
"Dia ingat. " Fira menatap air mineral yang di berikan oleh Jeje. Fira tidak menyangka Jeje masih ingat bahwa dirinya tidak bisa minum minuman bersoda.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa likeš„°