
"Pagi" sapa Jeje saat melihat istrinya yang sibuk di dapur, menyiapkan sarapan.
"Pagi" Fira menyapa balik.
"Kamu masak apa?" tanya Jeje seraya mengecup rambut Fira dari belakang.
"Scrambled eggs, sosis dan kentang" jawab Fira menengadah melihat Jeje yang berdiri di sampingnya sambil tersenyum.
"Oke, apa kamu jadi pergi hari ini dengan mama" tanya Jeje seraya berjalan dan menarik kursi di meja makan. Jeje mengambil secangkir espresso coffe yang di sediakan oleh Fira di meja makan dan meminumnya.
"Jadi, nanti mama akan menjemputku untuk ke tempat spa " ucap Fira menjelaskan pada Jeje.
Mama inan hari ini ingin mengajak Fira untuk spa. Mama inan sudah mengabari Fira untuk ke spa jam sepuluh, dan akan menjemput Fira ke apartemen.
Fira berjalan menghampiri Jeje dan menyajikan sarapan pagi, dan sarapan bersama Jeje, sambil bercerita mengenai acara pesta pernikahan.
Setelah makan, Fira mengingat tentang Ana yang belum di ceritakan kepada Jeje.
"Sayang" panggil Fira sesaat setelah sarapan mereka selesai.
"Apa?"
"Ana kemarin menemui aku" ucap Fira memulai membuka pembicaraan dengan Jeje.
Jeje membulatkan matanya mendengar Fira mengatakan bahwa Ana menemui Fira, "Apa dia menyakitimu" tanyanya panik medengar cerita Fira.
"Tidak, dia tidak menyakitiku" Fira mencoba menenangkan dengan mengenggam tangan Jeje.
"Lalu apa yang di lakukan menemuimu?" tanya Jeje yang penasaran dengan tujuan Ana menemui Fira.
"Dia mengatakan kalau kamu sudah mencabut sahamnya" jelas Fira menceritakan apa yang di ucapkan Ana padanya kemarin.
"Oh..., iya, aku telah mencabut semua saham ku, karena aku kesal padanya yang sudah membuat kita salah paham" kesal Jeje sedikit mengingat apa yang di lakukan Ana.
__ADS_1
"Dia sudah meminta maaf padaku, karena membuatku salah paham denganmu" ucap Fira, " Bisakah kamu mengembalikan sahamnya" lanjutnya pada Jeje.
Jeje mengerutkan dahinya saat Fira meminta untuk mengembalikan saham di perusahaan Ana.
"Ide licik apa yang di pakai Ana, untuk meracuni Fira, sehingga Fira memintaku mengembalikan sahamnya"
Jeje begitu geram mendengar Ana menemui Fira, dan meminta tolong padanya untuk mengembalikan sahamnya
"Apa dia yang memintamu?" tanya Jeje dan Fira mengangguk.
"Dengarkan aku, aku tahu kamu kesal dengannya, tapi alangkah baiknya jangan campurkan urusan bisnis dengan urusan pribadi. Lagipula aku sudah baik-baik saja, dan Ana sudah meminta maaf dengan ku"
"Maaf sayang, tapi kali ini aku tidak bisa menuruti permintaanmu" ucap Jeje tegas.
"Sudah aku duga, dia tidak akan semudah itu mengembalikan saham di perusahaan Ana"
"Sayang, tidak mau membuat orang lain susah, cobalah untuk memaafkannya" bujuk Fira pada Jeje, tapi Jeje tidak menjawab ucapan Fira. Jeje memang menghindari perdebatan dengan Fira, mengingat besok dia akan melangsungkan pesta penikahan.
"Kamu tahu, saat orang lain jahat, janganlah kamu menjadi bagian dari mereka. Cobalah untuk memaafkan, karena kamu tidak seperti mereka" ucap Fira masih memberi perngertian pada Jeje.
"Baiklah, karena kamu yang meminta, aku akan menggembalikan saham di perusahaan Ana" ucap Jeje menyerah, Jeje tahu Fira tidak akan menyerah memintanya pada Jeje.
Fira merasa lega saat Jeje memenuhi keinginannya untuk memaafkan Ana, dan memgembalikan saham Ana. Fira berharap tidak akan ada dendam antara mereka lagi.
"Terimakasih" ucap Fira pada Jeje.
Jeje melirik Fira tajam, " Hanya aku hanya dapat ucapan terimakasih"
Fira tersenyum dan langsung mengecup pipi Jeje. Tapi belum saat Fira menjauhkan bibirnya dari pipi Jeje, Jeje sudah menarik Fira dan membenamkan ciuman di bibir istrinya.
"Ini baru ucapan terimakasih" ucap Jeje seraya mengusap bibir basah Fira, sisa dari ciuman Jeje.
Fira hanya tersenyum melihat ulah Jeje. Permintaannya berbayar, dengan ciuman manis dari Jeje.
__ADS_1
Setelah sarapan Jeje bersiap untuk ke kantor. Fira pun mengantarkan Jeje sampai depan apartemen, karena Jeje akan berada di kantor sebentar, untuk menyelesaikan perkerjaan yang tersisa.
"Aku akan ke kantor sebentar, nanti aku akan menjemputmu di tempat Spa " ucap Jeje seraya mengecup kening Fira.
Sesampainya di kantor Jeje langsung memanggil Reza. Untuk mengembalikan saham Ana.
**
Setelah mendapatkan perintah dari Jeje, akhirnya Reza menemui Ana, di sebuah restoran.
"Saya kemari atas permintaan pak Gajendra" ucap Reza pada Ana.
"Apa Jeje akan mengembalikan saham di perusahaan ku?" tanya Ana pada Reza dengan antusias, Ana sudah menebak Fira pasti akan membantunya.
"Iya, pak Gajendra menyuruh saya mengembalikan saham nona Ana, tapi anda harus menandatangi ini" Reza menyodorkan selembar kertas pada Ana.
Ana membaca kertas yang di sodorkan oleh Reza. Di dalam perjanjian yang di minta Jeje menyebutkan adalah, akan mengembalikan saham Ana secara berkala, dan tidak langsung, untuk menghindari hal-hal yang akan terjadi ke depan. Jeje juga meminta Ana untuk tidak mengganggu, atau menemui Fira atau Jeje lagi. Semua yang mengenai perkerjaan akan melalui Reza, dan tidak akan ada pertemuan dengan Jeje. Bila Ana melanggar perjanjian ini, Jeje akan membawa ke ranah hukum.
Ana menimbang-nimbang semua perjanjian yang di ajukan oleh Jeje. Dalam hati Ana tidak jadi masalah tidak menganggu hidup Fira dan Jeje lagi. Tapi yang jadi masalah adalah, pengembalian saham yang secara berkala. Cukup lama Ana memikirkan, semua syarat yang di ajukan oleh Jeje.
"Apa anda setuju nona Ana?" tanya Reza.
"Baiklah, aku terima perjanjian ini" ucap Ana setelah menimbang-nimbang, karena menurut Ana, lebih baik di kembalikan secara berkala dari pada tidak sama sekali. Dirinya tidak mau harus menjadi gelandangan kalau sampai Jeje mengambil semua saham di perusahaanya.
"Nona bisa menanda tangani di atas metrai" ucap Reza seraya menunjuk tempat Ana harus menanda tangani.
Dan Ana pun menandatangani, sesuai yang Reza tunjuk. Reza yang sudah selesai menerima surat perjanjian yang sudah di tanda tangani Ana, akhirnya memilih untuk pamit. Dan kembali ke kantor untuk menyerahkan surat perjanjian pada Jeje.
**
Sesampainya di kantor, Reza masuk ke ruangan Jeje untuk menyerahkan surat yang di tanda tangani oleh Ana.
"Bawalah ke pengacara Za, dan pastikan itu kuat secara hukum, aku benar-benar tidak mau ada masalah di kemudian hari" ucap Jeje pada Reza, dan Reza mengiyakan seraya pergi untuk menemui pengacara sesuai permintaan Jeje.
__ADS_1
"Hanya karena Fira aku berbaik hati padamu " ucap Jeje dalam hati.