Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Berkerja kembali


__ADS_3

Setelah mendengarkan penjelasan dari bu Ani dan Fira langsung, Nyonya Ayu merasa lega karena ternyata mereka hanya korban dari Inan.


Nyonya Ayu benar-benar masih tidak menyangka temannya bisa setega itu dengan Bu Ani dan Fira.


"Sekarang saya sudah tahu semua, jadi kalian tidak perlu khawatir, dengan apa yang akan terjadi ke depan, kalian sudah saya anggap seperti keluarga jadi saya akan melindungi kalian," ucap Nyonya Ayu menenangkan Bu Ani dan Fira.


"Terimakasih banyak Nyonya, saya tidak bisa membalas kebaikan Nyonya," Bu Ani meneteskan air mata, mengucapkan terimakasih, dirinya bersyukur majikannya mau membantunya.


"Sudah Bu jangan seperti itu, kita harus saling menolong," Nyonya Ayu menenangkan Bu Ani yang masih menangis


"Terimakasih Nyonya dan kak Daffa," ucap Fira juga berterimakasih.


"Sama-sama fir," ucap Daffa pada Fira.


Sebenarnya Daffa berat dengan tidak memberitahu Jeje, tapi melihat bagaimana mama Jeje memperlakukan Fira, dirinya tidak punya pilihan lain. Dia berfikir, lagi pula Jeje sudah bertunangan, dan Fira disini juga aman. Mungkin dengan begini mereka berdua bisa berbahagia, dengan caranya sendiri.


Setelah semua sudah jelas Bu Ani dan Fira pamit ke kembali ke dapur. Sudah cukup mereka menganggu, acara yang harusnya acara keluarga Nyonya Ayu dan Daffa, yang sudah lama tidak bertemu, dan menganti dengan acara bercerita mereka.


"Aku tidak menyangka ada orang jahat mengorbankan orang lain demi kepentingannya sendiri," seru Tania setelah kepergian Fira dan ibunya meninggalkan ruang keluarga.


Tania yang dari tadi mendengarkan cerita tidak bisa membayangkan bagaimana jadi seorang Fira. "Untung mama Daffa baik, apa jadi aku di posisi Fira, di pisahkan dari orang yang kita sayang, di minta tinggal jauh di negara asing," batin Tania bergidik ngeri.


"Ya sudah lah yang terpenting mama sudah tahu, mama akan membantu bu Ani dan Fira sesuai permintaan mereka"


Daffa bersyukur mamanya dengan lapang dada, menerima Fira dan ibunya.


"Apa mama tidak bisa meminta om Edward memberi pekerjaan pada Fira ma, kasihan Fira harus mengorbankan masa depannya demi keinginan tante Inan." Daffa tahu Fira sebelumnya berkerja di kantor Jeje, dan harus rela hanya berkerja sebagai asisten rumah tangga di rumah mamanya


"Nanti mama coba ya mengatakan pada Edward," Nyonya Ayu yang selama ini tidak tahu, jika Fira sebelumnya berkerja di kantor Jeje, tidak menyangka Fira memilih menjadi asisten rumah tangga di rumahnya.


"Tapi kamu benar tidak akan memberi tahu Jeje kan?" Nyonya Ayu memastikan lagi.


"Tidak ma.."


"Tapi ada seseorang yang harus tahu kalau Fira disini. " Satu nama yang di pikir Daffa adalah Adhi. Daffa tahu bagaimana usaha Adhi mencari Fira. Dan dia akan memberi tahu Adhi kalau Fira di sini.


**


Setelah semua yang terjadi di kediaman Nyonya Ayu sudah kembali normal. Semalam juga Daffa dan Tania menginap di rumah mamanya.

__ADS_1


Nyonya Ayu bersyukur, Daffa bisa mengakrabkan diri dengan suaminya. Mereka saling bercerita tentang bisnis, dan suaminya berbagi pengalaman pada Daffa


Sedangkan Tania bercerita tentang persiapan pernikahannya dengan Nyonya Ayu. Nyonya Ayu senang saat bercerita dengan calon menantunya. Karena dia hanya memiliki anak laki-laki, membuatnya bisa sangat dekat dengan Tania.


Dan sesuai jadwal penerbangan hari ini Daffa akan kembali. Nyonya Ayu dan Tuan Edward pun mengantarkan anak dan calon menantunya ke Bandara.


"Kalian hati-hatinya, jaga kondisi kalian sebelum hari pernikahan." Nyonya Ayu memberi petuah untuk anak dan Calon menantunya.


"Iya ma," ucap Daffa tersenyum. "Mama jangan sampai tidak datang ke pernikahanku,"


"Mama tidak akan menyianyiakan kesempatan melihat kamu menikah fa."


Daffa senang mendengar mamanya akan datang di hari pernikahanya. Setelah selesai berpamitan Daffa melanjutkan perjalanan kembali ke negaranya. Sedangkan Nyonya Ayu kembali ke rumah.


Dalam perjalanan pulang Nyonya Ayu mencoba untuk mengatakan niatnya, meminta perkerjaan pada suaminya.


"Pa, apa di kantor ada lowongan perkerjaan?"


Tuan Edward yang senang menyetir menoleh pada istrinya. "Untuk siapa?"


"Kemarin Daffa menceritakan, bahwa Fira sebelumnya berkerja di perusahaan temannya, jadi mama fikir Fira bisa berkerja di perusahaan papa," jelas Nyonya Ayu.


Nyonya Ayu pun senang mendengar ternyata ada lowongan perkerjaan di kantor suaminya.


***


Sesampainya di rumah, Nyonya Ayu memanggil Fira ke ruang keluarga.


"Fir, kamu bisa berkerja kantor Edward mulai sekarang," ucap Nyonya Ayu sesaat setelah Fira datang ke ruang tamu.


Fira yang mendengar kalau dirinya akan berkerja di kantor Tuan Edward, tak percaya, "Benarkah Nyonya?" tanyanya memastikan.


"Iya, dan kamu bisa mulai berkerja besok."


"Terimakasih Nyonya."


Fira langsung pamit ke dapur mencari ibunya. Dia sangat senang mendengar kabar ini.


"Bu," panggil Fira saat masuk ke dalam dapur.

__ADS_1


Bu Ani yang sedang menyiapkan untuk makan malam, menoleh dan melihat anaknya yang begitu senang, "Kamu kenapa terlihat senang sekali?" tanyanya.


"Nyonya Ayu mengatakan, bahwa Fira bisa kerja di kantor Tuan Edward, Bu." Fira menceritakan dengan sangat semangat.


"Benarkah?" tanyanya memastikan lagi pada Fira, dan Fira pun menjawab dengan anggukan.


Bu Ani senang, Fira bisa berkerja kembali. Bu Ani berharap kehiduapan Fira bisa kembali normal, walaupun harus tinggal di negara asing.


**


Hari ini hari pertama Fira berkerja


Setelah Nyonya Ayu memberi tahu Tuan Edward, kalau Fira dulu pernah berkerja di kantor juga.


Tuan Edward memberikan perkerjaan kepada Fira di kantornya, mengantikan sekertaris Tuan Edward yang lama, karena sekertaris Tuan Edward yang lama, akan berhenti berkerja karena kehamilan.


"Elen, ini Fira yang akan mengantikan kamu, tolong kamu ajari dia," ucap Tuan Edward kepada sekertarisnya, saat baru datang.


Fira melihat seorang wanita cantik, yang sedang hamil di hadapanya, Fira langsung mengulurkan tangannya mengenalkan diri. "Saya Fira."


"Elen." Elen menerima uluran tangan Fira.


Setelah Tuan Edward masuk ke dalam ruangannya, Elen mengajak Fira duduk di meja sekertaris. "Saya akan ajarkan kamu tentang beberapa perkerjaan kamu," ucapnya pada Fira, dan Fira mendengarkan dengan baik semua yang di ucapakan oleh Elen.


"Kamu harus mencatat semua kegiatan Tuan Edward, membuat semua jadwal Tuan Edward, jadwal meeting dan bertemu klien. Setiap pagi kamu juga harus membacakan jadwal Tuan Edward." Elen menjelaskan panjang lebar mengenai perkerjaan Fira.


"Baik." Fira pun mencatat semua yang harus di kerjakannya.


Fira sangat senang sekarang bisa berkerja lagi. Dia bertekad akan melakukan perkerjaan dengan sebaik mungkin. Hanya dengan cara itu membalas kebaikan dari Nyonya Ayu.


Fira berharap bisa membuka lembaran baru disini, walau di awali keterpaksaan dia datang ke negara ini, Fira berusaha akan membuat kenyamanannya sendiri di negara ini.


.


.


.


Jangan lupa like🄰

__ADS_1


__ADS_2