Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Mulai persaingan


__ADS_3

Adhi, Jeje, Daffa dan Atta sibuk membakar daging dan beberapa sosis. Sedangkan para wanita sibuk mengobrol dan menunggu.


"Ini spesial buat ibu hamil," ucap Daffa memberikan sepiring daging pada Tania.


"Terimakasih sayang," ucap Tania.


Jeje menyusul Daffa yang sedang memberikan daging untuk Tania, Jeje pun tak mau kalah dengan Daffa. Jeje membawakan daging spesial buatannya untuk istri tercinta.


"Ini untuk istri Abang tersayang," ucap Jeje seraya meletakan sepiring daging untuk Fira.


"Makasih Abang sayang," ucap Fira yang senang di perlakukan manis oleh Jeje.


"Apalah daya nasib jomblo seperti aku," ucap Zara mencebikan bibirnya, kesal melihat drama romantis suami istri di depannya.


Belum selesai Zara di buat kesal dengan melihat romantisme dua pasang suami istri didepannya, tiba-tiba ada yang datang menghampirinya.


"Ini buat kamu ra," ucap Adhi menyodorkan sepiring daging.


Belum sempat Zara berterimakasih dengan Adhi, tiba-tiba ada yang menyodorkan sepiring daging lagi.


"Ini spesial buat Zara," ucap Atta, Atta juga meletakan piringnya di depan meja Zara.


Adhi yang melihat Atta juga memberikan daging untuk Zara kesal.


"Sepertinya dia mau mulai persaingan," batin Adhi.


Zara di buat bingung oleh dua orang yang sibuk memberikan daging.

__ADS_1


"Mereka berdua kenapa?" Batin Zara.


"Terimakasih," ucap Zara dengan memaksakan senyumnya


Ulah Adhi dan Atta yang sedang memberikan daging untuk Zara, tak luput dari pandangan Jeje dan Fira.


"Setelah bersaing dengan ku, sekarang dia harus bersaing dengan Atta. Kasihan sekali," cibir Jeje berbisik pada Fira.


Fira yang mendengarkan Jeje berbisik mengenai Adhi, langsung mencubit perut Jeje. "Jangan begitu," balas Fira berbisik.


"Auw.." Jeje berteriak kecil saat Fira mencubitnya.


"Kok kamu cubit Abang sih," bisik Jeje pada Fira.


"Harusnya yang aku cubit itu mulut kamu yang suka mencibir orang," kesal Fira masih dengan berbisik.


Fira yang mendapati Jeje mengigit telinganya langsung menjauhkan tubuhnya. "Bisa-bisanya dia," batin Fira.


"Udah yuk makan, nanti keburu dingin," ucap Fira menghentikan semua drama Adhi, Atta dan Zara, sekaligus aksi Jeje.


Mereka semua akhirnya memulai makan bersama.


Sepanjang makan terlihat Adhi dan Atta bersaing memperhatikan Zara.


"Ini Zara buat kamu." Atta memberikan minuman bersoda untuk Zara.


"Zara nggak minum minuman bersoda bang," sindir Adhi. "Ini ra, buat kamu." Adhi memberikan jus dan meletakan di meja.

__ADS_1


"Terimakasih dhi," ucap Zara.


"Maaf ya Bang, aku nggak minum minuman bersoda," ucap Zara tidak enak dengan Atta.


"Nggak apa-apa ra, besok-besok kalau jalan sama kamu paling tidak aku tahu kamu suka jus dari pada minuman bersoda," ucap Atta pada Zara dengan santainya.


"Jalan?, maksudnya dia mau mengajak aku jalan-jalan?" Batin Zara.


"Iya Bang," jawab Zara terpaksa karena tidak enak.


Adhi yang mendengar kesal di buatnya, "Dia mau ajak Zara jalan, jangan harap, " batin Adhi kesal


Mereka semua melanjutkan makan, sesekali menyelipkan obrolan-obrolan dan candaan.


Karena di rasa sudah cukup larut malam dan tidak baik untuk ibu hamil seperti Tania. Mereka memutuskan untuk pulang.


"Kamu nginep disini aja dhi ini dah larut malam," ucap Daffa pada Adhi.


"Aku pulang aja bang, sekalian antar Zara pulang."


"Aku pulang sendiri aja dhi kalau kamu mau nginep," ucap Zara yang mendengar Daffa meminta Adhi untuk menginap.


"Zara biar gue yang anter dhi, kalau loe mau nginep disini," timpal Atta pada obrolan Adhi dan Daffa.


"Itu Zara sudah ada yang antar, sudah kamu nginep disini aja," ucap Daffa.


Dalam situasi seperti ini Adhi benar-benar tidak bisa berkata tidak kepada Daffa, karena alasan untuk mengantar Zara sudah di patahkan oleh Atta, yang mau mengantar Zara.

__ADS_1


Akhirnya Adhi mengiyakan untuk menginap di rumah Daffa. Sedangkan Zara akhirnya di antar oleh Atta.


__ADS_2