
"Pagi dhi?" tanya Zara dengan ceria, saat melihat Adhi baru memasuki area kantor.
"Pagi juga ra," sapa Adhi balik pada Zara.
"Fira masih cuti ya?" tanya Zara tapi belum sempat di jawab oleh Adhi, Zara sudah menimpali pertanyaan lain. "Eh..ngomong-ngomong soal Fira, ada yang aku mau tanya dari kemarin," Zara mengingat pertanyaan yang sudah di pendam dari kemarin, "Kamu nggak apa-apa Fira menikah dengan Pak Presdir?", tanya Zara yang penasaran.
Adhi mengerutkan keningnya, "Memang kenapa?"
"Ya setahu aku, kamu dulu begitu cinta sama Fira." Zara tahu betul perjuangan Adhi mencari Fira, menandakan seberapa cinta Adhi pada Fira.
"Itu dulu," jawab Adhi enteng.
Zara membulatkan matanya mendapati jawab Adhi. "Emang sekarang enggak?"
"Nggak?"
"Kenapa?" tanya Zara tak percaya Adhi secepat itu melupakan Fira.
"Karena aku dah jatuh cinta dengan orang lain," Adhi mulai serius menjawab pertanyaan dari Zara.
"Cepat banget beralihnya," cibir Zara.
"Dah lama ra, kamunya aja yang nggak tau" elak Adhi.
"Masa aku..." belum selesai Zara menjawab pertanyaan Adhi, Zara mendengar seseorang memanggilnya.
"Zara." Zara panggil seseorang
Zara yang mendengar ada yang memanggilnya pun menoleh, dan mendapati Nayla memanggil. Nayla pun berjalan menghampiri Zara.
"Hai nay," sapa Zara.
"Hai ra," Nayla menjawab sapaan Zara. Setelah membalas sapaan Zara, Nayla beralih melihat Adhi yang berdiri di samping Zara, dia pun langsung menyapa Adhi, "Pagi Pak Adhi."
"Pagi juga, panggil Adhi saja," pinta Adhi.
"Oh ya Adhi," jawab Nayla malu-malu
Zara yang mendapati Nayla malu-malu menyapa Adhi, hanya menahan tawanya. Sudah biasa Zara melihat Nayla malu-malu di depan pria. Tapi wajah Nayla nampak beda saat menyapa Adhi
Mereka bertiga masuk kedalam lift secars bersamaan. Adhi keluar lebih dulu dari Zara dan nayla, karena ruangan Zara dan Nayla dua lantai di atas ruangan Adhi.
__ADS_1
"Adhi dah punya pacar ra?" tanya Nayla sesaat setelah Adhi keluar dari lift.
Zara mengingat-ingat ucapan Adhi yang sudah mencintai orang lain, tapi Zara masih tidak percaya, "Kayaknya belum deh", jawab Zara dan Nayla mengangguk-angguk mengerti.
"Kenapa?, kamu naksir?" tanya Zara mengoda.
"Apaan sih ra," elak Nayla malu-malu.
"Kalau kamu naksir nanti aku bantuin, dia lagi patah hati soalnya jadi kesempatan buat kamu masuk." Zara memberi dukungan pada Nayla yang terlihat menyukai Adhi.
"Tapi aku malu ra."
"Sudah tenang nanti aku bantuin," jawab Zara yang memberi harapan pada Nayla.
"Siapa tahu Nayla jodoh sama Adhi, kasihan dia cintanya bertepuk sebelah tangan" batin Zara mengingat Adhi yang mencintai Fira, tapi Fira mencintai Jeje.
Mereka berdua keluar dari lift, dan menuju meja kerja mereka masing-masing. Mereka pun melanjutkan perkerjaan mereka. Tapi sebelum mengerjakan perkerjaannya, Zara teringat dengan Nayla dan Adhi. Zara pun langsung mengambil ponselnya, dan menghubungi Adhi.
"Halo ra." suara Adhi pertama kali menganggkat sambungan telepon dari Zara.
"Dhi nanti makan siang di restoran kamu ya," pinta Zara pada Adhi.
"Kamu lagi mengajak apa meminta?" tawa Adhi terdengar oleh Zara.
"Ya sudah nanti tungguin aku, di loby."
"Oke dhi."
Zara pun mematikan sambungan telepon, dan memasukan ponselnya ke dalam tasnya. Dia langsung berdiri, melangkahkan kakinya menuju meja kerja Nayla. "Nay nanti makan siang sama aku dan Adhi ya," ajaknya pada Nyala.
Nayla mengerutkan keningnya, "Adhi juga?" tanyanya memastikan.
"Iya, sekalian kamu biar bisa dekat sama Adhi."
"Apa Adhi akan mau?" Nayla merasa takut jika cintanya akan di tolak oleh Adhi.
"Kan belum di coba nay, berjuang dulu, jangan menyerah." Zara mencoba menyemangati Nayla. Nayla pun mengangguk mengerti ucapan Zara.
Setelah memberitahu Nayla. Zara kembali ke meja kerjanya menyelesaikan perkerjaannya.
**
__ADS_1
Sampai jam istirhata tiba, Zara menghampiri Nayla, untuk makan siang bersama Adhi. "Ayo nay."
Nayla yang masih di depan laptopnya masih sibuk menyelesaikan perkerjaanya. "Kamu tunggi di loby aja ya, aku selesaikan ini dulu."
"Oke." Zara berlalu meninggalkan Nayla yang masih sibuk dengan laptopnya. Dia menuju loby untuk menemui Adhi. Sesampainya di loby, dia melihat Adhi sudah menunggunya. "Sudah lama dhi?"
"Belum," jawab Adhi, "Kamu tumben ngajak aku makan siang di luar ra?" Adhi merasa sedikit heran, saat Zara mengajaknya untuk makan siang.
"Ya kan aku mau makan di restoran kamu dhi, kalau aku nggak ngajak kamu, nanti aku nggak dapat gratisan dong," jelas Zara tersenyum memamerkan deretan giginya.
Adhi yang mendengar penjelasan Zara hanya menahan tawa dalam hatinya. "Ya sudah ayo." Adhi menarik lembut tangan Zara, dan Zara langsung kaget saat Adhi menariknya tanganya, Zara menatap tangan Adhi dan tak bergerak dari posisinya.
"Maaf," ucap Adhi tidak enak saat memegangi tangan Zara dan langsung melepasnya.
"Nggak apa-apa kali dhi," ucap Zara santai, tapi sebenarnya dalam hatinya sedikit gugup, "Kita tunggu Nayla dulu ya."
"Nayla ikut?" Adhi mencoba memastikan. Adhi pikir Zara, sengaja mengajaknya berdua untuk makan siang, tapi ternyata dugaanya salah.
"Iya, biar rame."
Adhi hanya mengangguk menjawab ucapan Zara.
Saat Zara dan Adhi menunggu, Zara melihat Nayla dari kejauhan, "Itu dia." Zara menunjuk Nayla. Zara langsung melambaikan tanganya, memberi kode untuke menghamipiri dirinya.
Nayla yang melihat Adhi dan Zara dari kejauhan pun, menghampirin mereka berdua.
Akhirnya mereka masuk ke dalam mobil Adhi.
"Nay kami di depan ya." Zara berfikir kalau Nayla di duduk di depan, dia akan lebih mudah untuk berbincang dengan Adhi.
"Aku malu ra."
Zara yang kesal hanya bisa mencebikan bibirnya. Mau tak mau mereka berdua memilih untuk duduk di kursi belakang.
Adhi yang melihat mereka berdua duduk di belakang, hanya mengeleng-gelengkan kepala. Dalam hatinya dia merasa sedang mengantarkan majikannya saja.
"Fira cuti berapa hari dhi?" Zara mencoba membuka pembicaraan agar tidak terlihat sepi di dalam mobil.
Adhi yang di ajak bicara oleh Zara, langsung melihat wajah Zara dari pantulan kaca depan. "Belum tahu ra, soalnya pernikahannya dadakan, jadi sepertinya dia nggak akan lama, karena perkejaan dia lumayan banyak."
Zara pun mengerti penjelasan Adhi, Fira yang menikah tiba-tiba pasti belum sempat menyelesikan perkerjaannya.
__ADS_1
"Memang Fira menikah dengan siapa?" Nayla yang tidak tahu pun bertanya.
Adhi dan Zara yang lupa kalau mereka tidak sendiri pun tersentak. Mereka berdua tahu, Jeje belum mengumumkan apa-apa, dan mereka tidak berani mengatakan bahwa Fira menikah denga Jeje. Tapi belum sempat ada yang menjawab, mobil Adhi sudah berhenti, dan mereka bertiga pun turun.