Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Siapa pemilik mobil


__ADS_3

Setelah kemarin Zara menghubungi Fira, dan Fira mengatakan untuk ke kantor Adhi hari ini. Pagi ini Zara bersiap pergi ke kantor Adhi.


"Ya Tuhan, aku lupa kalau motorku masih di kantor" gumam Zara saat mengingat, motornya tidak ada.


Karena kemarin Zara ke boutique bersama dengan Nayla, dan mengendarai mobil Nayla, jadi motor Zara di kantor.


Setelah memikirkan harus naik apa ke kantor, akhirnya Zara memutuskan untuk ke kantor Adhi naik bus.


Zara berjalan ke halte dekat rumahnya untuk menunggu bus. Cukup lama Zara menunggu, karena jam berangkat kerja, banyak orang yang naik bus, membuat Zara urung untuk naik.


Zara melihat jam yang melingkar di tangannya, "Jika busnya penuh terus, aku bisa terlambat untuk ke kantor Adhi" grutunya saat tidak juga mendapatkan bus.


Saat Zara menunggu busnya, ada mobil sport yang berhenti tepat di depannya. Zara tahu betul siapa pemilik mobil itu. Mobil spot itu adalah milik Atta.


"Ra, kamu mau kemana?" tanya Atta sesaat setelah menurunkan kaca mobil.


"Ke kantor bang" jawab Zara.


"Ayo aku antar" tawar Atta pada Zara.


Zara menimbang tawaran yang di berikan Atta. Akhirnya Zara memutuskan untuk menumpak di mobil Atta, karena dari tadi dia menunggu bus yang begitu lama dan penuh sesak.


"Kamu tumben naik bus, memang motor kamu kenapa?" tanya Atta sesaat setelah Zara masuk ke dalam mobil.


"Motor aku di kantor, kemarin aku ke boutique bersama temanku, dan motor aku tinggal di sana"


"Cari gaun untuk acara Fira ya?" tanya Atta dan Zara mengiyakan.


"Kamu akan datang dengan siapa, apa dengan pacar kamu?" tanya Atta pada Zara.


Mendengar pertanyaan dari Atta, Zara mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Aku nggak punya pacar bang", jawabnya sedikit kesal, menginggat statusnya yang masih setia dengan kesendirian. "Mungkin nanti aku berangkat dengan Nayla" lanjutnya menjawab.


"Dia belum punya pacar" sorak senang dari Atta dalam hati.


"Bagaimana kalau berangkat denganku?" Atta menatap sejenak Zara saat berucap, dan kembali menatap ke arah jalan sesaat setelah selesai.


"Berangkat dengannya, aku tidak boleh terjebak"


"Tidak terimakasih, aku tidak mau merepotkan" tolak Zara halus.


"Kenapa?, bukannya arah rumah mu searah denganku, aku melewati rumahmu saat berangkat nanti"


Atta yang tidak mau melewatkan moment bersama Zara, berusaha untuk membuat Zara mengiyakan tawarannya.


"Gigih sekali dia mengajakku"


Zara memikirkan alasan apa yang tepat, agar Atta tidak menawarinya lagi. Tapi tak ada alasan yang dia dapat di otaknya yang terus berputar.


Zara sedikit merutuki dirinya, sekarang Zara memikirkan kenapa mulutnya mengiyakan tawaran Atta, entah pesona apa yang di gunakan Atta hingga membuatnya mengiyakan tawaran Atta.


Atta yang mendengarkan Zara mengiyakan tawarannya merasa sangat senang.


Saat di lampu merah Zara baru teringat kalau Atta salah mengarahkan mobilnya. Mobil Atta mengarah ke kantor Jeje, dan seketika membuat Zara membulatkan mata saat melihat jalanan yang mengarah ke kantor Jeje.


"Bang, kita salah jalan" ucapnya sedikit panik.


"Salah?" Atta bingung, kenapa Zara mengatakan kalau jalanan yang di laluinya salah.


"Iya, aku harus ke kantor Adhi"


"Adhi" batin Atta terdiam, masih di buat bingung dengan jawab Zara.

__ADS_1


"Maaf tadi aku lupa mengatakan, kalau aku harus ke kantor Adhi, karena aku harus mengantikan Fira selama dia cuti" jelasnya saat melihat wajah Atta yang bingung dengan kepanikan Zara.


"Oh, ya sudah kita putra balik di depan saja" Atta berucap seraya menunjuk dengan matanya ke arah putar balik di depan.


"Maaf ya bang" ucap Zara yang merasa tidak enak dengan Atta.


"Santai aja, aku sedang tidak sibuk" jawabnya tersenyum.


Zara memperhatikan senyuman Atta dan hanya bisa membatin, "Jangan terpesona ra"


Sesampainya di kantor Adhi, Zara mengucapkan terimakasih dan berpamitan.


"Ra" panggil Atta saat Zara ingin keluar dari mobilnya.


Zara yang sudah memegang handel pintu mobil, langsung menoleh.


Atta menatap pada Zara, "Karena motormu di kantor, nanti aku jemput kamu ya" ucapnya dengan suara lembut dan tersenyum


Seketika Zara bingung dengan senyuman Atta, dalam hatinya berfikir, dia sudah berkali-kali bertemu dengan Atta, dan semakin kesini Atta semakin memberinya perhatian.


"Aku.."


Belum Zara melanjutkan ucapannya Atta sudah memotongnya, "Kalau kamu bilang tidak mau merepotkan, jawabannya masih tetap sama, aku tidak merasa di repotkan"


"Mau kan?" tanyanya memastikan lagi.


Zara yang melihat wajah Atta akhirnya mengiyakan


"Baiklah"


"Oke, selamat berkerja" ucapannya pada Zara. Dan Zara pun mengangguk seraya melanjutkan membuka mobil Atta.

__ADS_1


__ADS_2