Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Zara mengantikan Fira


__ADS_3

Sudah beberapa hari Jeje sibuk di kantornya, hingga membuatnya pulang larut malam. Jeje sedang menyelesaikan perkerjaan yang harus dia selesaikan sebelum pesta pernikahan di adakan.


"Aku meridukanmu" Jeje memeluk erat Fira setelah membenamkan ciuman pagi di bibir Fira, sebelum mereka berangkat berkerja.


Jeje yang selalu pulang malam, selalu mendapati Fira sudah tertidur pulas. Dan membuat sepasang suami istri ini hanya bertemu di pagi hari.


"Apa perkerjaanmu begitu banyak?" tanyanya saat pekerjaan jadi penghalang untuk mereka bertemu.


"Iya, aku ingin menyelesaikan secepatnya sebelum pesta pernikahan kita, karena setelah pesta pernikahan aku ingin mengajak berbulan madu lagi, karena kemarin kamu belum puas jalan-jalan" jelas Jeje.


Fira sedikit mengingat, rasa nyeri waktu bulan madu kemarin, membuat tak bisa pergi jalan-jalan, dan lebih banyak menghabiskan waktu di hotel.


"Setelah aku pergi kemarin, apa Adhi akan mengizinkan aku untuk cuti lagi?" Fira menyadari kepergiannya kemarin akan sulit untuk mendapatkan izin dari Adhi.


"Aku akan mengirim Zara untuk mengantikanmu sementara, dan dia akan mengizinkanmu"


Fira langsung menatap tajam Jeje, "Licik sekali kamu!" Ucap Fira seraya mencubit hidung Jeje.


Jeje langsung tergelak tertawa, "Aku rasa Adhi tidak akan keberatan"


"Tapi Zara?" Fira belum yakin kalau Zara akan mau.


"Kamu lupa aku bosnya, aku yang memerintahkannya, dan dia tidak akan bisa menolak"


"Baiklah pak bos, terserah padamu"


Fira tak bisa berkata apa-apa saat kekuasaan Jeje beraksi.

__ADS_1


**


Setelah mengantar Fira ke kantor, jeje langsung melajukan mobilnya ke kantornya.


Fira yang sudah mengerjakan beberapa perkerjaan teringat apa yang di katakan Jeje tadi pagi, dan berniat untuk mengatakan pada Adhi.


Tok..tok..


Fira mengetuk ruangan Adhi, dan Adhi mempersilahkan Fira untuk masuk.


"Ada yang mau kamu bicarakan fir?" tebak Adhi, Adhi merasa tidak memanggil Fira, jadi Adhi menebak Fira datang untuk membicarakan sesuatu.


"Emm...aku mau mengatakan soal izin untuk acara pesta pernikahanku" ucapnya ragu-ragu.


"Ada apa memangnya?"


Adhi mengerutkan dahinya bingung harus menjawab apa, sebagai teman dia paham, seseorang yang sudah menikah, butuh waktu untuk berdua. Tapi sebagai atasan, Adhi sedikit berat untuk mengizinkan Fira karena perkerjaan begitu banyak.


Fira yang memahami kebingungan Adhi, "Kata Jeje, dia akan meminta Zara untuk mengantikanku sementara" ucapnya menyampaikan ide Jeje yang di bicarakan dengannya tadi pagi.


"Zara" gumam Adhi.


Senyum merekah di bibir Adhi. Dia sangat senang mendapati ide Jeje yang akan menaruh Zara sebagai penganti Fira.


"Apa Zara sudah setuju" tanyanya memastikan.


"Jeje yang akan mengatakanya, aku rasa Zara tidak akan menolak"

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, tapi pastikan ada pengantimu"


"Dan yang pasti itu Zara " batin Adhi


"Baiklah, terimakasih dhi" ucap Fira seraya pergi dari ruangan Adhi.


**


"Bapak memanggil saya?" tanya Zara saat sudah masuk ke dalam ruangan Jeje.


Reza tadi menghubungi Zara untuk ke ruangan Jeje, karena ada yang mau di bicarakan.


"Saya ingin meminta tolong sama kamu?" ucap Jeje pertama kali sebelum mengatakan niatnya.


"Silahkan pak"


"Kamu tahu bukan kalau saya dan Fira akan mengadakan pesta pernikahan. Karena Fira tidak bisa meninggalkan perkerjaanya, saya meminta kamu untuk mengantikannya sementara" jelas Jeje.


"Mengantikan Fira, apa maksudnya jadi sekertaris Adhi "


"Apa kamu tidak keberatan?"


Zara tahu betul, dia tidak akan bisa menolak dalam hal ini, mengingat Jeje adalah bosnya.


"Baiklah pak" ucap Zara akhirnya mengiyakan.


"Terimakasih, kamu bisa hubungi Fira selebihnya"

__ADS_1


"Baik pak"


__ADS_2