Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Salah siapa


__ADS_3

Setelah acara pernikahan selesai dan beberapa para tamu sudah pulang Fira pamit dengan Ibunya. Dirinya yang melihat Jeje uang masih berbincang dengan temannya, akhirnya meninggalkan untuk masuk ke dalam kamar.


Fira melangkahkan kakinya ke arah kamarnya, dan membuka pintu kamarnya. Saat membuka pintu kamarnya, Fira di buat terperangah, "Sejak kapan kamarku berubah jadi begini ", batin Fira yang melihat kamarnya di hiasi dengan mawar merah di atas tempat tidur.


Fira berjalan menuju meja rias, untuk membersihkan make up di wajahnya. Rasanya wajahnya berat sekali, karena dia jarang sekali memakai make up. Biasanya dia hanya memakai bedak dan sedikit polesan liptik saja. Setelah di rasa wajahnya sudah bersih, dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Jeje yang tadi harus menemani teman-temanya yang belum pulang, harus merelakan Fira masuk ke dalam kamar terlebih dahulu. Dalam hati, Jeje merasa kesal saat teman-temannya tidak pulang-pulang. Dia merasa teman-teman sengaja berlama-lama berbincang dengannya.


Setelah teman-temannya pulang akhirnya Jeje masuk ke dalam kamar Fira. Saat memasuki kamar, Jeje tidak menemukan Fira di dalam kamar, Tapi sejenak dia mendengar gemricik air dari kamar mandi, yang menandakan Fira ada di dalam kamar mandi.


Jeje membuka jasnya yang sedari tadi dia pakai, berlanjut membuka dasi dan melepas kancing tangan kemejanya. Jeje sedikit meregangkan ototnya yang seharian lelah.


Saat Fira sudah selesai mandi, dia begitu kaget mendapati Jeje sudah berada di dalam kamar. Ada perasaan gugup di hati Fira saat mendapati seorang pria ada di dalam kamarnya. Dirinya masih merasa sangat canggung. Walaupun dulu dia pernah tinggal bersama Jeje, tapi mereka tidak pernah tidur di kamara yang sama.


"Apa kak Atta dan kak Daffa sudah pulang?" tanya Fira yang baru keluar dari kamar mandi.


Jeje yang melihat istrinya keluar dari kamar mandi, dengan rambut basah menelan salivanya. Walau Fira memakai piyama bukan lingerie, tapi mampu membuat Jeje terpesona.Kulit putih Fira suka terpampang nyata oleh Jeje.


"Je, aku bertanya padamu." Fira menyadarkan Jeje yang sedang memandangi Fira dari tadi.


"Kamu tanya apa tadi?" tanya Jeje saat sadar Fira mengajaknya berbicara.


"Tidak jadi " jawab Fira kesal.


"Sayang jangan marah, tadi aku hanya terpesona melihatmu," ucap Jeje seraya berjalan mendekat pada Fira. Jeje memeluk tubuh Fira, "Kamu cantik sekali, "ucap Jeje memandangi wajah Fira.


"Jangan coba merayuku, kamu hutang penjelasan padaku." Fira melepas pelukan Jeje, dan berjalan ke meja rias, meninggalkan Jeje di depan pintu kamar mandi. Fira pun duduk, dan mengambil lotion.

__ADS_1


Jeje yang melihat Fira berlalu meninggalkannya, berjalan menghampiri Fira yang sedang duduk di depan meja rias. Jeje memegang kedua bahu Fira, sedikit membungkuk dan berbisik "Bisakah penjelasannya besok saja."


"Kenapa harus besok?" tanya Fira kesal, menatap Jeje dari pantulan kaca di meja rias.


"Karena sekarang malam pertama kita," jawab Jeje dengan suara sexy, dan tepat di telinga Fira.


Fira yang mendengar Jeje berbisik, merasakan desiran dalam hatinya, tapi dia buru-buru mengembalikan kesadarannya, dia masih menanti penjelasan dari Jeje, "Jangan harap akan ada malam pertama sebelum kamu menjelaskan semuanya," ancam Fira.


"Sayang kenapa kamu ingin menyiksaku?" tanya Jeje sudah sedikit frustasi mendapati ancaman dari Fira, dirinya tidak bisa membayangkan akan menunda malam pertama mereka. Dirinya sudah berussha menunggu sejak Fira di luar negeri, dan sekarang dia tidak mau menyia-nyiakan Fira.


"Kalau kamu merasa aku menyiksamu, jadi nikmati penyiksaan dari ku," ucap Fira seraya mengoleskan lotion di kakinya. Dia mengacuhkan Jeje yang sedanh sibuk merayunya.


"Aku ingin menikmati penyiksaan darimu." Jeje berjongkok, dan membelai kaki Fira yang sedang di olesi lotion, dan ikut mengolesi lotion. Membelai kaki jenjang besar dengan sangat lembut.


Fira yang merasa kata-kata Jeje bermakna lain, menyadari kalau suaminya sedang berusaha merayunya, "Aku akan kerjain gantian kamu " batin Fira.


"Mandilah sayang aku akan menunggumu" ucap Fira menyingkirkan tangan jeje dari kakinya dengan lembut, dan memasang senyum mengoda.


Fira yang melihat Jeje dengan semangatnya ke kamar mandi menahan tawanya. Dia tidak akan membayangkan bagaimana nanti raut wajah Jeje. Setelah selesai memakai lotion, Fira berjalan ke tempat tidur, duduk di tempat tidur dan menyandarkan tubuhnya.


Jeje yang sudah selesai mandi, keluar dari kamar mandi. Dia hanya memakai handuk melingkar di pinggangnya saat keluar. Fira bisa melihat tubuh sixpack Jeje terpampang nyata, membuat Jeje nampak lebih sexy.


Fira yang melihat pemandangan itu, langsung menundukan wajahnya, karena malu melihat itu semua.


Jeje yang melihat Fira malu, melihat dirinya yang hanya memakai handuk, hanya bisa menarik senyum di bibirnya, "Kenapa kamu menunduk sayang," ucap Jeje seraya merangkak ke tempat tidur Fira.


"Pakai bajumu je."

__ADS_1


"Je?, " Jeje begitu kaget Fira masih memanggil namanya setelah menikah, "Panggil sayang," pinta Jeje yang semakin mendekat ke arah Fira.


"Iya, sayang pakai bajumu," Fira yang sudah tidak nyaman saat Jeje mendekat, meminta sesuai panggilan yang Jeje minta.


"Kenapa harus pakai baju, bukannya lebih mudah untuk membukanya," Jeje mulai naik ke tubuh Fira.


Fira yang mendapati Jeje naik ke tubuhnya merasa gugup, "Mau apa kamu?"


"Menurutmu?" Jeje hendak mencium Fira, tapi Fira langsung mencengahnya.


"Kenapa?" tanya Jeje bingung.


"Aku sedang datang bulan."


Jeje yang mendapati jawaban Fira membulatkam matanya, "Jangan bercanda sayang," ucapnya sedikit kesal.


"Siapa yang bercanda, salah siapa tiba-tiba mengajak orang menikah." Fira langsung mencebikan bibirnya mengingat dirinya yang tiba-tiba di minta menikah.


Jeje yang mendengar ucapan Fira, merasa kesal sekali. Dirinya benar-benar akan melewatan malam pertamanya, hari ini, "Ini semua salah mama" gumam tapi masih terdengar Fira.


Jeje pun turun dari tubuh Fira, dan beranjak mencari bajunya. Dalam hati Jeje, Untung dia belum memulai, kalau sudah memulai, dan dia baru tahu, apa jadinya dia harus mandi lagi, untuk menuntaskannya sendiri.


Jeje yang sudah memakai baju, berjalan kembali ke tempat tidur. Dirinya langsung merebahkan tubuhnya di samping Fira.


Mendapati Jeje ada di sampingnya, Fira mencoba mencari tahu lagi, atas semua yang terjadi hari ini. "Kenapa salah mama?" tanya Fira yang mendengar gumaman Jeje. "Coba jelaskan semua padaku," pinta Fira.


"Kamu mau aku menjelaskan dari mana?"

__ADS_1


"Terserah padamu, mana aku tahu," ucap Fira acuh.


Akhirnya Jeje menjelaskan.


__ADS_2