Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Bertemu Adhi


__ADS_3

Saat tengah asik makan di sebuah restoran, Zara melihat sosok Adhi dari kejauhan, memasuki restoran yang sama dengan mereka. Zara langsung memanggil Adhi, dan melambaikan tangannya pada Adhi.


Adhi yang menyadari ada yang memanggilnya menoleh, dan mendapati Zara dan Fira tengah duduk di restoran yang sedang dia datangi. Adhi yang berniat untuk makan, tidak menyangka bertemu dengan Zara dan Fira di tempat yang sama.


Sudah cukup lama Adhi, Zara dan Fira tidak bertemu setelah kejadian di restoran Daffa. Sebenarnya Adhi masih berat bertemu dengan mereka, terutama Fira. Adhi merasa sangat tidak enak meninggalkan mereka, di restoran waktu itu.


Adhi berjalan menghampiri meja Zara dan Fira.


"Hai kalian disini?" tanya Adhi saat menghampiri Fira dan Zara.


"Iya dhi," jawab Fira.


"Duduk dhi, dah lama kita tidak bertemu" jawab Zara yang antusias bertemu dengan Adhi.


Adhi pun menarik kursi, dan duduk bergabung dengan Zara dan Fira.


"Kalian apa kabar?" tanya Adhi sedikit cangung.


Adhi masih tidak enak waktu di restoran Daffa, dia pergi begitu saja sesaat mendapatkan penjelasan dari Fira.


"Kami baik dhi," jawab Fira ramah, dengan senyumnya yang menampilkan lesung pipinya.


"Dia tidak marah sama sekali, kamu masih tetap fira yang ramah ya," batin Adhi


Adhi yang sudah cukup lama mengenal Fira, tahu betul wanita itu tidak akan mudah marah. Sikapnya yang ramah selalu membuat semua orang senang berteman dengannya termasuk Adhi.


"Sekarang kalian sibuk apa?" tanya Adhi


Setelah mereka wisuda memang mereka jarang sekali bertemu lagi. Dan setelah kepergian Adhi waktu itu, mereka seoalah memutuskan komunikasi. Fira yang tidak enak dengan Adhi menunggu Adhi menghubungi, begitu juga sebaliknya.


"Kami magang di perusahaan NG, dhi,"


jawab Fira


"NG? maksudnya Nareswara Grup milik bang jeje?" tanya Adhi memastikan.


"Iya, tapi kita tidak tahu kalau pemilik perusahaan itu Jeje pacar Fira" jawab Zara mengingat bahwa pertama kali mereka melamar kerja, tidak tahu bahwa perusahaan itu adalah milik Jeje.


"'Pacar', rasanya kenapa masih sakit di hatiku mendapati kenyataan mereka berpacaran" batin Adhi. Walapun Adhi berusaha menerima kenyataan Fira sudah bersama Jeje, tapi masih menyisakan sakit saat membahasnya kembali.

__ADS_1


"Lalu bagaimana bisa kalian tidak tahu perusahaan sebesar itu milik bang Jeje, apa lagi kamu fir." Adhi mencoba pura-pura tertawa.


"Zara yang mengirim surat lamaran, dan waktu kami interview kami baru tahu kalau Jeje presdir disana," jelas Fira.


Akhirnya mereka bercerita banyak hal. Adhi menceritakan kalau sekarang dia sibuk di restoran Daffa. Adhi membantu Daffa yang sedang membuka cabang di luar kota. Fira dan Zara pun bercerita keseruan mereka saat magang. Bagaimana teman-teman mereka. Zars juga menceritakan bagaimana hari pertama Fira, yang harus terkena air panas akibat ulah temannya.


Pembicaraan mereka terhenti sejenak, saat Zara pamit ke toilet, dan menyisakan Adhi dan Fira berdua.


"Fir maafkan aku waktu itu di restoran," ucap Adhi memulai pembicaraan setelah Zara pergi ke toilet.


"Aku juga minta maaf kamu harus tahu dengan cara begitu dhi," ucap Fira.


Fira sebenanya menyesali, teman-temannya harus tahu dengan cara seperti kemarin. Niatnya untuk memberitahu di waktu yang pas, harus gagal.


"Sekarang kamu sudah tahu bagaimana perasaan aku sama kamu kan." Adhi mengingatkan Fira bagaimana Adhi yang terluka, menandakan bahwa Adhi mencintai Fira.


"Iya dhi maaf aku belum bisa membalas perasaan kamu, perasaan aku sama kamu, hanya sebatas persahabatan, aku harap kamu tidak menjauhi aku karena ini." Fira yang memang telah lama menganggap Adhi sebagai teman, harus tega memberi tahu perasaanya pada Adhi.


"Aku janji fir, aku tidak akan menjauhi atau menghindarimu"


"Kita masih bisa berteman kan?" tanya Adhi memastikan.


Adhi merasa lega karena Fira masih mengangapnya teman dan tidak berniat menjauhinya. Bagi Adhi menjadi teman untuk Fira lebih dari cukup untuk saat ini.


"Aku turut bahagia, atas hubungan kamu dengan bang Jeje."


"Terimakasih dhi." Fira tersenyum pada Adhi.


"Walau aku tidak bisa bersamamu setidaknya aku melihatmu bahagia fir."


Berat untuk Adhi melepas Fira pada Jeje, tapi Adhi berusaha menerima. Melihat Fira yang begitu bahagia, baginya sudah cukup.


**


Cukup lama mereka mengobrol. Keadaan sudah lebih baik, mereka bertiga sudah kembali akrab seperti biasa. Mereka pun mengakhir pertemuan tidsk sengaja mereka, dengan berpamitan


Zara yang tiba-tiba pamit lebih dulu karena ibunya menghubunginya, akhirnya menitipkan Fira pada Adhi. Dan sesuai permintaan Zara, Adhi pun mengantarkan Fira pulang.


Mereka bertiga pun berjalan ke arah parkiran, dan berpisah saat menuju parkiran yang berbeda. Adhi yang membawa mobil berbelok ke arah parkiran mobil. Sedangkan Zara berbelok ke arah parkiran motor, karena dia mengendarai motor.

__ADS_1


Sepanjang jalan Fira bingung harus meminta Adhi mengantar kemana. Dia memikirkan alasan yang tepat untuk di berikan pada Adhi.


"Kalau aku suruh Adhi antar ke apartemen pasti Adhi berfikir macam-macam."


"Rumah kamu belum pindah kan fir?" tanya Adhi mengoda Fira saat mengantar Fira pulang


"Hah...belum lah dhi masih tempat yang sama, tapi...," ucapan Fira sedikit terhenti saat hendak menyebutkan tujuannya pulang.


"Tapi apa?" tanya Adhi yang melihat Fira terhenti saat berbicara.


"Aku masih tinggal di apartemen Jeje," lirih Fira mengatakan kenyataan bahwa dia masih tinggal di apartemen Jeje.


"Kamu masih disana fir?" tanya tidak percaya dengan apa yang di ucapan Fira.


"Jangan pikir macam- macam dulu dhi" cegah Fira.


"Memangnya kamu tahu yang aku fikirkan?" goda Adhi yang melihat Fira langsung panik, saat Adhi mengetahui Fira tinggal bersama Jeje.


"Ya pasti kamu mikir aku tinggal sama pacar aku dan pasti..."


Belum selesai Fira menjelaskan Adhi sudah menyanggah.


"Aku kenal kamu fir, aku tahu kamu tidak akan melakukan melebihi batasan." Adhi tersenyum melihat Fira.


"Iya, ibuku belum mendapatkan asisten rumah tangga yang baru, jadi mau tidak mau aku harus bertahan disana," jelas Fira.


"Oh karena itu, tapi aku sebagai teman hanya menyarankan. Lebih baik kamu bilang ibumu, tidak baik seorang pria dan wanita dalam satu rumah, apa lagi kalian memiliki hubungan."


"Iya, aku sudah mengatakan pada ibu, dan ibu sudah berjanji akan segers mencarikan asisten rumah tangga yang baru."


Setelah perjalanan Adhi dan Fira sampai di apartemen Jeje.


"Makasih ya dhi," ucap Fira pada Adhi.


"Iya, sama-sama."


Fira pun kuluar dari mobil Adhi, dan menunggu Adhi berlalu terlebih dahulu sebelum masuk.


Saat Fira berpamitan dengan Adhi ada seseorang yang sedang memperhatikan Fira dari dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2