Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Abang sayang


__ADS_3

Saat sedang menyiapkan keperluan untuk barbeque, tiba-tiba terdengar seseorang menuju taman belakang dan menyapa.


"Sore semua" sapa Atta seraya berjalan mendekati mereka yang sedang menyiapkan keperluan barbeque.


Adhi ,Daffa, dan Jeje yang mendengar ada yang menyapa, mereka menoleh dan mendapati Atta disana.


"Akhirnya loe datang juga" ucap Daffa.


"Kemana aja loe?" tanya Jeje yang memang jarang sekali bertemu dengan Atta.


"Biasa" jawab Atta enteng.


Biasa yang di maksud Atta temannya sudah pasti tahu.


"Belum tobat juga loe?" tanya Daffa.


"Nanti kalau dapat wanita yang buat aku jatuh cinta baru tobat" ucap Atta seraya tertawa.


"Nanti kalau loe jatuh cinta dan mesti berjuang buat dapat wanita, gue orang pertama yang akan tertawa " ledek Jeje seraya pergi menuju tempat Fira dan para wanita yang sedang duduk.


"Gue nggak perlu berjuang buat dapatin wanita" jawab Atta melihat Jeje yang berlalu.


Saat melihat Jeje berlalu, Atta melihat Zara di antara Fira dan Tania.


"Zara" gumam Atta.


"Zara juga disini" tanya Atta.


Karena di tempat itu hanya ada Daffa dan Adhi, sudah bisa di pastikan, Adhi lah yang di tanyai oleh Atta.

__ADS_1


Adhi yang mendengar Atta bertanya sedikit mengerutkan keningnya, "iya", jawab Adhi.


"Perfect" ucap Atta seraya pergi meninggalkan Adhi dan Daffa menuju Zara.


"Dasar!!!" seru Daffa yang melihat ulah temannya yang mencoba mendekati teman Fira.


Adhi yang mengerti kenapa Daffa berseru, dan mengerti maksud dari Atta yang berlalu menuju Zara, hanya menahan kegeramannya.


"Hai Zara" sapa Atta.


"Mulai lagi dia" gumam Jeje melihat aksi temannya.


"Hai bang Atta" sapa Zara.


"Kamu tidak pernah balas chat aku ra?" tanya Atta seraya duduk disamping Zara.


Sebenarnya Zara tidak membalas karena males meladeni Atta yang dia ketahui suka bergonta-ganti wanita. Zara sudah membentengi diri untuk tidak terjebak rayuan Atta.


Adhi yang melihat Atta sedang beraksi mendekati Zara berinisiatif untuk memanggil mereka.


"Bang Keje bantuin kita bakar, jangan disitu terus" ucap Adhi pada Jeje, yang sibuk duduk manis di samping Fira.


Sebenarnya Adhi hanya memancing agar Atta juga pergi dari situ, dengan memanggil Jeje.


"Ribet banget itu bocah, nggak bisa lihat orang senang" grutu Jeje.


"Jangan marah-marah dong abang sayang" ucap Fira yang mencoba menenangkan Jeje, dengan suara yang lembut menekankan pada kata abang sayang.


Jeje yang mendengar Fira bicara langsung menoleh.

__ADS_1


"Kamu bilang apa?" tanya Jeje dengan senyuman seoalah dia baru saja mendapatkan lotre.


"Jangan marah-marah" ucap Fira mengulang kata-katanya.


"Bukan itu"


"Lalu??" tanya Fira bingung.


"Tadi kamu panggil apa?"


Fira mengerti yang di maksud jeje, "Abang sayang" jawab Fira datar.


"Iya itu "


"Tapi panggilnya yang mesra" pinta Jeje dengan memohon pada Fira.


Fira menghela nafasnya, " Iya abang sayang", ucap Fira dengan lembut.


"Ich..gemes banget" ucap Jeje sambil mencubit pipi Fira "Nanti panggil aku begitu ya", pinta Jeje.


Fira hanya membulatkan matanya atas permintaan Jeje.


Jeje berdiri hendak membantu Daffa dan Adhi, tapi seketika melihat Atta yang sibuk mendekati zara.


"Ayo ta, bantuin bakar-bakar" ucap Jeje seraya menarik Atta.


Atta yang di tarik sebenarnya kesal tapi dia tetap santai menanggapi temannya.


"Aku kesana dulu ya ra" pamit Atta pada Zara, dan Zara mengiyakan.

__ADS_1


__ADS_2