Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Aku akan menemanimu


__ADS_3

Zara yang melihat sikap Jeje yang tiba-tiba mencari Fira menatap Adhi. "Ada apa sebenarnya?" Tanyanya pada Adhi.


"Fira pergi karena melihat bang Jeje berduaan dengan mantan tunangannya," jelas Adhi.


"Hah!" Pekik Zara yang kaget.


"Fira pergi lagi?" Tanya Zara memastikan dan Adhi menjawab dengan anggukan.


"Kemana lagi dia," gumam Zara.


"Apa kamu akan mencarinya?" Tanya Zara yang panik.


"Tidak," jawab Adhi enteng.


Zara mengerutkan keningnya. "Kenapa?" Tanyanya pada Adhi.


"Sudah ada suaminya yang mencari, lalu untuk apa aku mencarinya," jawab Adhi santai


"Tapi Fira teman kita, kita harus mencarinya." Zara berucap seraya memegang lengan Adhi.


Adhi yang di pegang lengannya oleh Zara tersenyum. "Kamu mau mencarinya?" Tanya Adhi menatap Zara.


"Iya, aku akan mencari Fira,.aku takut dia kenapa-kenapa," ucap Zara dengan raut sedih.


Adhi yang melihat Zara terlihat sedih tak tega.

__ADS_1


"Kalau kamu mau mencari Fira, aku akan menemanimu," ucap Adhi dengan senyuman licik.


Zara membulatkan matanya. "Kenapa dia malah tersenyum," batin Zara


"Jadi aku yang mencari kamu yang menemani?" Tanya Zara memastikan.


"Pintar sekali." Puji Adhi.


"Licik sekali dia, dulu dia yang mencari dan aku yang menemani dan sekarang aku yang mencari dan dia yang menemani, " batin Zara.


Seolah bisa membaca apa yang di pikirkan Zara, Adhi langsung berucap lagi.


"Aku tidak mau di salahkan karena membuatmu tersiksa dengan mencari Fira," ucap Adhi


Zara menetap tajam Adhi, mendengar ucapan Adhi yang mengingatkan saat Zara mengeluh mencari Fira dulu.


Zara membulatkan matanya melihat tingkah aneh Adhi. "Dia sekarang hobi sekali tersenyum pada ku," batin Zara.


"Baiklah kita cari Fira besok, karena ini sudah larut malam, tidak mungkin kita akan mencarinya," ucap Zara mengakhiri semua.


"Baiklah, aku pamit dulu, selamat malam, mimpi indah," ucap Adhi dengan senyuman.


"Selamat malam." Zara membalas ucapan Adhi tapi dengan senyum yang di paksakan.


**

__ADS_1


Setelah dari rumah Zara, Jeje melajukan mobilnya untuk mencari Fira. Jeje sudah berkeliling menyusuri jalan-jalan yang sering di lalui Fira, tapi dia tak menemukan istrinya sama sekali.


Hingga dini hari Jeje tak menemukan istrinya. Tubuhnya yang begitu letih sudah tidak bisa di ajak kerja sama lagi untuk berkeliling mencari istrinya. Akhirnya Jeje memutuskan untuk melanjutkan esok hari.


Jeje kembali ke apatemennya. Perlahan dia membuka pintu kamarnya, kamar yang dingin dan tak nampak kehangatan didalamnya. Tubuhnya yang lelah membuatnya langsung berbaring di tempat tidur.


Dia usap bagian tempat tidur yang biasa di tempati Fira. "Aku harus mencarimu kemana," gumam Jeje


"Bukannya aku pernah bilang, aku tak mau kamu pergi lagi," ucap Jeje seraya memejamkan matanya membayangkan sosok istrinya ada disampingnya.


"Kembalilah sayang, izinkan aku menjelaskan kesemuanya," ucap Jeje sebelum dia benar-benar terlelap tidur.


**


Saat terasa matahari mulai memasuki celah-celah jendela, perlahan Jeje membuka matanya karena cahaya tepat mengenai matanya. Jeje menatap kesisi tempat tidur,tapi nampak disisi tempat tidur kosong.


"Kemana dia," gumam Jeje.


Perlahan jeje bangun dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


"Tidak ada," ucap Jeje seraya membuka pintu kamar mandi.


Jeje memutuskan keluar kamar dan menuju dapur, tapi tidak menemukan siapa-siapa.


Jeje yang panik mencari ke seluruh ruangan tapi mendapati ruangan kosong.

__ADS_1


Sejenak dia berlikir, kenapa apartemennya kosong. "Ya Tuhan aku lupa kalau Fira pergi," ucap Jeje lemas, saat dia teringat kalau semalam dia sendiri yang mencari Fira yang pergi.


__ADS_2