
Fira keluar dari kamarnya, menuju ke lantai bawah. Berniat mencari Jeje, Fira menuruni anak tangga.
Saat menuruni tangga, Fira melihat lalu lalang orang yang sedang sibuk menata ruangan. Fira yang melihat dekor yang sedang di tata, hanya bisa tersenyum.
Rasa bahagianya begitu melingkupi hatinya, mana kala mengingat jika acara ini adalah acara empat bulanan kehamilannya. Acara yang di adakan di kediaman Nareswara, membuat Fira menyerahkan semua pada mertuanya.
"Sayang, kamu disini?" tanya Jeje yang melihat Fira keluar dari kamar.
"Aku bosan," ucap Fira.
"Mau ke taman denganku?" tanya Jeje seraya mengulurkan tangan pada Fira.
"Mau." Fira pun menerima uluran tangan dari Jeje.
Menautkan jemarinya pada jemari Fira. Jeje membawa Fira ke taman. "Kenapa tidak memilih istirahat saja?" tanya Jeje pada Fira saat melangkah menuju ke taman.
"Aku takut nanti susah bangun, saat acara di mulai."
Jeje hanya tersenyum mendengar ucapan Fira. "Acara akan di adakan setelah jam dua belas. Aku rasa masih ada dua jam untuk mengunakan waktu untuk istirahat," ucap Jeje seraya melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Iya, tapi aku tidak mengantuk." Fira sedikit kesal, saat Jeje menyuruhnya untuk istirahat
"Baiklah, aku akan menemanimu saja, di taman." Jeje tidak bisa memaksakan kehendaknya pada Fira, mengingat Fira lebih sensitif selama kehamilan.
Sampai di taman, Fira dan Jeje duduk bangku menikmati suasana di taman.
"Aku mau menanam bunga-bunga nanti di rumah baru," ucap Fira saat melihat bunga-bunga di taman.
"Kamu boleh menanam apa pun," ucap Jeje menatap Fira. "Tapi setelah melahirkan," lanjut Jeje.
Fira hanya melirik pada Jeje. "Itu masih lama."
"Memangnya bisa mau menanam bunga dalam keadaan hamil. Itu pasti akan sangat sulit."
"Apa yang sulit?" tanya Fira bingung.
"Coba kamu bayangkan, jika kamu harus berjongkok dengan perut besar sebesar, saat menanam. Apa kamu bisa?"
__ADS_1
Mendengar ucapan Jeje, Fira sedikit membenarkan ucapan Jeje.
Memang benar yang di katakan, jika aku akan sangat kesulitan jika menanam dengan keadaanku sekarang, batin Fira.
Cukup lama Fira dan Jeje mengobrol di taman. Sampai saat, Mama Inan memanggil Fira untuk bersiap.
Fira bersiap dan menghias diri di bantu Mama Inan. Fira yang tidak mau memakai penata rias, akhirnya memilih untuk menghias dirinya sendiri.
Melihat wajahnya di cermin, Fira tersenyum. Sejak hamil, Fira memang jarang sekali berhias. Rasa malas yang timbul membuatnya tidak mau memolea wajah cantiknya dengan sapuan make up
Beralih memakai dress. Fira melihat jika perutnya sudah mulai terlihat. Rasanya, Fira begitu senang saat melihat perkembangan janinnya. Fira tidak menyangka jika kehamilannya sudah masuk empat bulan.
"Sayang," panggil Jeje seraya membuka pintu kamar.
Jeje yang melebarkan pintu, langsung masuk ke dalam kamar. "Kamu cantik sekali," ucap Jeje melihat wajah istrinya.
"Memang kemarin aku jelek?" tanya Fira sedikit merajuk.
"Bukan begitu maksudnya," elak Jeje. "Kemarin cantio, dan sekarang semakin cantik." Meraih tangan Fira, Jeje membujuk Fira.
Fira menarik senyumn di ujung bibirnya. Dirinya sebenarnya tidak benar-benar marah. Tapi Jeje selalu punya cara untuk membujuknya.
Fira mengangguk dan ikut keluar dengan Jeje. Melangkah menuju tempat acara, hati Fira berdebar. Acara seperti ini adalah acara pertama yang dia lakukan.
Sampai di lantai bawah, dimana tempat acara doa untuk kehamilan Fira di adakan, Fira melihat teman dan beberapa saudara telah datang. Mereka semua memandang Fira dan Jeje yang baru saja datang, pemilik acara yang sudah para tamu undangan tunggu. Duduk di samping Mama Inan, Papa Rayhan, dan Bu Ani, Fira dan Jeje menunggu acara di mulai.
Pemuka agama memulai doa untuk kehamilan Fira, dan semua dengan hikmat mengikutinya. Doa di panjatkan untuk kehamilan Fira. Berharap kehamilan Fira di berikan kelancaran.
Setelah acara doa selesai, para tamu undangan memberikan selamat dan doa langsung pada Fira. Termasuk kedua orang Tua Jeje.
"Selamat ya, sayang, semoga kamu dan bayinya sehat," ucap Mama Inan seraya memeluk Fira.
"Terimakasih, Ma."
"Jaga kondisi kamu, semoga sehat sampai bayi kamu lahir." Papa Rayhan turut memberi doa untuk menantunya.
Bagi Inanti dan Rayhan ini adalah kebahagiaan mereka, karena anak yang di kandung mereka adalah cucu pertama mereka.
__ADS_1
"Kamu sehat-sehat sampai lahiran ya, Fir," ucap Bu Ani memberikan doa untuk putrinya. Pelukan hangat pun di berikan oleh Bu Ani.
Beberapa saudara dari Fira dan Jeje, menghampiri Fira dan Jeje untuk memberikan selamat dan doa untuk kehamilan Fira. Kebahagiaan begitu terasa dari Jeje dan Fira, saat mendapatkan doa.
"Selamat ya Fir, semoga sehat sampai lahiran." Daffa dan Tania pun memberikan doa untuk Fira.
"Terimakasih." Fira tersenyum mendapatkan doa dari Daffa dan Tania. Mata Fira pun tertuju pada Perut Tania yang juga sudah mulai membesar. Kehamilan Tania yang sudah mau memasuki bulan ke tujuh, membuat perut Tania sudah lebih besar dari Fira.
"Kita akan jadi orang tua, Je," ucap Daffa pada Jeje.
"Iya, nggak menyangka kita akan jadi papa." Jeje tersenyum pada Daffa. Jeje yang sudah berteman sudah lama dengan Daffa, tidak menyangka akan menjadi orang tua dalam waktu dekat bersama Daffa.
"Hai," sapa Adhi yang menghampiri Jeje dan Fira. "Selamat ya, Fir," ucap Adhi memberikan ucapan selamat pada Fira.
Belum sempata Fira menjawab. Zara sudah memotong ucapannya. "Selamat ya Fir, ssmoga sehat-sehat sampai kamu melahirkan," ucap Zara.
"Terimakasih banyak." Fira sangat senang saat teman-temannya sudah datang, dan memberikannya doa.
"Selamat, Bang," ucap Adhi pada Jeje.
"Terimakasih, Dhi."
Mereka akhirnya mengonbrol bersama. Fira dan Tania pun berbagi pengalamaan selama kehamilan, sedangkan Jeje dan Daffa menceritakan bagaimana mememuhi keinginan wanita hamil.
"Fa, gue nggak lihat Atta?" tanya Jeje pada Daffa.
Daffa yang mendengar pertanyaan Jeje pun mengendarkan pandangan, mencari Atta. "Dia nggak ngabarin loe?"
"Nggak."
"Mungkin dia lagi sibuk."
"Mungkin."
Akhirnya mereka pun melanjutkan acara bersama. Bercerita dan berbagi cerita. Tawa bahagia menghiasi wajah Fira dan Jeje sepanjang acara di adakan.
Doa-doa dari sanak saudara, kerabat, dan rekan kerja, memberikan energi positif untuk Fira. Bagi Fira dan Jeje, kehadiran mereka adalah hal penting, karena mereka mau meluangkan waktu untuk datang dan memberikan doa.
__ADS_1
Acara doa yang sudah usai, dilanjutkan dengan jamuan. Sambil bercengkrama dan tawa para tamu berbagi cerita.
Setelah acara usai, para tamu kembali pulang. Fira dan Jeje pun tak lupa memberikan ucapan terimakasih untuk kedatangan mereka semua.