Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Jam kerja tambahan


__ADS_3

"Kamu kenapa?" tanya Jeje membuyarkan lamunan Fira.


"Hah..tidak" elak Fira yang kaget saat Jeje membuyarkan lamunannya.


"Maafkan aku belum mengatakan kalau Valeria berkerja jadi sekertaris aku" Jeje mengarahkan satu tangan mengenggam tangan Fira, dan satu tangan masih memegang stir mobilnya.


"Waktu itu aku mau bilang, tapi kita sedang berbulan madu, dan aku tidak mau merusak moment bulan madu kita, tapi setelah pulang bulan madu aku belum ada kesempatan untuk mengatakan padamu" jelas Jeje pada Fira.


"Ternyata itu alasan dia belum mengatakannya" batin Fira.


"Sebenarnya aku kecewa karena kamu tidak memberitahuku lebih awal, tapi aku bisa terima alasanmu tidak bisa memberitahuku"


Fira memahami kenapa Jeje belum memberi tahu Fira. Fira membayangkan kalau andai dia jadi Jeje pun, dia akan melakukan hal yang sama, untuk tidak merusak moment bulan madu mereka.


"Terimakasih kamu mau mengerti" Jeje melepas tangan Fira, dan fokus menyetir.


"Tadi aku melihat dia sangat bersyukur karena kamu memberi perkerjaan padanya" ucap Fira pada Jeje, saat dia mengingat pertemuan dengan Valeria tadi.


"Apa kamu sempat berbicara banyak dengannya?" tanya Jeje


"Tidak banyak sebenarnya"


"Ayahnya bangkrut, dan dia suaminya pergi meninggalkannya, mungkin dia bersyukur karena dia membutuhkan perkerjaan"

__ADS_1


Mendengar penjelasan Jeje, Fira sedikit kaget, "Apa dia sudah bercerai?", tanya Fira memastikan pada Jeje.


"Aku tidak tahu, itu bukan urusan ku, aku hanya membantunya karena dia membutuhkan perkerjaan, selebihnya aku tidak tahu dan tidak mau tahu"


"Apa dia sengaja mendekatimu??" tanya Fira ragu-ragu.


"Untuk saat ini aku melihat dia mendekatiku hanya karena perkerjaan, jadi bisa di simpulkan mungkin dia tidak berniat mendekatiku untuk urusan pribadi"


"Tadi dia mengira aku mantanmu, mungkin dia berfikir kamu masih bertunangan dengan Ana" jelas Fira.


"Kita akan mengadakan pesta pernikahan secepatnya, agar orang tahu kamu istriku" jelas Jeje.


"Apa kamu takut aku dan dia akan berhubungan kembali" tanya Jeje menatap Fira.


"Iya" lirih Fira.


"Kamu pernah bilang untuk percaya kalau kamu dan Adhi tidak ada apa-apa, jadi bolehkah aku minta kamu percaya, kalau tidak akan terjadi apa-apa antara aku dan Valeria" Jeje meminta dengan penuh harap pada Fira.


"Iya"


"Hanya iya?"


Fira tak mengerti maksud Jeje, "Lalu?"

__ADS_1


Jeje menekan pipi Fira, "Lesung pipinya tak terlihat"


Seketika Fira langsung tersenyum menampilkan lesung pipinya.


"Kamu lebih cantik saat tersenyum"


"Jangan mengodaku" Fira mencebikan bibirnya.


Jeje yang melihat Fira hanya gemas.


Seketika Jeje teringat Fira yang mau makan di restoran.


"Apa kamu benar nyidam?, apa perkerjaan malam kita sudah ada hasilnya"


Pipi Fira langsung merona merah saat Jeje membahas kehamilan yang salah faham tadi,


"Aku hanya ingin makan pasta, buka nyidam. Dan lagi pula baru tiga hari yang lalu mana bisa langsung ada hasilnya"


"Sepertinya perkerjaan malamnya harus di tambah jam kerjanya biar cepat ada hasilnya" goda Jeje pada Fira


"Jam kerja tidak di tambah saja sudah lelah, apa lagi jam kerjanya di tambah??" kesal f


Fira pada Jeje.

__ADS_1


"Oke kalau gitu tidak perlu tambah jam kerjanya, pemerintah sudah menganjurkan kerja delapan jam saja" jelas Jeje.


"Hah!!" pekik Fira.


__ADS_2