Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Drama mantan


__ADS_3

Adhi dan Zara yang sudah menyelesaikan sarapannya, mencoba mencari keberadaan Fira kembali.


Mereka berdua mencoba mengelilingi sekitar kampus berharap bisa menemukan Fira.


"Kita mau cari kemana lagi dhi, sepertinya Fira nggak ada disini" ucap Zara yang sudah mulai pasrah mencari Fira.


"Kita coba keliling di jalan yang sering Fira lalui dulu waktu kuliah saja ya" jawab Adhi yang tetap masih fokus menyetir.


"Ya sudah kita coba saja"


Adhi dan Zara mencoba lagi mencari Fira di jalan-jalan yang Fira lalui, mereka berharap bisa menemukan Fira.


"Apa kamu tahu aku benar-benar kesal dengan pak Gajendra. Kenapa dia harus berduaan dengan mantannya?" Zara mengingat alasan kenapa Fira pergi dan membuatnya sedikit kesal.


Adhi yang melihat Zara kesal dan meluapkannya saat mencari Fira hanya tersenyum.


Sebenarnya Adhi pun merasa kesal dengan jeje, tapi Adhi juga tidak bisa ikut campur terlalu banyak urusan mereka.


"Setahu aku mantannya yang datang ke kantor, mungkin bang Jeje nggak niat buat berduaan ra" Adhi sedikit membela Jeje.


"Ya tetep aja,harusnya dhi, kalau mantannya datang jangan di temui" Zara masih tetap menyalahkan Jeje.


"Apa dalam drama percintaan itu harus di bumbui drama mantan juga?" Zara menoleh menatap Adhi yang fokus pada jalanan, seolah meminta jawaban.

__ADS_1


"Mungkin" jawab Adhi


"Kalau nggak ada drama mantan mungkin nggak seru" lanjutnya Adhi.


"Kalau nanti aku punya pacar, aku nggak mau punya drama mantan yang tiba-tiba datang kayak pak Gajendra" Zara sedikit bergidik ngeri harus berurusan dengan hal yang sama dengan Fira.


Sejenak Zara fikir" Tapi mana ada laki-laki yang nggak punya mantan?" tanyanya bingung.


"Ada" jawab Adhi.


Zara menatap tajam Adhi, "Siapa?" tanya Zara yang ingin tahu.


"Aku " jawab Adhi enteng.


"Jangan suka bercanda dhi, masak iya kamu nggak punya mantan" ucap Zia memegangi perutnya yang menahan tawanya.


"Aku memang nggak punya ra, kamu nggak percaya?" tanya Adhi dengan tatapan tajam.


"Kamu nggak punya mantan, tapi kamu pernah punya orang yang kamu cintai" jelas Zara mengingat kalau Adhi dulu sangat mencintai Fira.


Adhi berfikir sejenak apa yang di katakan Zara. Adhi membenarkan kalau dia memang pernah mencintai seseorang dan mungkin begitu mencintainya.


"Fira maksud kamu?" tanya Adhi yang ingin tau siapa yang di fikiran Zara.

__ADS_1


"Iya, siapa lagi"


Zara tahu betul bagaimana dulu Adhi begitu mencintai Fira. Sejak awal masuk ke kuliah Zara sangat tahu bagaimana Adhi berusaha mendekati Fira.


"Aku dan Fira.."


Belum sempat Adhi melanjutkan ucapannya telepon Adhi sudah berdering.


Adhi menepikan mobilnya untuk mengambil ponsel di sakunya.


Adhi menerima panggilan telepon, dan ternyata telepon berasal dari kantornya.


"Ra sepertinya aku harus balik ke kantor" ucap Adhi setelah menerima panggilan telepon.


"Ya sudah kalau begitu"


"Maaf ya ra" Adhi merasa tidak enak karena tidak bisa menemani Zara.


"Nggak apa-apa dhi, semoga aja pak Gajendra cepat menemukan Fira"


"Nanti aku akan menghubungi bang jeje untuk menanyakan apa dia sudah menemukan Fira atau belum"


"Nanti tolong kabari aku, kalau kamu sudah dapat info ya"pinta Zara.

__ADS_1


Akhirnya Adhi mengantarkan Zara untuk pulang ke rumah, dan Adhi kembali ke kantor setelah mengantar Zara.


__ADS_2