Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Soto daging


__ADS_3

"Kamu dah lama, ra?" Tanya Fira seraya duduk di samping Zara.


"Baru," ucap Zara pada Fira.


Zara beralih menyapa Jeje yang bersama Fira, "Pak Gajendra," sapa Zara sedikit menganggukan kepala, dan Jeje membalas juga dengan anggukan.


"Nona Valeria mari duduk." Fira mengajak Valeria, dan Valeria duduk di samping Fira.


"Hai Nona Valeria," sapa Zara pada Valeria.


"Hai Nona Zara."


Jeje dan Adhi memutuskan untuk di depan Fira dan pelayan kantin menghampiri.


Adhi, Zara dan valeria memesan makanan bergantian. Sebelum Fira memesan Jeje sudah dulu memesan.


"Soto daging dua," ucap Jeje pada pelayan, Fira yang tadinya memesan, urung di lakukan karena ternyata Jeje sudah memesankan untuknya.


"Sejak kapan Jeje suka makan soto," batin Valeria. "Sejak kapan kamu suka soto?" Tanya Valeria, dan membuat semua di meja itu menoleh pada Valeria.


Jeje yang mendapat pertanyaan dari Valeria hanya menjawab acuh. "Sudah lama."


"Dulu bukannya kamu tidak suka makanan begitu," ucap Valeria lagi.

__ADS_1


Adhi yang melihat Valeria membahas tentang Jeje yang dulu sebenarnya kesal, Adhi beralih menatap Fira, tapi Adhi hanya melihat wajah tenang Fira, dan Adhi sendiri tidak bisa mengartikannya.


"Itu dulu kak Val, Bang Jeje sekarang udah banyak berubah." Adhi menjawab pertanyaan yang di tujukan pada Jeje.


Fira yang melihat Adhi, menjawab pertanyaan Valeria tahu kenapa. "Pasti karena aku disini Adhi jadi begitu," batin Fira


Valeria yang mendapat jawaban Adhi akhirnya bungkam. Setelah Adhi berbicara tak ada satu pun yang berbicara.


Fira yang menyadari kecangungan ini mencoba mencairkan suasana.


"Kapan-kapan kita makan bareng di restoran Adhi ya ra, aku pengen makan pasta buatan restoran Adhi." Fira mengucapkan seraya membayangkan pasta di restoran Adhi.


"Kamu nyidam fir?, kamu hamil?" Tanya Zara yang mendengar Fira begitu ingin makan pasta.


Adhi yang melihat Jeje batuk langsung menyodorkan minum "Pelan-pelan Bang, segitunya," goda Adhi pada Jeje berbisik.


"Kenapa Zara malah bilang aku hamil," batin Fira


"Nona Zhafira sudah menikah?" Tanya Valeria yang mendengar pembicaraan Zara dan Fira tentang kehamilan.


"Sudah Nona Valeria"


"Oh dia sudah menikah," batin Valeria.

__ADS_1


"Kalau pengen pasta kenapa mesti sama Zara?" Tanya Jeje.


"Kalau kamu mau ikut juga boleh," ucap Fira dengan senyum, dan Jeje membalas senyum Fira.


Valeria yang mendengar Jeje bertanya pada Fira hanya menatap bingung.


" Jeje tersenyum pada Bona Zhafira, apa jangan-jangan," batin Valeria.


"Val, kosongkan jadwalku habis makan siang." Perintah Jeje pada Valeria.


"Zara, kamu ikut saya." Jeje beralih pada Zara.


"Baik Pak." jawab Zara


"Kenapa dia mengajak Zara pergi?, apa dia mau menemani Fira makan pasta," batin Valeria dibuat bingung.


Fira yang melihat Jeje mengosongkan jadwal sehabis makan siang hanya menghela nafas. Niatnya untuk membuat suasana tidak cangung, malah membuat Jeje berfikir Fira ingin makan pasta sekarang juga.


"Sepertinya aku salah bicara," batin Fira.


Makan siang di lanjutkan dengan keheningan, tidak ada yang memulai bicara, setelah Fira memulai bicara. Fira sudah tidak mau membuat pembicaraan karena takut tidak sesuai keinginannya


Sampai makan selesai Adhi dan Fira menuju mobil terlebih dahulu, sedangkan Jeje dan Zara mengambil tas mereka.

__ADS_1


Setelah Jeje dan Zara sudah di loby mereka menuju ke restoran dengan dua mobil. Zara dengan Adhi dan Fira dengan Jeje.


__ADS_2