Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Takut kembali


__ADS_3

Saat Nyonya Ayu, meminta Fira dan Bu Ani tidak keluar. Fira menunggu di dalam kamar. Fira benar-benar butuh waktu sendiri.


Fira masih memikirkan setiap apa yang di katakan oleh Jeje. Dia masih memikirkan kenapa Jeje tidak percaya sama sekali padanya.


"Kalau pun dia percaya padaku, lalu apa yang akan aku lakukan," Fira masih menertawakan dirinya sendiri, bagaimana bisa dia berharap Pada seseorang yang sudah bertunangan.


Fira hanya bisa menahan sesaknya, "Besok dia akan kembali, jadi aku tidak akan bertemu lagi denganya dalam waktu lama," entah apa yang di rasakan Fira. Antara senang karena kembali, dan dia tidak perlu takut terluka atau sedih karena tidak bisa bertemu dengan Jeje lagi.


Saat sedang di kamar, memikirkan semua tentang Jeje, ada yang mengetuk pintu kamarnya, Dan saat Fira membuka pintunya ternyata Adhi yang mengetuk pintu kamarnya.


Setelah mengantar Jeje, Adhi masuk ke dalam rumah. mencari Fira untuk meminta penjelasan semuanya. Setelah menanyakan keberadaan Fira pada mamanya. Dan mamanya mengatakan bahwa Fira di kamar, Adhi langsung ke kamar Fira.


"Apa Jeje sudah pulang?" pertanyaan yang pertama keluar dari mulut Fira.


Adhi tahu, bahwa masih ada cinta di hati Fira, dari bagaimana dia masih menanyakan Jeje,"Sudah," ucap Adhi, "Bisakah kita bicara?" tanyanya.


Fira pun mengangguk dan mengikuti Adhi untuk bicara.


Adhi mengajak Fira ke taman untuk mengobrol, dan menjelaskan semua. Sedari tadi Adhi menahan diri untuk bertemu dengan Fira, karena ada Jeje.


"Sebenarnya apa yang terjadi fir, kenapa kamu bisa disini?, kenapa ku nggak kabarin aku?, kenapa kamu menghilang begitu aja?" tanya Adhi yang sudah penasaran dari tadi.


"Kamu tanyanya satu-satu dhi," Fira tertawa melihat Adhi yang membrondong dengan begitu banyak pertanyaan.


"Ya, maaf aku benar-benar penasaran aja. Siapa orang yang nggak kaget fir kamu ngilang tiba-tiba, dan malah di rumah mama aku," jawab Adhi kesal.


Fira akhirnya menceritakan semua, bagaimana dia sampai disini karena di minta oleh Nyonya Inan, dan Nyonya Inan meminta Fira untuk menjauhi Jeje.


"Jadi semua Tante Inan yang membuat kamu sampai disini?" tanya Adhi memastikan lagi, dan Fira hanya mengangguk.


"Apa bang Jeje sudah tahu kalau mamanya yang melakukan semuanya?" Adhi tahu kalau Fira sudah bertemu dengan Jeje lebih dulu, sudah di pastikan Jeje sudah menanyakan kenapa Fira pergi.


"Sudah, tapi dia tidak percaya. Dia mengira kamu yang membawaku kesini," helaan nafas Fira yang berat menandakan bahwa dia menahan sesaknya saat mengatakanya.


"Aku?" Adhi mengerutkan keningnya tak habis pikir dengan yang di tuduhkan Jeje, "Jadi bang Jeje pikir aku yang membawamu kemari?" tanyanya memastikan.

__ADS_1


"Iya."


"Pantas dari tadi dia melihatku dengan cara berbeda, ternyata dia mengira aku yang membawa Fira kesini "


"Apa kamu ingin tinggal disini, dan tak ingin kembali fir?"


"Aku sangat ingin tapi.." Fira berhenti melanjutkan ucapannya, dia memikirkan bagaimana nanti kalau Nyonya Inan sampai tahu kalau dia kembali ke negaranya.


Adhi yang melihat Fira berhenti menjawab, bisa menebak, "Jangan bilang kalau kamu takut sama Tante Inan?" dan Fira mengangguk atas pertanyaan Adhi.


"Lagi pula bang Jeje sudah bertunangan, jadi aku rasa Tante Inan sudah tidak ada alasan lagi buat memisahkan kamu."


"Entahlah dhi aku belum bisa memikirkannya" Fira masih bingung Memikirkan apa dia akan memilih kembali atau tidak.


"Pikirkanlah, aku akan selalu membantumu. "


"Terimakasih dhi."


Mereka melanjutkan cerita, Fira menceritakan tentang kehidupannya disini, bagaimana keluarga Adhi menerimanya, dan itu membuat Adhi senang karena mama dan Tuan Edward memperlakukan Fira dan ibunya dengan baik.


Fira begitu senang melihat teman-temannya begitu menyanyanginya. Fira berjanji tak akan mengecewakan teman-temannya yang sudah begitu baik padanya.


Setelah mengobrol dengan Fira, Adhi kembali ke kamar yang sudah di siapkan mamanya. Adhi langsung berlalu memberisihkan diri. Setelah selesai di merebahkan tubuhnya di kamarnya.


**


Fira yang sudah selesai bicara dengan Adhi pun kembali ke dalam kamarnya. Tapi langkahnya terhenti saat sampai di depan kamar ibunya. Fira pun mengetuk pintu seraya membuka pintu.


"Tuan Jeje sudah pulang fir?" tanya Bu Ani yang melihat Fira masuk.


"Sudah bu."


"Apa kamu jadi memberi tahu bahwa Nyonya Inan yang membuat kita sampai ke sini?"


Fira menatap lekat ibunya, "Sudah bu, tapi dia tidak percaya."

__ADS_1


Bu Ani hanya dapat menghela nafasnya, " Wajar fir, kalau dia membela ibunya."


"Bukan itu alasannya bu,"


"Lalu?"


"Jeje mengatakan kalau pagi hari setelah kita pergi, Jeje dan Nyonya Inan datang ke rumah kita untuk melamar Fira," jelas Fira berat pada Ibunya. Fira sendiri masih tidak menyangka kalau itulah yang di lakukan majikan ibunya itu.


Bu Ani membulatkan matanya mendengar cerita Fira, dia tidak menyangka kalau Nyonya Inan akan membuat sandiwara itu, untuk menjauhkan Fira.


"Apa Nyonya Inan melakukan itu semua fir," Bu Ani yang cukup lama mengenal majikannya masih tak percaya.


"Dari yang Fira dengan begitu bu."


"Yang penting kamu sudah jelaskan fir, biarkan semua kebenaran terbuka sendiri."


Fira hanya bisa membenarkan apa yang dikatakan ibunya. Suatu saat semua akan kebenarnaran kan terkuak.


**


Sesampainya di hotel Jeje langsung membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dia masih bingung dengan yang terjadi hari ini. Dia benar-benar bingung mendapati banyak kejanggalan yang terjadi.


"Mama yang membawa Fira kemari?, mana mungkin, jelas-jelas waktu itu mama setuju dan mau melamar Fira," Jeje yang masih belum bisa menerima jawaban Fira, karena kenyataan yang ada di hadapannya berbeda.


"Apa hanya akal-akalan Fira aja untuk menjauhiku," Sejenak Jeje mengingat bagaimana Adhi memeluk Fira, dan Fira pun tidak menolak. "Kenapa dia mengunakan alasan mama, hanya untuk menutupi hubungannya dengan Adhi."


"Achh..." kesal Jeje saat mengingat itu semua. Jeje benar-benar tak terima wanita yang di cintai di peluk laki-laki lain.


Jeje mengingat bagaimana melihat reaksi tante Ayu dan om Edward, seperti Adhi baru pertama kemari. Jeje juga mengingat kata pertama yang di lontarkan oleh Adhi.


Jeje mengusap wajahnya kasar, dia benar-benar di buat pusing dengan semua pertanyaan di otaknya. Semua benar-benar tidak bisa dia jawab sendiri.


Akhirnya dia terpikir untuk mengakhiri semua pertanyaannya, dengan cara menemui Fira untuk mendapat jawaban.


"Aku akan menemui dia sebelum ke bandara."

__ADS_1


__ADS_2