
Seharian ini Fira di rumah, dan tidak di izinkan oleh ibunya kemana pun. Fira juga tidak bisa menghubungi Jeje, karena ibunya meminta ponsel. Semua akses di tutup oleh ibunya, dan Fira hanya bisa pasrah mengikuti semua yang ibunya mau.
Setelah sarapan pagi, ibunya pun langsung masuk ke dalam kamar, Bu Ani tidak mau berbicara sama sekali dengan Fira. Bu Ani seolah menghindar dari Fira.
Fira yang merasa ibunya mendiaminya, merasa sedih. Baru kali ini, ibunya bersikap seperti itu dengannya, dan itu sangat menyiksa batinnya. Walaupun dirinya hanya bertemu ibunya, di saat ibunya libur, kedekatan mereka terjalin sangat kuat. Tapi Fira masih berfikir positif, mungkin ibunya butuh waktu untuk sendiri, dan tidak mau di ganggu.
Tok...tok..
Suara pintu rumah Fira di ketuk.
Fira yang mendengar suara pintu di ketuk, berniat membuka pintu. Fira yang sedang merebahkan diri pun bangun, dan beranjak keluar. Saat dia keluar kamar, dia melihat ibunya sudah berjalan menuju pintu depan, untuk membuka pintu. Akhirnya Fira memilih melihat dari jauh siapa tamu yang datang.
Setelah sarapan tadi, Bu Ani memilih kembali ke kamarnya, lelah pikiran yang di rasakan membuat tubuhnya pun ikut lelah. Saat dirinya merebahkan diri di tempat tidur, terdengar suara pintu di ketuk.
Bu Ani bangun dan melangkahkan kaki menuju pintu rumahnya, dia ingin tahu siapa yang bertamu. Dia tahu rumahnya ini jarang sekali di datangi tamu. Bu Ani berfikir Jeje lah yang datang, karena itu Bu Ani bergegas untuk membuka pintu, sebelum Fira yang membuka pintu. Dirinya tidak mau sampai Fira bertemu dengan Jeje.
"Nyonya Inan."
Bu Ani begitu kaget saat membuka pintu bukan Jeje yang datang melainkan majikannya, Bu Inan.
Bu Ani mempersilahkan Bu Inan, untuk masuk ke dalam rumah, dan duduk di kursi ruang tamu yang sederhana miliknya.
Bu Ani langsung menuju dapur, dan membuatkan minum untuk tamunya. Setelah selesai membuatkan minum, dia membawanya ke ruang tamu, di nama majikannya berada.
"Tidak usah repot-repot bu," Bu Inan tersenyum kepada Bu Ani, merasa tidak enak pada Bu Ani.
"Tidak Nyonya, hanya teh saja"
"Ada keperluan apa sampai nyonya datang ke gubuk saya, kalau nyonya ada perlu saya bisa datang ke kediaman nyonya, tidak perlu Nyonya repot-repot kemari." Bu Ani merasa tidak enak sampai bu Inan datang ke rumahnya. Walaupun Bu Ani bisa menebak kedatang bu Inan pasti erat hubungannya dengan Fira.
"Tidak apa-apa bu, kebetulan saja saya lewat sini," bohong Bu Inan.
"Begitu, silakan di minum Nyonya." Bu Ani mempersilahkan Bu Inan minum.
Bu Inan pun meminum minuman yang sudah di suguhkan kepada nya.
__ADS_1
"Sebenarnya kedatangan saya kemari untuk membahas tentang Jeje dan Fira bu, tadi pagi Jeje sudah kerumah, dan menjelaskan kepada saya." Bu Inan mengingat saat putranya tadi pagi datang ke rumah.
Setelah semalaman Jeje di buat bingung, bagaimana caranya menyakinkan kedua orang tuanya, Pagi ini Jeje datang ke rumah mama dan papanya untuk memberi tahu hubungannya dengan Fira. Jeje meyakini bahwa dia harus mencoba dulu meyakinkan kedua orang tuanya.
"Sayang tumben kamu datang sepagi ini?" Bu Inan, yang kaget melihat putranya datang kerumah pagi-pagi.
"Ada yang mau Jeje bicarakan ma."
Nyonya Inan menatap lekat wajah anaknya yang begitu serius saat mengajaknya berbicara, dia tidak bisa menebak, apa yang membuat anaknya begitu.
"Sepertinya serius, mari kita bicara di ruang keluarga, mama akan panggilkan papamu"
Nyonya Inan membuka pintu kamarnya, dan melihat suami sedang bersantai.
"Pa ada Jeje di bawah," ucap Inan pada suaminya.
Pak Rayhan nampak bingung kenapa istrinya harus mengatakan bahwa anaknya ada di bawah. "Lalu?"
"Sepertinya dia ingin membicarakan hal penting." Inan menatap suaminya menjelaskan apa yang dia tahu dengan kedatangan Anaknya.
"Mau bicara apa je?" tanya Bu Inan.
"Mama masih ingat kan kalau Jeje sudah bilang kalau Jeje punya kekasih." Jeje mencoba mengingatkan mamanya dengan pertemuan sebelumnya, waktu itu mama Jeje menjelaskan tentang perjodohan, tapi Jeje menjelaskan kalau Jeje sudah memiliki kekasih.
"Ya mama ingat, lalu apa hubungannya dengan yang akan kamu bicarakan?" tanya mama Jeje.
"Jeje ingin memberi tahu siapa kekasih Jeje." Jeje memberanikan diri mengatakan semuanya.
"Kekasih Jeje, Fira ma." Jeje menyebutkan dengan penuh keyakinan.
Bu Inan mengerutkan keningnya bingung Fira mana yang di maksud Jeje.
"Fira? Fira siapa maksud kamu?" tanya Bu Inan ragu-ragu.
"Fira anak Bu Ani," ucap Jeje tegas.
__ADS_1
"Kamu jangan bercanda je ini masih pagi" kesal Nyonya Inan yang mendengar Jeje mengatakan kalau kekasihnya adalah Fira, anak dari asisten rumah tangganya.
"Jeje nggak becanda ma, Jeje kesini ingin memberi tahu mama dan papa kalau Jeje mencintai Fira, dan akan menikahi Fira," jelas Jeje.
"Je...kamu tahu kan kalau kamu akan di jodohkan." Bu Inan menaikan suaranya, dan tidak terima dengan apa yang anaknya katakan.
"Sabar ma.." Pak Rayhan menenangkan bu Inan.
"Sebenarnya apa yang terjadi je, coba kamu jelaskan dengan benar," Pak Rayhan meminta Jeje untuk menjelaskan dengan rinci.
"Jeje menyukai Fira saat Fira berkerja di aparteme, Pa, kami sudah menjalin hubungan sebulan ini, dan sekarang Bu Ani membawa Fira pulang, dan melarang Jeje bertemu Fira. Bu Ani beralasan tidak enak karena keluarga kita sudah banyak membantunya, dan bu Ani tidak mau mengecewakan papa dan mama. Bu Ani juga meminta Jeje meninggalkan Fira, oleh karena itu Jeje mau mama dan papa melamar Fira untuk Jeje." Jeje menjelaskan semua yang terjadi kepada kedua orang tuanya.
"Yang di lakukan Bu Ani sudah benar je, lalu mengapa kamu memaksakan diri untuk melamar Fira?" kesal Bu Inan.
"Jeje yakin Bu Ani akan mengizinkan kalau mama dan papa yang membicarakan ini"
"Jeje mohon, Ma, Pa. Jeje ingin menikahi Fira, karena Jeje mencintai Fira."
Bu Inan dan Pak Rayhan tidak bisa berkata apa-apa. Mereka tahu betul sekeras kepala apa anak mereka.
Tebakkan Bu Ani benar jika, majikannya datang untuk membicarakan anak-anak mereka. Ada perasaan tidak enak saat bu Inan datang, karena apa yang di lakukan Fira pasti membuat majikannya kecewa.
"Sebelumnya saya minta maaf atas kelancangan anak saya Nyonya, saya benar - benar tidak tahu kalau Fira menjalin hubungan dengan tuan Jeje," jelas Bu Ani kepada bu Inan yang memang tidak mengetahui kalau anaknya menjalin hubungan dengan majikannya.
.
.
.
.
Jangan lupa berikan like dan voteš„°
Mampir juga ke karya lain ku
__ADS_1
dan mampir juga ke instagram aku Myafa16