
"Pagi fir," sapa Elen yang baru saja datang.
Setelah kemarin Elen datang untuk membahas perkerjaan dengan Tuan Edward, pagi ini Elen sudah mulai berkerja. Kemarin Fira sudah sedikit mengobrol dengan Elen. Elen menceritakan kalau anaknya sudah ada orang yang mengasuh, jadi Elen memutuskan untuk berkerja lagi.
"Pagi Kak Elen."
Sasaat setelah Elen datang, Tuan Edward datang. Mereka berdua pun menyapa Tuan Edward, dan Tuan Edward membalas sapaan Fira dan Elen. Sebelum Tuan Edward masuk ke dalam ruagannya dia meminta Fira untuk masuk ke dalam ruangannya.
Fira pun masuk ke dalam ruangan Tuan Edward, setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Begini fir, kebetulan perusahaan yang saya bangun akan di tangani oleh Adhi, jadi saya meminta kamu untuk membantu Adhi selama mengurusi perusahaan baru disana," jelas Tuan Edward sesaat setelah Fira masuk ke dalam ruangan Tuan Edward.
Fira sedikit bingung dengan apa yang di minta oleh Tuan Edward, dengan meminta Fira membantu Adhi, itu berarti dia akan kembali ke negaranya.
Sebenarnya Fira berat untuk pindah kesana atau lebih tepatnya kembali, tapi perkerjaan memaksanya untuk kesana. Mau tidak mau Fira mengiyakan permintaan dari Tuan Edward, sebagai bagian tangung jawabnya.
Setelah Fira menyetujui untuk membantu perusahaan Tuan Edward, Fira keluar dari ruangan Tuan Edward.
"Ada apa ?" tanya Elen yang melihat Fira keluar dari ruangan Tuan Edward
"Aku di pindah tugas untuk membantu perusahaan barunya yang di bangun Tuan Edward," jelas Fira pada Elen.
"Lalu kamu mau?" tanya Elen ingin tahu.
"Mau tidak mau aku harus mengiyakan," jawab Fira dengan helaaan nafas berat.
"Tenanglah, semua akan baik-baik disana, Tuan Edward sudah pasti mempertimbangan dengan baik dengan memilihmu"
Walau Elen tidak tahu alasan sebenarnya Fira berat menerima permintaan Tuan Edward, tapi Fira senang Elen mencoba memberi semangat padanya. Elen tahu sebagai karyawan sudah jadi hal biasa di pindah tugaskan.
**
Malam harinya Fira memberi tahu ibunya, rencana Tuan Edward meminta Fira untuk membantu Adhi disana, yang sedang membangun perusahaan baru.
"Bu apa Fira bisa kembali kesana, Fira takut bu," Fira tahu betul, dengan memutuskan kesana, berarti dia akan bertemu dengan Nyonya Inan, dan dia takut dia akan marah karena kembali kesana.
__ADS_1
"Kamu harus bisa mengahadapi fir, semua akan baik-baik saja"
Bu Ani menyemangati Fira, agar anaknya tidak takut dan menghadapi semuanya. Bu Ani tahu alasan utama Fira berat untuk kembali, tapi kalau menghindar terus semua tidak akan pernah selesai.
"Kamu akan tinggal dimana nanti disana?"
"Sepertinya Fira akan tinggal di rumah saja bu. Lagi pula sayang, kalau Fira harus menyewa tempat baru lagi.
"Ya, kamu benar, lagi pula sayang rumah kita tidak ada yang menempati, itu adalah peninggalan ayahmu."
Fira yang melihat ibunya mengingat rumahnya, merasa sedih. Memutuskan untuk pergi ke luar negeri dan menetap disini, bukan hal mudah untuk ibunya. Apa lagi kenangan bersama suaminya selalu melekat dari rumah itu.
Setelah membahas dimana Fira akan tinggal, Fira pun menawarkan ibunya untuk ikut. Tapi bu Ani merasa tidak enak kepada Nyonya
Ayu, dan Bu Ani juga beralasan akan bosan nanti saat Fira tinggal kerja, apalagi ibunya sudah terbiasa berkerja. Jadi bu Ani memilih untuk menetap di kediaman Nyonya Ayu sementara waktu dan Fira tidak keberatan.
Fira pun menyiapakan barang-barang yang akan di bawanya nanti, di bantu oleh ibunya. Saat sedang asik menyiapkan barang-barang yang akan di bawa kesana, Fira mendengar suara ponselnya bering.
Fia pun melihat ponselnya, dan mendapati Adhi yang menghubunginya.
"Hai fir," sapa balik dari Adhi, " Apa Om Edward sudah memberitahu kalau kamu akan kesini membantuku ?" Adhi memastikan pada Fira.
"Sudah dhi," Fira masih terasa berat untuk menerima semuanya.
"Apa kamu keberatan?" Adhi yang mendengar dari suara Fira yang tidak bersemangat, menyimpulkan kalau Fira berat menerima semua.
"Aku tidak keberatan, tapi... "
Adhi yang tahu kenapa Fira berhenti, langsung menyambung ucapan Fira, "Tapi takut Tante Inan?"
"Iya."
"Kamu tenang saja, Bang Jeje sudah mengatakan kalau Tante Inan tidak akan menganggumu, karena Bang Jeje akan melakukan semua yang di mau Tante Inan."
Mendengar ucapan Adhi, Fira langsung tertegun. Adhi yang mengatakan Jeje akan menuruti semua keinginan mamanya, berarti adalah menikah dengan Ana, dan itu sangat menyakitkan bagi Fira.
__ADS_1
"Ya sudah kalau Jeje sudah mau menuruti keinginan Nyonya Inan, jadi Nyonya Inan tidak akan mengangguku."
"Iya kamu benar," Adhi sendiri sebenarnya keinginan apa yang di maksud Jeje, "Ya sudah besok kalau sudah sampai aku jemput ya."
"Iya." Fira pun mengakhiri sambungan teleponnya.
"Aku harus menghadapi semua, aku harus merima kenyataan, bukan kah aku sendiri yang meminta dia menikah"
**
Keesokan hari Fira sudah bersiap, sambil bersiap ibunya tak berhenti berpesan
"Kamu kalau disana jangan makan sembarangan fir. "
"Kamu kalau disana harus hati-hati kalau pulang malam fir."
"Kamu disana jaga kesehatan, jangan kerja terus, harus istirahat juga."
"Bu, ibu nggak usah khawatir sama Fira," Fira memeluk ibunya. Fira tahu ibunya khawatir saat anaknya jauh, dan Fira memahami itu. Karena ini pertama kalinya mereka tinggal berjauhan. Biasanya dia berjauhan dengan ibunya, yang berkerja di rumah Jeje, dan itu tidak telalu jauh dari rumahnya.
"Ibu hanya takut kamu tidak bisa menjaga diri saja disana."
"Apa ibu lupa, kalau waktu ibu kerja di rumah Nyonya Inan, Fira tinggal sendiri."
Bu Ani sejenak mengingat, bagiamana putrinya tinggal di rumah sendiri. Dan untung saja, ada kerabatnya yang bisa Bu Ani percaya untuk menitipkannya, "Iya, ibu ingat."
"Fira mohon ibu percaya sama aku, aku akan menjaga diriku disana."
Bu Ani hanya bisa pasrah mendengar ucapan putrinya. Dan mencoba percaya kalau anaknya akan baik-baik saja disana.
setelah bersiap, Fira keluar dari kamar, dan berpamitan pada Nyonya Ayu dan Tuan Edward. Fira juga menitipkan ibunya yang masih tinggal di rumah Nyonya Ayu dan Tuan Edward. Mereka tidak keberatan malah berterimakasih pada Fira, karena mau membantu Adhi disana
Tak lupa Fira berpamitan dengan Bibi Cristina yang sudah di anggapnya orang tua sendiri.
Setalah selesai berpamitan Fira masuk ke dalam taxy dan berangkat menuju bandara.
__ADS_1
Saat pesawat sudah lepas landas, Fira melihat dari ketinggian negara yang selama ini di tinggalinya. Dirinya masih tidak percaya akan meninggalkan tempat itu dan kembali ke tempat dimana dia di lahirkan "Aku berharap kembali ke sana akan membawa kebahagiaan baru untuk ku."