Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Kenyataan


__ADS_3

Setelah bertemu Fira, Adhi kembali ke kamar untuk menghubungi Zara, dan memberi tahu Zara, kalau dia sudah bertemu dengan Fira. Adhi pun langsung mencari ponselnya.


Adhi membuka layar ponselnya, mencari nomer Zara dan menghubunginya.


"Halo ra, maaf aku baru telepon kamu," ucap Adhi di ponselnya saat menghubungi Zara pertama kali.


"Oh ya dhi nggak apa-apa, gimana kamu udah sampai?" tanya Zara dari seberang sana.


"Udah ra kemarin," jawabnya, "Kamu tahu nggak ra aku ketemu siapa?" Adhi memberi pertanyaan pada Zara, yang Zara sendiri tidak akan menyangka atas jawabanya.


"Ya ketemu mama kamu lah dhi, emang siapa lagi yang kamu temui selain beliau," jawab Zara yang menebak, karena Adhi memang mengabari kalau dia mau menemui mamanya di luar negeri.


"Salah ra, aku ketemu Fira."


"Fira," ucap Zara terkejut.


Sejenak tak ada suara dari telepon, Adhi melihat ponselnya, dan masih tersambung,


"Halo ra..kamu masih disana?"


"Ah ya dhi, aku masih disini, aku bener-bener kaget aja dhi, kamu ketemu Fira disitu, gimana ceritanya Fira bisa di situ?"


"Jadi Mama Bang Jeje datang menemui Bu Ani, dan meminta untuk menjauhkan Fira dan Bang Jeje. Dan untuk menjauh Fira harus pergi ke luar negeri, karena mam aku, berteman dengan mama bang Jeje, dia menawarkan asisten rumah tangga dengan mamaku. Akhirnya setelah mamaku mau, mama Bang Jeje mengirim Fira dan Ibunya kesini."


"Oh jadi mama Pak Gajendra sendiri yang sudah melakukan ini, terus Fira sekarang gimana?, apa dia akan kembali kemari?"


"Fira masih belum tahu ra katanya, kayaknya dia masih mikir-mikir"


"Terus kamu bakal lama dhi disana?"


"Kenapa emang, kalau aku lama"


"Ya nggak apa-apa, kasihan aja bang Daffa sendiri di restoran"


"Oh kirain kenapa"


"Yaudah dulu ya dhi aku dah mau balik kerja lagi, bye"


"Bye ra"


Akhirya Adhi mematikan sambungan telepon pada Zara.


Setelah selesai menelepon Zara, Adhi keluar dari kamarnya menemui mamanya. Saat mencari mamnya, Adhi tidak menemukannya sampai akhirny Adhi menemui mamanya di taman belakang.

__ADS_1


Adhi melihat dari kejauhan mamanya sedang merapikan bunga-bunga yang di tanam di taman belakang.


Nyonya Ayu yang melihat anaknya dari dalam rumah menuju taman, " Sayang kamu kesini?"


"Iya, tadi Adhi mencari mama di dalam, tapi ternyata mama di sini.


"Iya mama disini, merapikan bunga-bunga ini. Dulu sebelum Fira kerja, dia yang selalu menjaga dan merawat bunga-bunga ini. Tapi karena dia sudah kerja jadi mama sendiri ya merapikan." jelasnya, dan Adhi mengangguk tanda mengerti penjelasan mamanya


"Tapi mama senang juga sih, dia bia kerja di kantor Edward," lanjutnya.


"Apa mama yang minta sama Om Edward?"


"Iya, mama yang minta Fira untuk berkerja di kantor Edward, atas usul Abang kamu."


Adhi mengerutkan keningnya, "Bang Daffa?" Adhi memperjelas pernyataan mamanya.


"Iya, Abang kamu Daffa, emang siapa lagi," Nyonya Ayu mencibir Adhi yang bertanya, seolah memastikan siapa kakakanya.


"Jadi abang tahu Fira disini?"


"Iya, Abang kamu tahu Fira di sini saat dia kesini bersama Tania." Nyonya Ayu menjelaskan seraya memotongi daun-daun kering pada bung-bunga yang di tanamnya.


"Kenapa Bang Daffa nggak bilang sama aku, Apa jangan-jangan Bang Daffa yang bilang ke Bang Jeje kalau Fira di sini, dan membuat Bang Jeje kesini lebih dulu, dari pada aku," Adhi hanya bisa membatin semua pertanyaannya.


"Nggak ma, aku mau menghabiskan waktu sama mama dulu, besok aku akan gantian pergi dengan Fira," jelas Adhi.


"Wah mama di utamain ya! " seru Nyoya Ayu yang senang.


"Kenapa bilangnya begitu ma," Adhi mendengar mamanya seolah menyindirnya.


Nyonya Ayu langsung tertawa melihat anaknya terlihat panik mamanya mengatakan hal itu, " Mama hanya senang dhi, bukan menyindir, biasanya kalau anak laki-laki sudah memiliki wanita yang di cintai, selalu di utamin. Jadi pas kamu utamain mama, mama jadi senang," jelasnya.


"Adhi akan selalu utamain mama lah," ucap Adhi seraya memeluk mamanya.


Nyonya Ayu benar-benar merasa senang anaknya menyanyanginya. Pelukan hangat dari sang putra menandakan dia sudah menerima mamanya sepenuhnya.


**


Setelah menemani mamanya berkebun, Adhi kembali ke kamar, untuk menghubungi kakaknya.


Adhi duduk di sofa yang tersedia di kamar, di usapnya layar ponselnya mencari nomer kontak kakaknya. Setelah menemukan, dia langsung menekan untuk menelepon kakaknya.


"Halo Bang," sapa Adhi saat sambungan telepon tersambung.

__ADS_1


"Iya dhi, bagaimana disana, sudah menemukan yang menarik?" Daffa tahu betul kalau Adhi pasti sudah bertemu dengan Fira.


Adhi yang mendengar kata-kata kakaknya, menyimpulkan bahwa benar kakaknya sudah tahu. "Apa abang sudah tahu Fira disini?" pertanyaan pertama yang di lontarkan Adhi.


"Iya, Abang sudah tahu."


"Lalu kenapa Abang nggak kasih tahu aku,?" sergahnya pada Daffa.


Daffa yang mendengar nada suara Adhi sedikit meninggi, tahu kalau adiknya sedang marah, "Maaf dhi, Abang hanya ingin kamu datang ke rumah mama karena mama, bukan karena Fira," jelas Daffa pada Adhi.


"Ya aku akan tetap kesini karena mama Bang, ada atau pun tidak Fira disini," Adhi benar-benar kesal dengan alasan Daffa.


"Iya, maafkan Abang, karena tidak memberi tahumu Fira disana."


"Lalu Abang lebih miih memberi tahu Bang Jeje begitu?" sergah Adhi lagi.


"Jeje?"


"Iya Bang Jeje lebih dulu sampai disini, dari pada aku. Dan dia yang pertama bertemu Fira."


"Dari mana Jeje tahu Fira disana?" Daffa benar-benar tidak tahu kalau Jeje sudah kesana, dan malah menemukan Fire lebih dulu dari pada Adhi.


"Kalau bukan dari Abang, dari siapa lagi," cibir Adhi.


"Aku tidak pernah memberi tahu Jeje sama sekali. Dan aku memang sengaja tidak memberitahu siapa pun," elak Daffa.


Adhi mengerutkan keningnya bingung dengan jawaban Daffa.


"Apa Jeje datang sengaja menemui Fira?" Daffa ingin tahu alasan Jeje kesana.


Adhi tersentak dengan pertanyaan Daffa, dia mengingat bahwa Jeje akan berkerja sama dengan suami mamanya. Jadi besar kemungkinan ini hanya ketidak sengajaan saja. "Bang Jeje sedang berkerja sama dengan Om Edward, Bang."


"Jadi bertemu Fira karena Jeje sedang berkerja sama dengan Om Edward berarti, bukan karena Abang yang memberi tahu."


"Iya Bang, maafin Adhi sudah menuduh."


"Iya."


Setelah mendengar penjelasan Daffa, Adhi merasa tenang, karena tadinya dia mengira kakaknya begitu jahat, memilih memberintahu Jeje dari pad dirinya.


Adhi pun melanjutkan obrolan tentang restoran, dan rencana dia akan ada beberapa hari di rumah mamanya.


Setelah selesai menghubungi kakaknya, Adhi mematikan sambungan telepon, dan merebahkan tubunnya di tempat tidur.

__ADS_1


"Kenapa Tuhan sengaja mempertemukanmu lebih dulu dengan Bang Jeje fir, apa ini kenyataan bahwa kamu memang berjodoh dengannya," Adhi masih menyimpan sesaknya karena Jeje menemukan Fira lebih dulu. "Tapi aku akan tetap berusaha," Adhi menyemangati dirinya sendiri untuk mendapatkan Fira.


__ADS_2