Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Jadiah sekertarisku


__ADS_3

Sesampainya di kantor baru, Adhi dan Fira melanjutkan merapikan barang-barang yang di bawa dari kantor Jeje. Mereka yang merapikan barang-barang tidak menyangka, kalau merapikan hingga jam pulang kerja.


"Aku lelah sekali." Adhi duduk di sofa mengistirahatkan tubuhnya, yang sedari tadi tak berhenti merapikan berkas-berkas di rak.


"Sebaiknya kita lanjutkan besok saja dhi." Fira yang melihat Adhi yang lelah pun minta menghentikan perkerjaan. Seperti Adhi, Fira juga merasakan lelah. Rasanya menyiapkan kantor baru sunguh harus extra tenaga.


"Iya."


"Kamu pulang bagaimana?, Apa Bang Jeje menjemput?"


"Dia belum menghubungiku." Fira yang melihat ponselnya tidak berdering, menandakan Jeje tidak menghubungi dirinya.


Saat Fira dan Adhi sedang mengistirahatkan diri sebentar, mereka mendengar suara pintu di ketuk. Dan saat pintu di terbuka, mereka melihat Jeje dari balik pintu.


"Bang Jeje," ucap Adhi kaget saat tahu Jeje yang datang.


"Hai dhi." Jeje melangkahkan kaki menghampiri Fira dan Adhi. "Hai sayang," ucap Jeje seraya mencium kening Fira.


Adhi yang melihat Jeje dan Fira, sunguh di buat malas. "Dasar pengantin baru, membuat sakit hati saja."


"Kamu mau jemput Fira Bang?"


"Iya mau jemput sekalian lihat kantor baru," ucap Jeje, "Apa kalian belum selesai?" tanya Jeje yang masih melihat masih banyak box berisi berkas di lantai.


"Belum Bang, mungin di lanjut besok saja, kita sudah lelah."


Jeje melihat mereka sudah mengakhir perkerjaan mereka mengajak Fira,"Ayo sayang kita pulang."


Fira yang di ajak pulang oleh Jeje pun mengambil tasnya, "Dhi aku duluan ya," pamit Fira seraya melangkahkan kaki keluar ruangan Adhi.


"Iya fir."


Jeje dan Fira melangkah ke menuju mobil Jeje yang sudah terparkir di area parkir. Jeje pun melajukan mobilnya sesaat setelah mereka berdua masuk.


"Aku lelah sekali," ucap Fira yang menyandarkan tubuhnya di kursi mobil.


"Tidurlah, nanti saat sampai aku akan membangunkan mu sayang." Jeje membelai rambut Fira dan memintanya untuk tidur.


Dalam hitungan detik, Fira tidur terlelap di dalam mobil. Jeje yang memperhatikan hanya tersenyum. "Cepat sekali dia tidur."


Sesampainya di parkiran apartemen Jeje memperhatikan Fira yang masih terlelap.


Jeje tidak tega untuk membangunkannya, akhirnya dia berniat untuk mengendong Fira.

__ADS_1


Baru saja Jeje melingkarkan tangannya di kaki dan leher Fira, Fira terbangun. "Kamu mau apa?" tanya Fira yang kaget saat Jeje mau mengendongnya.


"Mengendongmu ke dalam apartemen?" jawab Jeje polos.


"Kenapa??" tanya Fira mengerutkan keningnya binggung.


"Karena kamu tidur."


"Kenapa kamu tidak membangunkanku?" protesnya pada Jeje.


"Aku tidak tega, kamu tampak lelah sekali."


"Ya sudah aku sudah bangun, jadi tidak perlu."


"Baiklah, ayo"


Mereka berdua pun melangkahkan kaki menuju unit apartemen Jeje. Sesampainya di apartemen Fira langsung berlalu membersihkan diri. Fira memutusakan untuk berendam sebentar di bath up, rasanya lelahnya hilang begitu saja, saat mencium aroma terapy.


Setelah cukup lama Fira berendam, Fira mengakhiri acara berendamnya dan keluar. Tapi saat keluar dia melihat Jeje baru selesai mandi juga.


"Kamu sudah mandi juga?" tanyanya kaget.


"Iya, aku mandi di kamar sebelah, karena terlalu lama menunggumu di kamar mandi," cibir Jeje.


Jeje yang gemas pun langsung memeluk Fira. " Iya." jawabnya, " Ternyata tubuhmu menjadi wangi setelah berendam," ucapnya seraya menciumi leher Fira.


Fira yang mendapati Jeje menciumi lehernya, bergidik menghindar, "Ya sudah, aku ke dapur dulu menyiampan makan malam," elaknya pada Jeje.


Jeje yang melihat Fira mengelak hanya tersenyum, dan melepas pelukannya dan membiarkan Fira berlalu ke dapur.


**


Setelah Fira selesai memasak. Fira melangakahkan kaki menuju kamar, untuk memanggil Jeje. Saat masuk ke kamar, dia melihat Jeje sedang memainkan ponselnya.


"Ayo, aku sudah menyiapkan makan malam," ajak Fira pada Jeje.


Jeje yang mendengar pun mengiyakan dan meletakan ponselnya di nakas, dan mengekor di belakang Fira melangkah menuju ke meja makan. Mereka pun makan malam bersama-sama.


"Sekertarisku resign," ucap Jeje setelah selesai makan.


"Kenapa?" tanya Fira penasaran.


"Dia akan ikut suaminya keluar kota," jelas Jeje dan Fira hanya mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu tidak mau mengantikan sekertarisku?" Jeje yang sengaja menceritakan tentang sekertarisnya yang resign memang sengaja, untuk meminta Fira mengantikannya.


Fira membulatkan matanya, mendengar Jeje memintanya untuk menjadi sekertarisnya,


"Kamu memintaku jadi sekertarismu?" tanya Fira memastikan.


"Iya."


"Yang ada aku tidak akan jadi berkerja disana, kamu akan sibuk menganggu ku, dan perkerjaan akan jadi berantakan," ucap Fira seraya tertawa terbahak membayangkan dirinya jadi sekertaris Jeje.


Jeje mencebikkan bibirnya kesal dengan ucapan istrinya. Tapi dia tidak menampik, kalau Fira yang akan jadi sekertarianya, Jeje tidak akan fokus, dan malah memilih berduaan dengan Fira.


"Jangan kesal begitu," goda Fira yang melihat Jeje. "Carilah sekertaris baru saja, jangan aku," lanjut Fira.


"Kamu menjadi sekertaris orang lain, sedangkan aku harus mencari sekertaris baru," rajuk Jeje.


"Kenapa dia malah membahas ini lagi"


"Sayang, jangan seperti itu. Aku sudah jadi sekertaris Tuan Edward lebih dulu, dan Tuan Edward yang memintaku untuk ke sini membantu Adhi. Mereka sudah cukup membantuku saat mama mu membuatku tinggal disana, jadi aku mohon jangan membuatku merasa bersalah berkerja menjadi sekertaris orang lain."


Jeje menyadari akan apa yang di ucapkan Fira. Tuan Edward dan Tante Ayu sudah cukup membantu Fira, saat dengan kejamnya mamanya sendiri mengirimnya kesana.


"Maafkan aku, aku hanya tidak rela saja." Jeje menghela nafas berat, rasanya memang susah harus melihat istrinya berkerja dengan orang lain.


"Aku sudah berjanji bukan untuk menjaga hatiku, jadi aku rasa kamu tidak perlu khwatir"


"Justru aku yang khawatir kalau kamu punya sekertaris baru," goda Fira pada Jeje.


"Tenang lah aku tidak akan tergoda dengan sekertaris secantik apapun, karena istriku saja sudah cantik," ucap Jeje seraya mencium pipi istrinya.


"Baiklah, semoga saja kamu menjaga hatimu ini." Fira berucap seraya memegang dada Jeje.


**


Setelah mereka menyelesaikan makan malam dan mengosok gigi, Jeje dan Fira merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


"Aku lelah sekali," ucap Fira yang merasakan tubuhnya lelah karena seharian mengurus kepindahan kantor baru.


"Apa perlu aku mengirim orang untuk membantu mu?" Jeje yang tidak tega melihat Fira, terpikir untuk mengirim office boy ke kantor Adhi.


"Sepertinya tidak perlu, Adhi dan aku masih bisa menyelesaikan semuanya."


"Ya sudah istrihatalah, biar lelahmu hilang." Jeje mengecup kening Fira dan membiarkan Fira untuk tidur.

__ADS_1


Dalam hitungan detik Fira pun langsunh tertidur. Jeje yang melihat istirnya tidur menyusulnya juga menuju alam mimpi.


__ADS_2