
Jeje yang memutuskan ke rumah mamanya, sudah berada tepat di depan pintu. Entah kenapa rasanya berat sekali mengetuk pintu rumahnya sendiri.
Tapi sebelum Jeje mengetuk sudah ada yang membuka.
"Tuan muda" sapa asisten rumah tangga setelah membuka pintu.
"Apa mama ada bu?" tanya Jeje.
"Ada tuan"
Jeje yang mendapati jawaban kalau mamanya ada di rumah melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
"Kamu je" ucap mama Inan saat melihat putranya datang.
"Fira mana?" tanya mama Inan melihat datang ke rumahnya sendiri.
"Justru Jeje kesini mau menanyakan Fira ma"
Mama Inan yang mendengar Jeje mengatakan mencari Fira ke rumah di buat ke heranan.
"Apa maksud kamu tanya Fira disini?" mama Inan mencoba mencari tahu.
"Fira pergi ma"
"Pergi?" mama inan terkejut mendengar penuturan putranya.
"Pergi bagaimana maksud kamu?"
"Kemarin Fira salah paham melihat Jeje dengan Ana ma,"
__ADS_1
"Salah paham?" mama inan masih belum mengerti maksud Jeje.
"Kemari Ana datang ke kantor,.dia mencoba mengoda Jeje,.dan saat itu Fira melihat Jeje dan Ana berdua"
"Berdua bagaimana maksud kamu,.apa kalian melakukan.."
Belum sempat mama Inan melanjutkannya Jeje sudah memotong ucapan mama Inan, "Tidak ma, Jeje tidak melakukan sampai sejauh itu,.waktu itu Jeje hanya mendekat karena Jeje geram dengan Ana..Tapi mungkin Fira melihatnya berbeda" jelas Jeje.
"Wanita itu" geram mama Inan, "Masih mau main-main sama keluarga kita di nampaknya"
"Jeje sudah memberi pelajaran untuk dia ma, Jeje sudah menarik semua saham di perusahaan Ana"
"Bagus kamu melakukan itu,mama sudah geram sekali dengan Ana..Kita sudah baik tidak menarik saham saat dia selingkuh,.tapi malah sekarang dia cari masalah lagi"
"Ya ma,.tapi sekarang Jeje bingung mau cari Fira dimana" Jeje berucap dengan sangat frustasi.
"Apa kamu sudah kerumah bu Ani?" tanya mama Inan.
"Mama benar-benar tidak tahu harus bagaimana je, mama hanya berharap kamu cepat menemukanya, pesta pernikahan kalian akan di adakan beberapa hari lagi,"
"Jeje tahu ma, Jeje akan berusaha untuk mencari Fira"
"Kalau begitu Jeje pamit dulu ma" lanjut Jeje
"Hati-hati, kabari mama jika kamu sudah bertemu dengan Fira"
Akhirnya Jeje meninggalkan rumah mamanya dan mencoba mencari Fira kembali. Sepanjang jalan dia selau memikirkan harus kemana lagi.Setelah memikirkan, akhirnya Jeje memutuskan ke rumah bu Ani lagi.
Sesampainya di rumah bu Ani, ragu-ragu Jeje mengetuk pintu. Sebenarnya ada rasa takut kalau benar Fira tidak ada. Tapi lebih takut lagi, kalau bu Ani tahu Fira pergi dan belum pulang sampai hari ini.
__ADS_1
"Nak jeje" ucap bu Ani saat membuka pintu.
"Bu" panggil Jeje seraya menyalami bu Ani.
"Kamu kenapa?" tanya bu Ani yang melihat Jeje benar-benar kacau, terlihat dari wajahnya yang terlihat sedang terbebani.
"Ayo masuk dulu,"
Jeje mengikuti bu Ani untuk masuk ke dalam rumah,.dan mempersilahkan Jeje untuk duduk. Bu Ani menginggalkan Jeje sebentar dan mengambil minum.
"Sebenarnya ada apa,apa ada masalah dengan Fira, dari kemarin kamu kesini selalu sendiri?" tanya bu Ani yang menebak sesuatu telah terjadi antara Jeje dan Fira.
"Maaf Jeje belum bisa jaga Fira bu" Jeje berucap dengan penuh pengharapan.
"Apa maksud kamu? tanya bu Ani bingung.
"Fira pergi bu, Fira salah paham dengan Jeje,"
"Fira melihat saya dengan wanita di kantor, tapi saya berani bersumpah kami tidak melakukan apa-apa" jelas Jeje lagi.
Bu Ani melihat Jeje benar-benar kalut, dari wajahnya terlihat Jeje benar-benar frustasi Fira pergi.
"Tenangkan dirimu, ibu yakin Fira punya alasan kenapa pergi,.dan ibu juga yakin dia tidak akan pergi jauh" bu Ani mencoba menenangkan Jeje.
"Tapi saya sudah cari kemana-kemana bu"
"Dengarkan ibu, ibu tahu Fira mencintai kamu, jadi dia tidak akan meninggalkanmu dan pergi jauh,"
"Sekarang pulanglah, Istirahatlah, cari lah Fira saat pikiran dan hatimu tenang,"
__ADS_1
Setelah mendapat pengertian dari bu Ani, Jeje memutuskan untuk kembali ke apartemennya.