Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Tunggulah dia


__ADS_3

Setelah Jeje ingat kalau Fira tidak ada di apartemen, dia memutuskan untuk ke kantor terlebih dahulu untuk menyelesaikan perkerjaannya.


"Pagi pak" sapa Valeria dengan perasaan takut.


Valeria paham betul yang di lihatnya,wajah Jeje yang suram menandakan telah terjadi sesuatu dengannya. Tapi Valeria tidak bisa menyimpulkanya.


Jeje berlalu begitu saja tanpa memperdulikan sapaan Valeria.


"Apa dia marah padaku, kalau sampai dia marah, apa aku akan di pecat" gumam Valeria yang sedikit panik mendapati reaksi Jeje.


"Kamu kenapa?" tanya Reza yang baru dari pantry untuk membuat teh.


"Pak Gajendra tidak membalas sapaanku, apa dia marah karena aku mengizinkan nona Ana menunggu kemarin,"


Reza yang melihat kepanikan dan ketakutan Valeria paham betul kalau wanita didepannya ini merasa sangat bersalah.


"Tenanglah, aku akan membantumu"


"Benarkah, terimakasih pak, terimakasih" Valeria berucap seraya tanpa sengaja memegang lengan Reza karena bahagia mendengar Reza akan membantunya.


Reza yang mendapati lengannya di pegang, langsung membulatkan matanya tak percaya, dengan apa yang di lakukan wanita di depannya.


Valeria yang menyadari tanpa sengaja memengang lengan Reza langsung melepaskannya.


"Maaf pak Reza, saya terlalu senang bapak mau membantu saya, saya benar-benar butuh perkerjaan ini sampai tidak menyadari yang saya lakukan" ucap Valeria merasa sangat tidak enak dengan Reza.

__ADS_1


"Tidak apa-apa" ucap Reza dengan senyum.


"Saya masuk ke ruangan pak Gajendra dulu" pamit Reza pada Valeria.


Reza pun melangkahkan kakinya menuju ruangan Jeje dengan membawa teh yang sudah dia buat tadi. Biasanya Valeria lah yang membuatkan teh untuk Jeje, tapi Reza tahu Jeje sedang kesal dengan Valeria, jadi Reza memutuskan agar dia saja yang membuatkan teh untuk Jeje.


Tok..tok..


"Masuk!!" seru Jeje dari dalam tapi masih terdengar oleh Reza.


Reza masuk ke ruangan Jeje dan meletakan teh di meja Jeje.


"Apa dia sudah menceritakan kenapa dia mengizinkan Ana di sini kemarin?" tanya Jeje tanpa menyebut nama.


Reza paham betul kalau Jeje sedang sangat kesal dengan Valeria.


"Wanita itu" geram Jeje seraya mengepalkan tangannya menahan emosinya.


"Za,.tarik saham kita di perusahaannya dan jangan sisakan sedikitpun" perintah Jeje pada Reza.


"Baik pak"


Reza masih berdiri di tempat setelah Jeje memerintahkan untuk menarik saham di perusahaan Ana.


"Ada apa lagi?" tanya Jeje yang melihat Reza masih diam ditempat.

__ADS_1


"Apa bapak akan memecat Valeria, karena mengizinkan nona Ana menunggu disini?" tanya Reza ragu-ragu.


Jeje melihat wajah Reza dengan seksama.


"Apa kamu menyukainya?" tanya Jeje penuh selidik.


Reza langsung kaget saat mendapat pertanyaan itu dari Jeje.


"Emm..tidak pak" jawab Reza gugup.


"Kalau iya tidak apa-apa za, tapi tunggulah dia menyelesaikan perceraiannya" goda Jeje sekaligus menasehati Reza.


"Iya pak" tanpa disadari Reza pun mengiyakan atas ucapan Jeje.


"Kamu tenang saja, saya tidak akan memecatnya, tapi saya tidak mau kejadian ini terulang kembali,"


"Saya pastikan tidak akan terulang pak,"


Reza pun meninggalkan ruangan Jeje dan menemui Valeria.


"Bagaiamana pak Reza?, apa pak Gajendra akan memecat saya?" tanya Valeria yang melihat Reza keluar dari ruangan Jeje.


"Tenang saja,.pak Gajendra tidak akan memecatmu"


Reza memberi penjelasan, dan Valeria pun merasa senang mendengar dirinya tidak akan di pecat.

__ADS_1


Didalam ruangan Jeje masih memikirkan akan kemana dia mencari Fira.


Entah kenapa dia terfikir mamanya ,walaupun sebenarnya tidak mungkin mamanya yang menyembunyikan Fira, Tapi Jeje berfikir alangkah baiknya dia mencoba dulu.


__ADS_2