
"Sebelumnya saya minta maaf atas kelancangan anak saya Nyonya, saya benar - benar tidak tahu kalau Fira menjalin hubungan dengan tuan Jeje," jelas Bu Ani kepada Bu Inan yang memang tidak mengetahui kalau anaknya menjalin hubungan dengan majikannya.
"Saya tahu bu, kalau kita sama - sama tidak tahu."
Bu Inan yang juga baru tahu tadi pagi dari mulut Jeje sendiri, sebenarnya begitu kaget. Jadi wajar jika Bu Ani juga kaget, seperti halnya dirinya. Mereka berdua tidak, ada yang menyadari bahwa anak-anak mereka menjalin hubungan di belakang mereka. Dan dapat menyimpan cukup lama hubungan mereka.
"Sebelumnya saya minta maaf kalau saya belum bisa menyetujui hubungan Fira dan Jeje, Bu." Bu Inan memulai menjelaskan pada Bu Ani.
"Bu Ani juga seorang ibu seperti saya, setiap ibu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, bukan maksud hati untuk bilang kalau Fira tidak baik, saya tahu Fira juga anak yang baik, pintar dan mandiri tapi saya juga mau yang terbaik untuk anak saya, ibu tahu kan maksud saya."
Bu Inan menekankan tahu maksud saya adalah status sosial, yang selama ini ada di antara mereka.
Bu Ani yang mengerti maksud dari majikannya menghela nafasnya, sesak di dadanya begitu menyiksa. Dari kata-kata Bu Inan menyiratkan bahwa status sosis lah yang menjadi alasan utama. Walaupun Bu Ani menyadarinya, tapi tetap saja menyisakan sakit.
Bu Ani juga sudah menebak, bahwa Bu Inan tidak akan menyetujui hubungan antara Jeje dan Fira, jadi apa yang di lakukannya kemarin, adalah hal benar. Sebelum bu Inan memintanya, Bu Ani sudah meminta putrinya untuk menjauhi majikannya.
"Sebenarnya saya tidak menyalahkan Fira atau Jeje karena mereka jatuh cinta, tapi saya rasa kurang tepat perasaan mereka dalam situasi ini, Bu Ani tahu kan kalau Jeje akan saya jodohkan, dan saya tidak bisa menjadikan Fira menantu saya," jelas bu Inan yang dengan kehati-hatian berbicara agar tidak menyakiti perasaan Bu Ani.
Bu Inan yang sudah lama mengenal Bu Ani, membuat bu Inan sangat menjaga hati bu Ani. Walaupun Bu Ani hanya asisten rumah tanganya, tapi Bu Inan sangat menghormatinya. Tapi tidak mengubah niatnya, untuk tidak menjadikan Fira menantunya. Bu Inan benar-benar tidak bisa menjadikan Fira sebagai menantunya.
Bu Ani yang mendengarkan ucapan bu Inan yang dengan baik menjelaskan, sangat menghargai majikannya itu. Dirinya pantas bersyukur, majikannya tidak langsung marah-marah, saat tahu anaknya menjalin hubungan dengan anak asisten rumah tangganya.
"Saya tahu Nyonya, saya mohon maaf Nyonya, saya akan menyuruh Fira menjauhi tuan Jeje, saya akan bawa Fira ke kampung jika diperlukan." Bu Ani benar-benar berusaha menjauhkan Fira dan Jeje, demi orang tua Jeje yaitu majikannya.
"Bu, saya tahu seperti apa anak saya, menjauhi saja tidak akan cukup, Jeje akan mencari kemanapun Fira berada."
__ADS_1
Bu Inan sudah memikirkan bahwa anaknya akan seperti apa saat Fira pergi. Dengan kekuasaanya Jeje akan melacak keberadaan Fira dengan mudah. Dengan kegigihan Jeje, dia akan mencari kemanapun Fira berada.
"Lalu saya harus bagaimana Nyonya, Nyonya katakan saja saya akan lakukan." Bu Ani merasa bingung, harus bagaimana dan kemana dia.
"Saya ingin ibu dan Fira pergi keluar negeri, disana ada teman saya, saya akan urus semuanya disana, ibu juga bisa kerja di kediaman teman saya, saya akan memastikan semua untuk kalian."
Bu Inan menyampaikan semua rencana yang telah di susunnya, dengan sangat rapi untuk menjauhkan Fira dan Jeje.
Setelah Jeje memberi tadinya tadi pagi, sempat membuatnya kaget, tapi dirinya tidak mau gegabah dalam mengambil tindakan. Dan setelah memikirkan semua, akhirnya ide itulah yang muncul.
"Tapi ada satu hal."
" Apa Nyonya?"
"Fira tidak bisa berkerja dulu, kalau Fira kerja data Fira akan mudah di dapat oleh Jeje, dan itu akan sama saja Jeje akan dengan mudah menemukan Fira," jelas Bu Inan.
Bu Inan sudah menebak, jika Bu Ani akan menyetujui rencananya, dan jawaban dari Bu Ani, membuatnya senang.
"Terimakasih sebelumnya, sekali lagi saya minta maaf, Bu, kalau harus dengan cara begini, saya pastikan setelah Jeje menikah kalian akan hidup normal kembali."
"Saya akan atur kepergian kalian secara diam-diam agar Jeje tidak mengatahuinya."
Akhirnya mereka membuat kesepakatan, bahwa bu Ani dan Fira akan pergi keluar negeri, dan semua akan di atur oleh bu Inan. Bu Inan benar-benar menyiapkan semuanya, demi memisahkan Jeje dan Fira.
Setelah menyampaikan rencananya pada bu Ani, Bu Inan pun pamit pulang.
__ADS_1
Selama pembicaraan itu ternyata Fira mendengar semua. Awalnya Fira ingin tahu siapa yang datang ke rumahnya, berniat membuka pintu. Tapi saat ibunya sudah berjalan dan membuka pintu, Fira urung untuk membuka pintu.
Fira masih menunggu ibunya membuka pintu, untuk tahu siapa tamu yang datang. Setelah tahu kalau bu Inan yang datang, Fira mencoba mendengarkan pembicaraan Bu Inan dan ibunya dari balik pintu.
Fira mengira Nu Inan akan membicarakan hubungan nya dengan Jeje, mengingat Jeje sudah datang ke rumahnya, dan menjelaskan kepada kedua orang tuanya. Tapi Fira tidak menyangka kalau bu Inan akan melakukan hal itu, yaitu malah menyuruh Fira dan ibunya untuk pergi keluar negeri.
Rencana yang di tuturkan Bu Inan pun, membuat Fira membulatkan matanya, Fira tidak menyangka Bu Inan, akan menyiapkan semuanya, secara detail. Fira pun yang mendengarkan rencana bu Inan, hanya mengeleng-gelengkan kepalanya, dia benar-benar heran Bu Inan mengatur semua.
Dengan memanfaatkan ibunya yang selalu merasa berhutang budi, dia dapat melancarkan rencananya dengan baik.
Sakit mungkin itu yang dirasa oleh Fira saat mendapati kenyataan harus di minta meninggalkan Jeje, dengan cara seperti ini. Orang tuanya yang Jeje harapkan untuk menyatukan mereka, malah menjadikan orang pertama yang memisahkan mereka. Air matanya langsung mengalir, sesak di dadanya mendapati kenyataan akhir dari kisah cintanya.
Melihat Bu Inan yang meminta dengan baik-baik pada ibunya, sudah di pastikan ibunya tidak akan menolak. Mengingat keluarga Jeje sudah banyak membantu keluarga Fira, ibunya akan menuruti keinginan Bu Inan.
Fira yang tadinya di balik pintu, akhirnya keluar setelah Bu Inan pulang. Dia merasa tidak terima dengan semua yang di sampaikan oleh bu Inan. Dia berniat menolak semua yang di sampaikan Bu Inan pada ibu nya, dia merasa berhak atas hidupnya.
.
.
.
.
Jangan lupa berikan like dan voteš„°
__ADS_1
Mampir juga ke karya lain ku
dan mampir juga ke instagram aku Myafa16