
Fira membulatkan matanya, Fira benar-benar di buat bingung dengan ucapan Valeria.
"Tunggu, maksudnya menjauhi itu bagaimana?" Tanya Fira memperjelas ucapan Valeria.
"Saya pernah di posisi itu, saya melihat laki-laki yang saya cintai menjalin hubungan dengan wanita lain, jadi saya harap Nona menjauhi Pak Gajendra agar tidak menyakiti wanita lain," jelas Valeria lagi
"Ya Tuhan dia bicara apa?, aku benar-benar tidak mengerti. Wanita lain mana yang dia maksud ," batin Fira.
"Nona Valeria, bisakah anda jelaskan dengan benar maksud semuanya. Saya benar-benar di buat bingung dengan ucapan anda," ucap Fira sudah mulai geram dengan ucap Valeria.
Valeria menghela nafasnya dan menjelaskan perlahan kepada Fira.
"Nona Zhafira, saya tahu Nona mencintai pak Gajendra. Tapi Pak Gajendra sudah memiliki tunangan. Saya pernah di posisi tunangan p
Pak Gajendra, dan itu sangat menyakitkan. Jadi saya harapkan Nona Zhafira untuk menjauhi pak Gajendra," jelas Valeria.
"Jadi ini yang dia maksud dari tadi, berputar-putar menjelaskan tapi tidak jelas, dia mengira aku ingin merebut Jeje dari Ana.Valeria mengira Jeje masih bertunangan dengan Ana," batin Fira sedikit kesal.
"Nona Valeria, sebelumnya terimakasih atas perhatian anda tapi saya tidak bisa menjauhi Jeje," ucap Fira tegas
Belum Fira sempat melanjutkan ucapannya, tiba-tiba Valeria memotong ucapannya.
__ADS_1
"Nona Zhafira, saya mohon hargailah perasaan sesama wanita, tidak baik menyakiti sesama wanita," potong tegas Valeria pada Fira.
"Aku kan belum selesai bicara,kenapa dia malah marah-marah." Fira hanya membantin dalam hati.
"Nona Valeria, tolong dengarkan dulu aku menjelaskan semuanya. Kamu salah paham dengan semua ini."
Valeria diam dan mencoba mendengarkan Fira menjelaskan semuanya.
"Jeje sudah lama memutuskan pertunangannya dengan Ana, jadi yang anda tuduhkan bahwa saya menyakiti tunangan Jeje itu salah."
"Jadi Pak Gajendra maksud saya Jeje, sudah memutuskan pertunangannya dengan nona Ana?" Tanya Valeria memastikan lagi.
"Iya, jadi saya tidak menyakiti siapa-siapa dalam hal ini."
"Kita bicara lagi nanti," ucap Fira seraya pergi meninggalkan Valeria dan mengejar Jeje.
Saat Fira mengejar Jeje, Jeje sudah masuk kedalam lift Presdir, dan Fira harus menunggu lift karyawan.
"Ini gara-gara Valeria mengajak bicara tidak jelas, jadi aku tidak lihat saat Jeje datang," grutu Fira kesal.
Saat asik menggrutu lift karyawan terbuka dan Fira masuk kedalam lift. Fira langsung masuk ke dalam lift dan menuju ruangan Jeje.
__ADS_1
Saat keluar dari lift, Fira melangkahkan kakinya menuju ruangan Jeje.
Karena Valeria di loby jadi Fira langsung masuk kedalam ruangan Jeje tanpa mengetuk pintu.
"Sayang," panggil Fira seraya membuka pintu.
Alangkah terkejut saat membuka pintu Fira melihat seorang wanita duduk di kursi, dan berada di bawah kungkungan Jeje. Posisi wajah Jeje yang sangat dekat dengan wajah wanita itu membuat mereka seoalah sedang akan berciuman. Fira membulatkan matanya melihat suaminya dalam posisi seperti itu.
"Jeje."
Jeje begitu kaget saat ada orang yang membuka pintu, Jeje langsung menoleh dan di buat kaget ternyata istrinya yang datang.
"Sayang," panggil Jeje saat tau istrinya yang membuka pintu.
Saat Jeje menoleh ke arah Fira, terlihat wajah wanita yang di bawah kungkungan Jeje.
"Ana," ucap Fira tak kalah kaget.
Fira di buat kaget mendapati Ana lah yang di bawah kungkungan jeje.
Saat melihat Fira, Jeje langsung berdiri tega membenarkan tubuhnya.
__ADS_1
Fira yang benar-benar tak bisa berkata-kata lagi. Seketika Fira memilih untuk pergi dan tak mau melihat suaminya dalam keadaan seperti itu.