
Setelah selesai dari toilet Jeje kembali ke meja Fira, terlihat Fira sudah menyelesaikan makannya.
"Ayo kita kembali ke hotel" ucap Fira sesaat Jeje kembali.
"Apa kamu tidak mau jalan-jalan lagi?"
"Aku kenyang, rasanya aku tidak kuat jika harus jalan-jalan lagi"
Jeje hanya mengelengkan kepalanya, berfikir bagaimana tidak kenyang, jika Fira makan begitu banyak makanan.
Akhirnya Jeje memutuskan kembali ke hotel, karena tidak tega melihat Fira yang tidak kuat untuk jalan-jalan.
***
"Apa kamu lupa janji kamu sama aku ra?" tanya Adhi pada Zara saat mereka berdua sedang makan siang.
Sudah dua hari ini Zara berkerja di perusahaan Adhi, mengantikan Fira. Selama dua hari ini mereka berdua di sibukkan dengan perkerjaan yang begitu banyak. Untuk makan saja, mereka memilih delivery.
"Janji apa?" tanya Zara yang bingung dengan janji yang di ingatkan oleh Adhi.
"Janji menemaniku melupakan Fira"
Zara langsung teringat dengan pembicaraan mereka berdua di mobil waktu mencari Fira, "Oh itu, aku ingat"
"Kalau kamu ingat, kapan kamu akan menemaniku?"
"Emm..." Zara berfikir waktu yang tepat untuk menemani Adhi.
"Memangnya kamu mau kemana dan mau apa?" tanyanya menelisik terlebih dahulu pada Adhi.
"Bagiamana kalau kita jalan dan nonton dulu" Adhi memberikan ide pada Zara, dan Zara mengangguk mengiyakan permintaan Adhi.
**
Setelah sepakat untuk pergi berdua, Zara dan Adhi menuju ke mall terdekat sepulang kerja.
"Kamu mau nonton film apa?" tanya Adhi pada Zara yang sedang asik melihat poster film di depannya.
"Sepertinya seru film ini" ucap Zara pada Adhi. Adhi pun menuruti ke inginan Zara, dan membeli tiket sesuai yang di minta Zara.
__ADS_1
Tanpa bertanya pada Zara, Adhi membelikan pop corn dan orange juice untuk Zara.
"Terimakasih, kamu sudah tahu ternyata" ucap Zara menerima pop corn dan orange juice dari Adhi.
"Aku sudah cukup lama kenal kamu ra."
"Iya juga ya" Zara membenarkan ucapan Adhi, dan mengingat pertemuan mereka pertama kali.
"Dulu kamu deketin aku cuma buat mendekati Fira" Zara tertawa membayangkan bagaimana dulu dia mendekati Fira melalui Zara.
"Iya, dan sekarang aku mendeketi kamu nggak melalui Fira" ucap Adhi membalik kata.
Zara menautkan alisnya bingung dengan kata-kata yang di lontarkan Adhi, otaknya berfikir seperti ada yang janggal dengan kata-kata Adhi.
"Maksudnya?" tanya Zara yang tidak menemukan jawaban atas pertanyaan di otaknya.
Belum sempat Adhi menjawab pintu bioskop sudah di buka, dan mereka harus masuk. Akhirnya mereka memutuskan masuk dan menonton film.
Sepanjang film, Zara benar-benar fokus menonton. Dia benar-benar menghayati alur cerita dalam film yang sedang dia tonton.
Setelah sekitar dua jam mereka menonton, akhirnya mereka keluar dan melanjutkan berjalan-jalan di mall.
"Kamu tahu aku benar-benar terharu dengan pemeran pendukung tadi , dia mengorbankan cintanya hanya untuk temannya" Zara berbinar menceritakan kekagumannya pada pemeran dalam film yang di tontonnya. Film yang menceritakan tentang pengorbanan sahabat yang melepas kekasih yang mencintai sabahatnya.
"Sepertinya iya, aku tidak mau mengorbankan persahabatanku hanya untuk perasaanku. Seperti kamu, Fira dan pak Gajendra. Kamu mengorbankan cintamu untuk pak Gajendra" jelas Zara menceritakan contoh film pada kehidupan nyata Adhi.
"Ya, kamu benar. Tapi andai Fira mencintaiku, aku tidak akan melepasnya" Adhi mengungkapkan dengan penuh penekanan.
Zara menatap sendu pada Adhi, dia ingat betul sebesar apa cinta Adhi pada Fira. Saat Fira hilang, Adhi mencari Fira tanpa henti.
Zara mengingat bagiamana dia menemani Adhi mencari Fira.
"Ra tolong bantuin aku cari Fira" suara Adhi terdengar dari sambungan telepon.
Zara pun menuruti Adhi untuk mencari Fira. Setelah membuat janji, dia mencari Fira ke kampung halaman ibu Fira.
"Dhi kamu yakin ini jalanan ke kampung Fira" tanya Zara yang melihat jalanan penuh kubangan lumpur di depannya.
"Iya."
__ADS_1
Adhi langsung melajukan mobil nya melalui kubangan lumpur, tapi belum sempat dia sampai, mobilnya harus terhenti di tengah-tengah lumpur, dan tidak bisa bergerak karena terhalang lumpur.
"Dhi gimana ini?" Zara mulai panik, saat melihat mobil tidak dapat bergerak sama sekali, dan malah berhenti di tengah-tengah kubangan lumpur.
Adhi yang panik akhirnya meminta Zara mengantikannya menyetir, sedangkan Adhi berusaha mendorong mobil dari belakang.
Setelah sepakat Adhi pun turun, dan mendorong mobilnya, sedangkan Zara menyetir mobinya melaju ke depan. Mereka bersusah payah keluar dari kubanggan lumpur, dan akhirnya berhasil.
Zara keluar dari mobil saat mobil sudah dapat keluar dari kubangan lumpur. Perasaanya begitu senang saat sudah berhasil. Tapi saat dia melihat Adhi yang sudah penuh dengan lumpur, dan seketika tertawa.
Wajah sendu Zara seketika berubah tertawa, mengingat semua yang terjadi saat mereka mencari Fira
"Kamu kenapa?" tanya Adhi yang melihat Zara tiba-tiba tertawa.
"Aku mengingat bagaimana dulu kamu berusaha mencari Fira" jelas Zara, "Kamu ingat dhi, bagaimana tubuh kamu di penuhi oleh lumpur" cerita Zara seraya tertawa.
Adhi langsung mengingat semua yang di ucapkan oleh Zara.
Flasback
Zara yang melihat Adhi penuh lumpur, di buat tertawa terbahak-bahak. Zara memegangi perutnya yang sakit karena tak berhenti tertawa.
"Lihatlah dirimu, kamu seperti monster lumpur" ledek Zara saat melihat tubuhnya penuh lumpur, dan terus tertawa.
Adhi menatap tajam pada Zara, dan senyum licik mengembang di wajahnya, Adhi mulai mendekat pada Zara, dan langsung memeluk Zara, menempelkan lumpur yang berada di tubuhnya ke tubuh Zara.
Zara yang melihat Adhi memeluknya dan membuatnya terkena lumpur, berteriak mendorong Adhi. Tawanya lansung berganti dengan jeritan kesal. Bukanya berhasil kabur, tubuh Zara malah semakin di penuhi lumpur
"Sekarang kita sama-sama monster lumpur" ucap Adhi sesaat setelah melepas pelukannya pada Zara.
Flasback off
"Bukan hanya tubuhku, tapi tubuhmu juga" Adhi tak kalah kencang tertawa, mengingat bagaimana tubuh mereka berdua penuh lumpur.
"Tapi untung kita mendapatkan tumpangan untuk mandi, kalau tidak sepanjang hari kita akan kaku karena lumpur di tubuh kita" Adhi benar-benar tak berhenti tertawa.
"Iya, kalau kita tidak mendapatkan tumpangan untuk mandi, pasti kita akan jadi mosnter lumpur seharian" Zara langsung mencebikan bibirnya, bagaimana kesalnya dirinya dulu di kerjai oleh Adhi.
"Jangan marah, itu adalah hal yang tidak akan terlupakan untuk kita"
__ADS_1
Zara membenarkan ucapan Adhi, "Dan aku tidak akan melupakanya" ucap Zara tersenyum.
"Aku juga tidak akan melupakanya ra, karena itu untuk pertama kalinya aku jatuh cinta padamu"