Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Pemain cinta atau pejuang cinta?


__ADS_3

Zara melangkahkan kakinya ke dalam kantor Adhi. Setelah dia menanyakan ruangan Adhi pada resepsionis dimana ruangan Adhi, akhirnya Zara masuk ke dalam lift menuju ruangan Adhi.


Saat lift terbuka, Zara berjalan ke ruangan Adhi, dan ternyata sudah ada Fira di depan ruangan Adhi.


"Zara" panggil Fira saat mengetahui Zara datang


"Hai Fir" sapa Zara seraya saling menempelkan pipi.


"Beneran kamu nggak keberatankan gantiin aku sementara?" Fira bertanya kembali pada Zara, kesediaannya untuk mengantikannya beberapa hari di kantor Adhi.


"Iya fir, aku nggak keberatan kok" jawabnya tersenyum dan memberi ketenangan untuk Fira.


Sambil menunggu Adhi yang belum datang, Fira memberi tahu beberapa hal yang harus Zara lakukan.


"Pagi" Adhi menyapa dua wanita yang sedang asik saling berbicara.


Karena terlalu fokus dengan pembicaraan tentang perkerjaan mereka, mereka tidak sadar saat Adhi datang. Mereka baru tersadar saat Adhi menyapa mereka.


"Pagi" jawab Fira dan Zara bersamaan.


"Kamu hari ini dah mulai disini ra?" tanya Adhi sedikit heran, karena Zara sudah disini padahal Fira sendiri belum cuti.

__ADS_1


"Aku yang minta dia kesini dhi, aku mau ajarin dia beberapa perkerjaan sebelum aku cuti besok" Fira menjawab pertanyaan yang di tujukan untuk Zara.


"Oh ya sudah kalau begitu" jawab Adhi saat mendengarkan penjelasan Fira. " Belajar yang benar ya ra, jangan sampai nanti nggak tahu, terus kamu ganggu penganti baru" Adhi beralih pada Zara dan memberi sedikit godaan untuk Fira.


Zara yang mendengar Adhi mengoda Fira langsung tertawa.


"Ich...aku bukan penggantin baru, pengganti lama yang berasa baru" Fira menimpali candaan pagi mereka.


"Kalau aku nggak tahu kan bisa nanya kamu dhi" ucap Zara pada Adhi, dan Adhi mengiyakan.


Setelah selesai menyapa, Adhi masuk ke dalam ruanganya. Adhi melangkahkan kakinya ke arah kursi, dan duduk.


**


Pagi ini Fira mengajari Zara, bagaimana menyusun jadwal Adhi, memberi tahu beberapa letak dokumen, kalau-kalau diperlukan saat Fira cuti.


"Ayo istirahat dulu" ajak Fira yang menyadari kalau jam istirahat sudah tiba.


"Kamu biasa istirahat dimana fir?"


" Biasanya sama Adhi, ya di kantin atau di luar "jelas Fira. " Tapi kalau tidak ada Adhi seperti sekarang, biasanya aku di kantin"

__ADS_1


Adhi memang memberitahu, kalau jam makan siang nanti, dia harus ke restoran Daffa.


"Apa pak Gajendra nggak marah fir, kamu masih sedekat itu sama Adhi" entah kenapa Zara ingin sekali tahu, reaksi apa dari Jeje melihat kedekatan Adhi dan Fira.


Fira yang mendapat pertanyaan macam itu sebenarnya bingung, "Marah sih kadang-kadang, tapi aku sudah jelaskan, aku tidak ada apa-apa"


"Tapi Adhi kan mencintai kamu fir, di kamu sih nggak ada apa-apa, tapi di Adhi?" Zara masih ingat bagaimana Adhi begitu mencintai Fira.


"Itu dulu ra, sekarang dia sudah nggak suka sama aku" jawab Fira menjelaskan keadaan sebenarnya.


"Waktu itu dia memang bilang fir, tapi aku nggak percaya" Zara mengingat bagaimana Adhi menceritakan kalau dia sudah tidak mencintai Fira.


"Kenapa?" Fira heran kenapa Zara tidak percaya ucapan Adhi.


"Kamu tahu, saat orang yang suka bermain cinta terluka, dia akan mudah untuk mengobati lukanya, karena baginya cinta bagai tetesan obat untuk lukanya. Tapi adhi bukan pemain cinta, Dia mencintaimu selama masa kuliah, dan itu waktu yang cukup lama, dan tidak akan mudah bukan melupakan cintanya, dan menghadirkan cinta baru" Zara menjelaskan pada Fira, apa yang disimpulkan selama ini tentang Adhi.


Fira tertegun dengan ucapan Zara, dia tidak pernah menyangka, kalau Zara meragukan Adhi yang sudah mulai bangkit untuk melupakan dirinya, "Tapi kamu lupa ra, kalau Adhi pejuang cinta. Pejuang cinta akan selalu bangkit untuk cintanya. Saat dia kalah, dia akan cepat bangkit, dan mulai berjuang lagi untuk mendapatkan cintanya. Dan menurutku perjuangan cinta Adhi untukku sudah kalah, dan dia akan bangkit, dan berjuang untuk cintanya yang lain" ucapnya Pada Zara, dan Zara hanya mengangguk-angguk mendengar ucapan Fira.


"Kenapa kita jadi puitis gini" lanjut Fira tertawa dan berbalas tawa dari Zara.


"Jadi kamu suka seorang pemain cinta atau pejuang cinta?" tanya Fira mengoda Zara. Dan Zara hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu.

__ADS_1


__ADS_2