Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Merusak moment


__ADS_3

Hari ini Fira dan Jeje menikmati hari libur mereka. Mereka sedang merencanakan kencan hari ini. Jeje ingin pergi makan malam romantis, sedangkan Fira hanya ingin jalan-jalan biasa saja.


Perdebatan mereka berakhir dengan kesepakatan, dengan jalan-jalan siang di mall dan makan malam di akhir kencan.


"Bagaiamana kalau kita nonton dulu?" tawar Fira sesampainya di mall.


"Baik, Tuan Putri," goda Jeje, dan Fira tersenyum manis di panggil tuan putri.


Mereka berdua melangkahkan kaki menuju bioskop. Jeje menautkan jemarinya, mengandeng tangan Fira sepanjang menyusuri jalan menuju bioskop. Mereka berdua merasa sangat senang bisa menghabiskan waktu berdua di akhir pekan mereka.


Mereka berdua memasuki gedung bioskop, tapi langkah mereka terhenti saat ada yang memangil Jeje. Saat Jeje menoleh, dia mendapati Daffa lah yang memanggilnya.


"Je..." Daffa melangkahkan kakinya menghampiri Fira dan Jeje, yang di lihatnya dari kejauhan.


"Daffa!" seru Jeje.


"Kenapa dia disini ," batin Jeje yang tidak suka melihat Daffa berada di tempat yang sama dengannya.


"Loe ngapain bro disini?" tanya Daffa sesaat dirinya menghampiri Jeje dan Fira.


"Mancing," jawab jeje kesal dengan pertanyaan bodoh dari Daffa. Jeje begitu kesal mendengar Daffa bertanya dia sedang apa, padahal mereka jelas-jelas berada di dalam gedung bioskop.


Fira yang mendengar jawab Jeje, langsung menyenggol tubuh Jeje. Fira tak habis pikir kenapa Jeje menjawab seperti itu.


"Kita lagi mau nonton, Kak." Fira menjawab dengan benar, apa yang sedang mereka lakukan.


"Wah sama dong aku juga mau nonton."


"Aku..aku...sok loe.." cibir Jeje.


"Apaan sih sayang..." Fira merasa tidak enak saat Jeje mencibir Daffa.


"Nggak usah nggak enak fir, emang begitu Jeje orangnya, suka bikin sakit hati" muka Daffa di buat sesedih mungkin, saat mengatakan bagaimana Jeje.


"Enak aja loe, gue bikin sakit hati." Jeje tak terima Daffa menjelekkan di depan Fira.


"Udah, jangan berantem, Kakak ke sini mau nonton juga?"


"Ya mau nonton sama Adhi juga tapi Adhi sedang ke toilet," jelas Daffa.


Daffa langsung mengedarkan pandangan mencari adiknya. "Itu dia" ucap Daffa saat menemukan Adhi keluar dari toilet. Daffa pun langsung memangil Adhi.


Adhi yang di panggil Daffa, langsung melangkahkan kaki menghampiri, dari kejauhan Adhi melihat ada Jeje dan juga Fira di sana.

__ADS_1


"Bang Jeje, Fira kalian ada disini juga?" tanya Adhi dan dapat anggukan dari Jeje, dan senyuman dari Fira.


"Mau nonton juga?" tanyannya memastikan.


"Iya.." jawab Fira.


"Ya sudah bareng aja yuk," ajak Daffa pada Jeje dan Fira.


Jeje yang mendengar Daffa mengajaknya untuk nonton bersama, melayangkan tatapan tajam. Dia benar-benar kesal dengan Daffa.


"Sial...Daffa mau menghancurkan kencanku, " batin Jeje.


"Nggak kita mau nonton berdua," jawab Jeje tegas.


"Nggak apa-apa sayang, kita nonton bareng aja, biar rame." Fira mencoba membujuk Jeje yang tidak mau nonton bersama-sama.


Jeje tidak punya pilihan selain mengiyakan permintaan Fira. Akhirnya mereka pun masuk ke bioskop, dan memilih film yang akan mereka tonton.


"Kita nonton film horor aja ya?" Daffa menatap pada semua orang yang ada di hadapnya.


"Fira nggak suka film horor, Bang" jelas Adhi yang tahu film genre apa yang disuka Fira.


Jeje yang mendengar penuturan Adhi menautkan alisnya, "Apa benar Fira tidak suka film horor ?" batin Jeje.


Akhirnya mereka memutuskan menonton film drama. Walau sedikit berat hati bagi Daffa dan Jeje, tapi akhirnya mereka mengalah, dan mengikuti yang lain.


Setelah mendapatkan tiket, Jeje dan Adhi memilih untuk pergi membeli cemilan. Saat sedang memilih menu, Adhi menyarankan beberapa menu pada Jeje saat memilih menu yang salah untuk Fira.


"Fira lebih suka orange jus, Bang, dari pada soda, dia juga suka pop corn asin dari pada yang manis." Adhi menjelaskan beberapa menu yang Fira suka.


"Kamu jauh lebih tahu tentang Fira ya," ucap Jeje menyindir.


Sebenarnya Jeje merasa kesal saat Adhi lebih tahu dari pada dirinya, tapi dia tidak bisa memperdebatkannya. Jeje lebih memilih membeli sesuai yang di sarankan oleh Adhi.


"Karena berteman sudah lama bang jadi aku tahu." Adhi yang melihat Jeje nampak tidak suka, saat dia tahu banyak tentang Fira, mencoba menjelaskan.


Setelah memesan cemilan mereka pun kembali menghampiri Daffa dan Fira yang sedang duduk sudah menunggu.


"Kok kamu tahu aku lebih suka orange jus,wah ini pop corn asin juga ya," ucap Fira tersenyum senang, mendapatkan semua yang dia sukai.


"Jadi benar yang di bilang Adhi, " batin Jeje.


"Adhi yang memberi tahu aku," jawab Jeje datar.

__ADS_1


"Terimakasih dhi, kamu selalu ingat ya," ucap Fira, dan Adhi membalas dengan senyuman.


Jeje yang melihat pemandangan dua orang yang sudah lama berteman itu merasa sebal.


"Kenapa dia senyum begitu, menyebalkan," batin Jeje melihat senyum Adhi yang di berikan untuk Fira.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pintu teater dibuka. Mereka berempat pun masuk untuk menonton film, yang sudah mereka pilih.


Mereka memesan kursi empat baris berjajar. Mereka berjalan berbaris memasuki kursi yang sudah di pesan. Daffa berjalan lebih dulu untuk duduk di kursi pertama yang mereka pesan, di ikuti Adhi, Fira dan Jeje selanjutnya.


"Kamu tuker disini aja ya sayang," ucap Jeje yang melihat Fira duduk di samping Adhi.


Fira pun yang di minta pindah, hanya dapat menuruti perintah Jeje. Tapi belum sempat Fira duduk, Jeje memperhatikan orang yang duduk di samping Fira.


"Kalau Fira duduk disitu nanti, dia akan dekat dengan pria botak itu. Enak saja nanti kalau dia nggak sengaja pegang tangan Fira bagaimana, mending dia duduk saja di dekat Adhi, " pikir Jeje dalam hati yang melihat pria botak yang duduk di samping Fira.


"Sayang nggak jadi ya, kamu balik duduk disitu saja." Jeje menunjuk kursi antara Adhi dan Jeje.


Daffa yang mendengar Jeje meributkan Fira yang harus duduk di mana menjadi geram.


"Loe ribet banget sih je mau duduk aja," ucap Daffa, dan dapat tatapan tajam Jeje.


Fira pun juga di buat bingung dengan sikap Jeje, yang memintanya berpindah-pindah untuk duduk. "Kamu kenapa sih?" tanya Fira.


"Nggak mungkin aku bilang cemburu sama Adhi, dan takut Fira duduk sama pria botak itu," batin Jeje.


"Nggak apa-apa, udah kamu duduk lagi aja di situ." Jeje meminta Fira untuk duduk kembali.


Akhirnya Fira mengikuti perintah Jeje untuk kembali ke kursi antara Adhi dan Jeje, dan menikmati menonton film bersama-sama.


.


.


.


.


Jangan lupa berikan like dan vote🄰


Mampir juga ke karyaku


dan instagram aku Myafa16

__ADS_1


__ADS_2