Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Kamu!!


__ADS_3

Setelah lama berbincang mama daffa mengajak mereka untuk makan siang bersama, suami dari mamanya pulang untuk menemani istrinya makan siang bersama putranya. Suaminya tahu, istrinya sangat bahagia atas kedatangan putranya, jadi dia tidak mau melewatkan kebahagian istrinya.


Daffa melihat mamanya yang begitu bahagia, dia mulai bisa menerima kalau mamanya telah bahagia bersama suaminya yang sekarang. Daffa berfikir, mamanya juga berhak mendapatkan kebahagiaan, setelah papanya meninggal.


Mereka berempat pun menuju meja makan, untuk makan siang. Di meja makan sudah terhidang banyak makanan.


"Katanya kamu punya restoran?"


"Iya om, hanya restoran kecil," jawab Daffa.


"Semua berawal dari kecil, asalkan berusaha suatu saat akan menjadi besar."


Daffa mengangguk tanda bahwa dia mengerti. Daffa senang ternyata suami mamanya adalah orang yang baik. Daffa tidak ragu lagi saat mamanya telah memilih orang yang tepat.


Setelah selesai makan suami mama Daffa, kembali ke kantor. Dia pun berpamitan dengan Daffa, dan akan melanjutkan berbicang nanti malam.


Mama Daffa izin mengantarkan suaminya sampai ke mobil, dan meminta Daffa dan Tania ke ruang keluarga terlebih dahulu.


"Cemilannya belum datang ya," gumam mama Daffa sesaat mengantar suaminya. Mama Daffa pun ke dapur menemui asisten rumah tangga, untuk menghidangkan cemilan, untuk menemani berbincang-bincang.


"Tolong kamu siapakan cemilan di ruang keluarga ya," perintah mama Daffa pada Asisten rumah tangga.


Asisten rumah tangga mama Daffa pun, langsung menyiapkan yang di minta majikannya.


*


"Kamu menginap disini kan nanti?" tanya mamanya saat sudah kembali dari dapur.


"Iya ma."


Mama Daffa yang mendengar begitu senang, "Nanti biar asisten rumah tangga mama siapkan kamar untuk kalian."


Mereka melanjutkan berbincang-bincang, Tapi sejenak perbincangan mereka harus terhenti, saat asisten rumah tangga mamanya, menghidangkan beberapa cemilan, dan minuman untuk menemani mereka berbincang.


"Silahkan, Tuan," ucap asisten rumah tangga itu setelah meletakan minuman, dan beberapa cemilan di atas meja.

__ADS_1


"Terimakasih," ucap Daffa mengucapkan terimakasih, dan menatap asisten rumah tangga tersebut.


Saat menatap asisten rumah tangga sang mama, Daffa di buat tercengang mendapati siapa orang yang ada di depannya. Wajah yang begitu amat dia kenal.


"Kamu..." ucap Daffa yang melihat orang yang menyajikan makanan dan minuman itu adalah Fira. Orang yang adik dan sahabatnya selama ini cari. Orang yang membuat semua frustasi mencarinya, dan orang yang amat di cintai adik dan sahabatnya


Fira menegadah melihat anak majikannya. "Kak Daffa," Fira membulatkan matanya karena begitu kaget, saat mendapati Daffa lah yang di depannya. Fira tidak menyangka anak majikannya adalah Daffa.


Seketika Fira langsung pamit ke dapur untuk menghindari Daffa. Fira masih begitu lemas saat melihat Daffa ada di rumah Nyonya Ayu. Fira begitu ketakutan, dan memilih langsung pergi ke dapur.


Nyonya ayu yang melihat Daffa mengenali Fira tergerak untuk menanyakan, dia masih bingung bagaiamana dia bisa mengenal Fira. "Kamu kenal Fira?" tanya Nyonya ayu pada Daffa.


"Bagaimana Fira bisa sampai di sini."


Daffa yang masih setengah belum tersadarkan dari kekagetannya, tidak menjawab pertanyaan mamanya.


"Fa..." mama Daffa mencoba memanggil putranya, dengan mengoyangkan lengan putranya.


"Hah...iya ma.." ucap Daffa yang tersentak dari lamunannya.


"Kamu kenapa, kok kaget banget lihat wanita itu, apa dia salah satu mantan kamu." Tania yang dari melihat Daffa begitu kaget, saat bertemu dengan wanita yang menjadi asisten rumah tangga mamanya menjadi curiga.


"Terus kenapa kamu kaget banget lihatnya." Tania benar-benar kesal dengan ekspresi Daffa saat melihat asisten rumah tangga mamanya.


"Iya fa, kamu kelihatan kaget melihat Fira," timpal Nyonya Ayu.


Belum Daffa menjawab siapa Fira, Daffa malah melontarkan pertanyaan lain.


"Kenapa bisa Fira disini ma?" Daffa benar-benar tak habis fikir kenapa bisa Fira di rumah mamanya.


"Fira dan ibunya, asisten rumah tangga disini," jelas Nyonya Ayu pada Daffa.


"Ya Daffa tahu mereka asisten rumah tangga disini, tapi siapa yang membuat mereka jadi asisten rumah tangga di tempat mama?" tanya Daffa, yang sudah tidak sabar mendapat jawaban dari mamanya.


"Oh itu, waktu itu Inan menawari mama asisten rumah tangga, yang berasal dari negara kita. Karena mama senang mama langsung setuju dan menerima mereka," jelas mama Daffa.

__ADS_1


Daffa langsung membulatkan matanya mendengar siapa yang mengirim Fira kesini, "Jadi Tante Inan di balik ini semua," gumam Daffa yang masih bisa di dengar oleh semua orang.


Daffa benar-benar tidak menyangka, bahwa mama Jeje sendiri di balik semua ini.


"Maksud kamu apa fa?" tanya Nyonya Ayu, yang begitu bingung.


"Sebenarnya ada apa sayang, aku jadi bingung." Tania yang dari tadi mendengar pembicaraan menjadi bingung, karena tidak mengerti sama sekali.


"Coba kamu jelaskan pelan-pelan fa," pinta Nyonya Ayu.


Daffa menghela nafas menceritakan kepada mamanya dan tania. " Fira dulu adalah asisten rumah tangga di apartemen Jeje, ibu Fira juga asisten rumah tangga dirumah mama Jeje yaitu tante Inan ma"


"Permasalahan di mulai saat Jeje dan Fira saling mencintai. Ibu Fira melarang putrinya menjalin hubungan dengan majikannya, dan tiba-tiba Fira menghilang," jelas Daffa pada Nyonya Ayu dan Tania.


Nyonya Ayu menautkan kedua alisnya, "Menghilang? menghilang bagaimana maksud kamu?" tanyanya memastikan.


"Fira tidak di temukan di rumah ma, dan saat di cek bandara, stasiun, dan terminal tidak ada keberangkatan atas nama Fira, Fira bak ditelan bumi tak dapat di cari"


Daffa menceritakan semua yang dia tahu dari Jeje dan Adhi yang selama ini mencari Fira.


Daffa tahu, bagiamana informasi yang di vari Jeje dan Adhi tidak ada satu pun menemukan Fira.


"Jadi maksud kamu Inan yang mempersiapkan semuanya?" Nyonya ayu masih tidak percaya apa yang di dengarnya.


"Daffa nggak tahu ma."


Nyonya Ayu mengingat, temannya lah yang memintanya menyiapkan segalanya. Dan dirinya hanya tinggal menunggu asisten rumah tangga sampai di rumahnya.


Dia tidak sama sekali menaruh curiga pada temannya yang mengatur semuanya. Dirinya terlampau senang, saat mendapat asisten rumah tangga dari temannya.


Tapi kenyataan yang ada di hadapannya begitu mengagetkannya.


**


Fira yang melihat Daffa langsung lari ke dapur. Di bersandar di dinding dapur, mengatur irama Jantungnya yang berdetak lebih kencang. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya setelah ini.

__ADS_1


Fira takut Daffa akan mengatakan pada Jeje, bahwa dirinya ada di sini. Fira memikirkan bagaimana jika Bu Inan tahu, kalau Jeje mengetahuinya.


Pikiran Fira menebak-nebak apa yang akan terjadi padanya nanti. Dan itu membuatnya tambah ketakutan.


__ADS_2