Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Seperti anak kecil


__ADS_3

"Apa karena kekenyangan dia sampai mengantuk sekali" grutu Jeje yang sedang membuka sepatu Fira, yang sudah tertidur pulas.


Sesampainya di kamar hotel, tanpa membuka sepatu terlebih dahulu, Fira langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dirinya yang makan begitu banyak, membuatnya sangat mengantuk. Matanya terasa sangat berat, hingga membuatnya dalam hitungan detik tertidur pulas.


Jeje memperhatikan istrinya yang tak terganggu sama sekali saat dia membuka sepatunya, hanya mengeleng-gelengkan kepala.


Setelah selesai membuka sepatu istirnya, Jeje membuka ponselnya mengecek beberapa email yang masuk.


Tapi saat dia memainkan ponselnya, dia teringat sesuatu, dia langsung mencari nomer telepon seseorang yang dia ingat.


"Halo ta" sapa Jeje pertama kali ke Atta.


"Wah pengantin baru, ada apa menelepon" Atta mengoda Jeje, yang menelepon di saat mereka sedang berbulan madu.


"Gua tadi ketemu Lia" Jeje tidak membalas godaan dari Atta, malah menceritakan pertemuannya dengan seorang wanita di restoran tadi.


"Kemarin dia sempat ke sini sehari sebelum kembali pemotretan lagi, tapi gue nggak tahu kalau dia ketempat yang sama, dimana loe bulan madu" jelas Atta pada Jeje.


Jeje menghela nafasnya dalam, "Apa dia akan lama di sini?"


"Gue nggak tahu je"


"Gue nggak mau kalau sampai ketemu dia lagi, jadi gue mau loe pastiin dia berapa lama akan disini"


Atta pun mengerti yang di maksud oleh Jeje, "Oke, gue pastiin berapa lama dia akan disana, nanti gue hubungin loe"


Setelah menutup panggilan telepon dengan Atta. Jeje kembali mendekati istirnya, Jeje yang berniat menunggu Fira, akhirnya memutuskan untuk menyusul Fira tidur saja. Jeje membaringkan tubuhnya tepat di samping Fira, dan ikut memejamkan mata.


***


Setelah cukup lama Fira tidur, Fira membuka matanya perlahan. Rasa lelahnya membuat dirinya sampai tertidur pulas. Saat membuka matanya, Fira mendapati Jeje juga tidur di sebelahnya.


Kruk..kruk..


Saat sedang asik memandangi Jeje yang berada di sampingnya, Fira merasakan perutnya lapar lagi. "Bukankah tadi aku sudah makan" pikir Fira yang merasa perutnya berbunyi kembali.


Fira menoleh menatap Jeje yang begitu pulas tidur, dia tidak tega untuk membangunkannya dan meminta menemani untuk makan lagi.


Akhirnya Fira memutuskan untuk ke restoran yang berada di hotel sendiri. Fira mengambil tasnya dan memakai sepatunya, keluar dari kamar hotel menuju restoran.

__ADS_1


Saat sampai di restoran Fira sudah di sambut oleh pelayan restoran. Fira pun melangkahkan kakinya mengikuti pelayan restoran yang mengantarkannya untuk mencarikan tempat duduk.


Pelayan memberikan menu restoran, dan Fira langsung membuka untuk melihatnya. Saat melihat beberapa makanan yang di tawarankan dalam menu mata Fira berbinar saat melihat cake di dalam menu. Akhirnya dia memutuskan untuk memesan cake.


Setelah pesanan Fira datang, Fira menatap makanan yang sangat mengiurkan di hadapannya itu. Dia pun mulai menyuap cake ke dalam mulutnya, dan merasakan sensasi yang begitu sangat enak baginya.


Saat sedang makan, Fira di kagetkan dengan suara yang memanggilnya, dan Fira tahu siapa pemilik suara itu.


"Sayang" panggil Jeje yang menemukan Fira sedang asik di meja makan dengan cake di hadapannya.


"Kamu disini?" tanya Fira polos melihat ke arah Jeje.


"Harusnya aku yang bertanya, kenapa kamu disini?" tanya Jeje yang sedikit kesal.


Saat membuka matanya tadi, Jeje di buat kaget saat tidak mendapati Fira di sampingnya. Jeje mencari ke setiap sudut kamar hotel, dan juga tidak menemukan Fira. Jeje begitu panik saat tidak menemukan Fira.


Akhirnya Jeje mencoba mencari keluar kamar. Ragu-ragu Jeje mencari Fira ke restoran. Sebenarnya dirinya tidak yakin menemukan Fira di sana, mengingat Fira baru saja makan sebelum tidur tadi.


Tapi ternyata dugaannya salah, saat mengedarkan pandangan ke sekitar restoran dia menemukan Fira sedang duduk, dan sedang asik memakan cake di hadapannya.


"Aku lapar" ucap Fira polos.


"Kamu tidur dengan pulas, jadi aku tidak tega" ucap Fira dengan senyumnya.


"Ya sudah habiskan cake nya" ucap Jeje tersenyum.


Saat sedang menemani Fira yang asik makan, Jeje melihat seorang wanita dari kejauhan.


"Lia, apa dia juga menginap di sini" batin Jeje.


Jeje lansung berfikir untuk pergi dari restoran, karena tidak mau bertemu dengan wanita yang di lihatnya itu, dan mengakibatkan salah paham dengan Fira nanti.


"Kamu udah selesaikan" tanya Jeje pada Fira.


"Belum, ini masih ada satu cake lagi" ucap Fira yang menunjuk satu cake yang masih tersisa di atas meja.


"Ya udah, tinggalin aja"


Dahi Fira berkerut saat mendengar Jeje memintanya meninggalkan makanan yang ada di depannya.

__ADS_1


"Tapi.."


"Ayo" Jeje menarik tangan Fira lembut.


Jeje sudah menariknya sebelum Fira yang sempat menolak. Mau tidak mau Fira mengikuti Jeje


Sebenarnya Fira merasa kesal, karena Jeje mengajaknya untuk kembali ke kamar hotel, sedangkan Fira belum selesai menghabiskan cake nya. Sesampainya di kamar hotel Fira mencebikkan bibirnya karena menahan kekesalannya.


"Kamu kenapa?" tanya Jeje datar saat melihat Fira nampak kesal.


Jeje yang baru saja masuk ke kamar, karena tadi dia menelpon seseoarang terlebih dahulu, mendapati Fira yang mencebikkan bibirnya.


"Dia tanya kenapa" kesalnya melirik tajam Jeje tanpa berucap apapun.


Jeje mencoba mendekati Fira, tapi Fira membuang muka melihat ke arah lain selain wajah Jeje.


Dalam hati Jeje membantin apa yang terjadi pada Fira. Jeje terus saja berusaha menanyakan, tapi dia tidak menemukan jawaban dari mulut Fira.


Jeje hanya bisa memijat keningnya pusing menghadapi wanita. Meraka akan diam saat kesal, dan membuat pria pusing harus menebak.


Jeje hanya bisa berandai-andai dalam hatinya , andai dia punya ilmu untuk membaca fikiran orang lain, maka isi fikiran Fira lah yang dia baca pertama kali.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Jeje lebih lembut dari pertanyaan yang pertama dia ajukan.


Fira menatap tajam Jeje, dan tiba-tiba langsung menangis. Jeje yang mendapati Fira menangis di buat tambah bingung.


"Kamu kenapa?" Jeje benar-benar panik melihat istirnya menangis.


"Cake tadi belum habis" ucap Fira masih dengan sesengukan.


"Astaga gara-gara cake tadi "


"Maafkan aku" ucap Jeje mencoba memeluk Fira.


"Aku akan pesankan lagi, oke" Jeje membelai rambut Fira, dan mencoba menenangkan.


Fira yang mendengar Jeje akan memesankan lagi, langsung berbinar. Dia begitu senang saat akan mendapatkan cake lagi.


"Kenapa dia seperti anak kecil hanya karna cake menangis" Jeje sedikit bergidik melihat tinggah Fira.

__ADS_1


Setelah cake yang di pesan datang, Fira memakan dengan sangat bersemangat. Jeje yang melihat istrinya, hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.


__ADS_2